Ida Bagus Gede Mambal

Nama :
Ida Bagus Gede Mambal
 
Lahir :
Sibangkaja, Badung, Bali,
15 Oktober 1962
 
Pendidikan :
Pendidikan Guru Agama Hindu (PGAH), Mataram, Nusa Tenggara Barat,
Jurusan Hukum Adat di Universitas Hindu Indonesia, Denpasar, Bali
(lulus tahun 1990)
 
Profesi :
Pengajar & Pemilik Sanggar Dewa Ruci
 
Pencapaian :
Juara pertama dalam Festival Wayang Ramayana se-Bali (1989),
Juara 1 dalam Festival Topeng Panca sebagai peran Dalem Antagonis (1990),
Mewakili Bali bersama Tim Kesenian Kabupaten Badung ke Korea Selatan (1991), Penghargaan sebagai Pembina Drama Gong Juara pertama se-Bali dari Kabupaten Badung (1991),
Sertifikat Tutor P4 tingkat Nasional (1992),
Penghargaan dari College of the Holy Cross-Amerika Serikat  dalam pentas seni pewayangan tradisional (2003)
 

Seniman Tari
Ida Bagus Gede Mambal
 
 
 
 
Anak kedua dari enam bersaudara ini, Lahir di Sibangkaja, Badung, Bali, 15 Oktober 1962. Putra dari pasangan Ida Pedanda Gede Singarsa dan Ida Pedanda Istri Oka yang merupakan seorang pandita. Keseluruhan keluarganya menyukai dunia kesenian sebagai bagian dari kehidupan dan budaya juga spiritualitas Bali. Ia lebih memilih seni tari dan pedalangan sebagai suatu aktivitas untuk menjalani hidupnya.
 
Pada umur enam tahun (kelas 1 SD), ia sudah pentas di panggung, bersama Sekeha Janger Jaya Semara-Sibangkaja. Setelah tamat dari Sekolah Dasar, ia mulai serius menekuni seni tari dengan di bimbing oleh Ida Bagus Raka Bongkasa (alm), seorang seniman senior dan guru Sekolah Konservatori Kerawitan Indonesia Jurusan Bali (KOKAR BALI) yang berdiri pada tahun 1960.
 
Setelah tamat Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama, ia melanjutkan pendidikan di Pendidikan Guru Agama Hindu (PGAH) di Mataram, Nusa Tenggara Barat, sambil menekuni seni pertunjukan drama tari. Berbekal ilmu ‘Drama Gong’ yang ditekuni sejak Sekolah Dasar yang berkembang pesat di PGAH pada tahun 1980, ia mulai menari Topeng atas tuntunan Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, Bali.
 

Tahun 1987, ia mulai menggeluti secara khusus tari Topeng Pajegan. Gaya tari Topeng Pajegan adalah tradisi tutur yang mirip dengan monolog; yang ada kaitan dengan ajaran agama atau pun Bhagawadgita. Baginya, di situlah terletak filosofi dari seni yang ia pelajari. Tema yang diangkat disesuaikan dengan upacara yang dilaksanakan. Tari Bali sendiri dapat dikategorikan dalam tiga jenis, yakni, ‘wali’ (sakral), ‘bebali’ (upacara) dan ‘bali-balihan’ (jenis hiburan). Tari ‘wali’ dipentaskan pada halaman bagian dalam pura, sedangkan tari ‘bebali’ di halaman tengah (jaba tengah). Tari ‘balih-balihan’ lebih bersifat hiburan dan ditarikan di halaman luar pura (jaba sisi).
 

 
Pria yang menyelesaikan jurusan Hukum Adat di Universitas Hindu Indonesia, Denpasar, Bali, pada tahun 1990, dan kerap disapa I Gede Bagus Dalang ini, juga menekuni seni pedalangan sejak mulai tahun 1982, seluruhnya di lakoninya secara otodidak. Ketekunannya mendalami penopengan dan pendalangan, membuatnya kerap mendapat kesempatan untuk mengikuti berbagai lomba-lomba tingkat kabupaten maupun provinsi. Beberapa Penghargaan yamg pernah di raihnya, diantaranya juara pertama dalam Festival Wayang Ramayana se-Bali (1989), juara pertama dalam Festival Topeng Panca sebagai peran Dalem Antagonis (1990), mewakili Bali ke Korea Selatan bersama Tim Kesenian Kabupaten Badung (1991), penghargaan sebagai Pembina Drama Gong Juara pertama se-Bali dari Kabupaten Badung (1991), sertifikat Tutor P4 tingkat Nasional tahun 1992 dan penghargaan dari College of the Holy Cross-Amerika tahun 2003 dalam pentas seni pewayangan tradisional.
 
Kini lelaki yang menatap di Sibangkaja, Badung, Bali ini membuat Sanggar Dewa Ruci dan mengajar tari, pedalangan dan juga menghimpun seniman-seniman se-Kabupaten Badung. Diluar dunia tari, Sebagai seorang keturunan keluarga pandita, bersama saudaranya, ia memiliki dan merawat banyak simpanan pustaka tradisi, seperti  lontar yang berjumlah 100-an selain gamelan Bali dan wayang.
 
Pada 4 Desember 2012, ia penah tampil pada pargelaran Maestro! Maestro! #7 di Taman Ismail Marzuki Jakarta membawakan tari Topeng Bali.
 
(Dari Berbagai Sumber)
  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *