Suyoso Karsono

Penggiat Musik
Suyoso Karsono
 
 
 
 
Lahir di Tanjungpandan, Kepulauan Bangka Belitung, 18 Juli 1921. Pria yang lebih dikenal dengan panggilan Mas Yos ini adalah pemilik perusahaan musik Irama Record, yang terkenal pada era 60-an. Selain itu namanya tidak bisa dipisahkan dengan perkembangan musik Jazz di Indonesia.
 
Pendidikannya di tempuh pada sekolah jurusan ekonomi yang diselesaikan pada tahun 1942. Setelah lulus, ia kemudian melamar sebagai codanco (komandan kompi) pada masa pendudukan Jepang. Setelah Indonesia merdeka, ia masuk AURI/TNI AU. Semasa bertugas di Angkatan Udara, ia sudah terlibat pada beberapa kegiatan bermusik, ia pernah membentuk grup musik Hawaian Lieve Soveniers yang didirikan di Semarang, Jawa Tengah.
 
Pensiun dari Angkatan Udara dengan pangkat terakhir Komodor pada tahun 1952. Sosok yang diberi julukan The Singing Commodore ini, kemudian menyulap garasi rumahnya di Jalan Gereja Theresia, Menteng, Jakarta Pusat, menjadi studio musik. Mula-mula ia bermusik bersama keluarga dan kawan-kawannya. Seiring perjalanan waktu, ia kemudian mulai melengkapi studionya dan pada 1954 mendirikan perusahaan rekaman Irama Records, yang ketika itu menjadi label rekaman pertama di Indonesia.
 
Di awal kiprahnya, Irama Records memproduksi album piringan hitam Sarinande (1956) buah karya The Progressief, band jazz yang digawangi Nick Mamahit (piano), Dick Abel (gitar), Dick van der Capellen (drum), dan Max van Dalm (bass). Album instrumentalia ini cukup mendapat tempat di hati pendengar. Dalam perjalanannya, Irama Records kemudian merekam hampir semua jenis musik. Mulai dari jazz, rock ‘n roll, pop, keroncong, melayu, hingga gambang kromong. Sehingga banyak artis-artis pop yang mencuat namanya berkat campur tangannya.
 
Keinginannya untuk menjalankan Irama Records secara konsisten, membuatnya sering berpergian untuk mengunjungi perusahaan rekaman di Jepang, Amerika Serikat, Jerman, dan Belanda. Dari kunjungan tersebut, ia banyak mendapat pengetahuan soal rekaman musik. Sehingga akhirnya, ia pun di percaya memproduksi piringan hitam stereo pertama di Indonesia pada tahun 1961. Ia merilis Semalam di Malaya bersama Orkes Studio Djakarta yang dipimpin oleh Sjaiful Bahri. Musisi-musisi terbaik Indonesia pada era itu seperti Bing Slamet dan Sam Saimun pun tak luput digandeng oleh Irama Records. Sayangnya, Irama Records gulung tikar pada tahun 1967. Ia lalu menjadi operator sekaligus penyiar radio amatir milik anaknya yang ia namai sesuai dengan nama putrinya, ‘Elshinta’, yang kerap memutar lagu-lagu Hawaiian.
 
Ketika itu ia kerap berduet dengan Hoegeng Imam Santoso, mantan Kapolri, memainkan musik Hawaiian di Elshinta. Bersama musisi lainnya, mereka lalu mendirikan grup musik The Elshinta Hawaiian Senior. Setelah kurang lebih delapan tahun mengudara, ia mengundurkan diri sebagai pimpinan The Elshinta Hawaiian Seniors, digantikan Hoegeng. Kata ‘Elshinta’ kemudian dihapus dan sejak 9 Maret 1976, grup musik itu bernama The Hawaiian Seniors.
 
Setelah Elshinta berpindah tangan, kemudian mendirikan radio Suara Irama Indah, radio FM pertama di Indonesia yang kemudian berubah jadi B-FM. Dua tahun kemudian, ia menghidupkan kembali Irama pada masa rekaman kaset.
 
Keranjingannya pada musik juga membuatnya rela merogoh kocek sendiri untuk membiayai grup jazz The Indonesian All Stars untuk berangkat ke Berlin Jazz Festival 1967 di Jerman Barat.
 
Kakak kandung Nien Karsono yang merupakan istri dari Jack Lesmana (alm) meninggal dunia di Jakarta, 26 Oktober 1984 pada usia 63 tahun.
 
(Dari berbagai Sumber)

Nama :
Suyoso Karsono
 
Lahir :
Tanjungpandan,
Kepulauan Bangka Belitung, 18 Juli 1921
 
Wafat :
Jakarta, 26 Oktober 1984
 
Pendidikan :
Sekolah jurusan ekonomi (selesai pada tahun 1942)
 
Karier :
Anggota AURI/TNI AU dengan pangkat terakhir Komodor (1942-1952)
 
Aktifitas Bermusik :
Membentuk grup musik Hawaian Lieve Soveniers,
Mendirikan grup musik The Elshinta Hawaian Senior
 
Aktifitas Lain :
Pemilik Perusahaan Rekaman Irama Records (1954-1967),
Penyiar Radio dan Operator radio Elshinta,
Pendiri Radio Suara Irama Indah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *