Iswargia Lendi R. Sudarno

Nama :
Jaja Miharja
 
Lahir :
Jakarta, 1 Nopember 1944
 
Pendidikan :
SMA (1963)
 
Karya Lagu :
Cinta Sabun Mandi,
Putus Cinta,
Mancing Cewek,
Gadis Bukan Perawan,
Apaan Tuh,
Daun Kering Bisa Basah,
 Cinta Ban Motor,
Oh Aminah,
Duh Nyai,
Emaknya Bocah,
Sandiwara Cinta,
Nangis Bombay,
Penantian,
Surat Merah,
Bul-Bul Efendy,
Cintaku Tergusur,
Gara-gara Kambing,
Jawa Sumatra,
Kata Orang,
Maria Mercedes,
Masa Kau mau,
Masih Untung,
Siti Maemunah,
Ular sendok,
Siti dinamit
 
Filmografi :
Manusia Terakhir (1973),
Sebatang Kara (1973),
Anak Bintang (1974),
Jangan Kau Tangisi (1974),
Kuntilanak (1974),
Melawan Badai (1974),
Assoy (1977),
Ach Yang Benerrr… (1979),
Akibat Bercinta (1979),
Goyang Dangdut (1980),
Karena Lirikan (1980),
Keagungan Tuhan (1980),
Pintar-Pintar Bodoh (1980),
Kejamnya Ibu Tiri Tak Sekejam Ibu Kota (1981),
Untuk Sebuah Nama (1985),
Memble Tapi Kece (1986),
Bendi Keramat (1988),
Bunga Desa (1988),
Rindu Kami Padamu (2004),
Naga Bonar Jadi 2 (2007),
Get Married (2007),
Basahhh… (2008),
Wakil Rakyat (2009),
Get Married 2 (2009),
Bukan Malin Kundang (2009),
The God Babe (2010),
Cinta 2 Hati (2010),
Seleb Kota Jogja/SKJ (2010),
Alangkah Lucunya Negeri Ini (2010),
Menebus Impian (2010),
Mafia Insyaf (2010),
Get Married 3 (2011),
Test Pack (2012),
Honeymoon (2013),
Get Marreid 4 (2013),
Ku Kejar Cinta Ke Negeri Cina (2014),
99 % Muhrim – Get Married 5 (2015)
 
Sinetron :
Satu Atap Seribu Wajah,
Si Doel Anak Sekolahan,
Melodi Cinta 1-2,
Upik Abu dan Laura,
Get Married The Series,
Mister Olga,
Baik Hari, Angin Bertiup (2011),
Antara Tresno dan Cintanya (FTV-2014)
 
Pencapaian :
Opera van Java award kategori tergalak (2013)

Seniman Musik
Jaja Miharja
 
 
 
 
Masih ingat dengan jargon ‘Apaan Tuh..!’ yang sering diucapkan seorang presenter kuis di pertengahan tahun 90-an? Ucapan khas itu di lontarkan oleh penyanyi yang juga seorang pencipta lagu Jaja Miharja, saat menjadi pemandu acara ‘Kuis Dangdut’ yang ditayangkan tiap akhir pekan di salah satu stasiun televisi swasta. Tak seperti presenter kuis lain yang tampil serius dan formal, ia tampil dengan gayanya yang kocak diselingi dengan dialek khas Betawinya.Tak heran jika ‘Kuis Dangdut’ ketika itu banyak digandrungi masyarakat karena selain menghibur juga merakyat dengan mengangkat tema musik dangdut.
 
Karir menyanyi lelaki yang lahir di Jakarta, 1 Nopember 1944 ini telah dirintis sejak ia duduk di bangku SD. Di usianya yang sangat belia itu, ia berani tampil di depan umum menyanyikan lagu-lagu Melayu, yang merupakan cikal bakal musik dangdut. Hobinya pada musik terus berlanjut hingga ia beranjak remaja. Selepas SMA (1963), ia mendirikan grup Orkes Melayu (1965). Kebanyakan lagu dangdut yang dibawakannya memiliki lirik yang menggelitik. Walaupun mengusung tema cinta, ia seolah tak dapat meninggalkan gaya khasnya yang kocak. Kegiatan lainnya yang ia jalani yakni main sandiwara, ikut lenong dan Topeng Betawi.
 
Setelah sekian lama manggung sebagai seniman dari kampung ke kampung, tahun 1968, Ia berkesempatan untuk tampil di televisi milik pemerintah, TVRI. Saat itulah ia memulai karirnya sebagai penyanyi dan pemain dalam sebuah fragmen atau sinetron. Sebagai penyanyi, ia telah banyak menciptakan lagu yang kemudian ia nyanyikan sendiri. Lagu-lagu tersebut banyak yang menjadi hits kala itu diantaranya ‘Cinta Sabun Mandi’, ‘Putus Cinta’, ‘Mancing Cewek’, ‘Gadis Bukan Perawan’, ‘Apaan Tuh’, ‘Daun Kering Bisa Basah’, ‘Cinta Ban Motor’, ‘Oh Aminah’, ‘Duh Nyai’, ‘Emaknya Bocah’, ‘Sandiwara Cinta’, ‘Nangis Bombay’, ‘Penantian’, ‘Surat Merah’, ‘Bul-Bul Efendy’, ‘Cintaku Tergusur’, ‘Gara-Gara Kambing’, ‘Jawa Sumatra’, ‘Kata Orang’, ‘Maria Mercedes’, ‘Masa Kau Mau’, ‘Masih Untung’, ‘Siti Maemunah’, dll.  Selain mengarang lagu untuk dinyanyikannya sendiri, Jaja juga menciptakan lagu bagi penyanyi lain.
 
Dalam film pertamanya yang berjudul, ‘Manusia Terakhir’ (1973), ia hanya kebagian peran sebagai pemain pendukung. Ia baru mendapat kepercayaan menjadi aktor utama dalam film bertajuk ‘Memble Tapi Kece’ yang rilis pada tahun 1986. Saat televisi swasta mulai bermunculan di awal tahun 90-an, ia mulai merambah dunia sinetron. Salah satu judul sinetron yang pernah dibintanginya adalah serial ‘Si Doel Anak Sekolahan’. Meski hanya mendapat peran kecil dalam sinetron fenomenal besutan aktor Rano Karno itu, keterlibatannya dirasa cukup memberi warna.
 
Selain Sinetron ‘Si Doel Anak Sekolahan’, judul sinetron lainnya yang pernah ia dibintangi antara lain ‘Get Married The Series’, ‘Satu Atap Seribu Wajah’, ‘Upik Abu dan Laura’, serta ‘Mister Olga’. Perannya memang tak jauh-jauh dari sosok babe-babe Betawi yang suka marah-marah. Meski demikian justru itulah yang menjadi ciri khas nya yang memang putra asli Betawi. Aktingnya dirasa natural dan tak dibuat-buat, belum lagi celetukan khas Betawinya yang kerap mengundang tawa pemirsa.
 
Semakin bertambahnya umur, nyatanya tak membuat pamornya meredup. Ia justru semakin matang dalam berakting. Film yang dibintanginya pun terbilang cukup berbobot. Ia mendapat kehormatan untuk bermain dalam film besutan sutradara film kawakan, Deddy Mizwar, ‘Nagabonar Jadi 2’ dan ‘Alangkah Lucunya (Negeri Ini)’. Film-film tersebut bahkan sempat menghantarkan namanya masuk dalam nominasi pemeran pembantu terbaik pada ajang Festival film Indonesia. Hal tersebut membuktikan eksistensinya yang belum tergoyahkan. Sepanjang karirnya sebagai aktor, ia telah membintangi puluhan judul film dan sinetron dengan beragam genre, mulai dari drama, komedi, hingga horor.
 
(Dari Berbagai Sumber)
 
 
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *