Yanuar Ernawati

Nama :
Yanuar Ernawati

Lahir :
Padang, Sumatera Barat, 1958

Wafat :
Jakarta, 14 Desember 2014

Pendidikan :
Master of Arts lulusan Institut Seni Indonesia, Yogyakarta,
Belajar seni di Swiss

Pencapaian :
Penampilan Karya pilihan dari Dewan Kesenian Jakarta (1989),
Seni Lukis Terbaik pada Dies Natalis ISI Yogyakarta (1986), Penulis Karya Ilmiah terbaik dari ISI Yogyakarta (1983), Sketsa Terbaik dari ISI Yogyakarta (1982),
Sketsa dan Seni Lukis terbaik dari STSRI-ASRI, Yogyakarta (1980)

Pelukis
Yanuar Ernawati

Lahir di Padang, Sumatera Barat, 1958.  Master of Arts lulusan Institut Seni Indonesia, Yogyakarta dan pernah mempelajari seni di Swiss. Sebagai pelukis, sejak tahun 1984, ia telah aktif melakukan pameran tunggal dan pameran bersama di dalam maupun di luar negeri.


Melindungi 75 cm x 100 cm, akrilik diatas kanvas (2000)

Pameran tunggal yang pernah di adakannya antara lain di Cemeti Gallery, Yogyakarta (1989); Indonesia-Australia Language Foundation, Denpasar, Bali (1991); Seniwati Gallery, Ubud, Bali (1992); Museum fuer Voelkerbunde, Basel, Swiss (1996); Cemara 6 Gallery Café, Jakarta (1996); The Gallery, Chedi Hotel, Payangan Bali (1999); Sika Gallery, Ubud, Bali (1999), Cemara 6 Gallery Café, Jakarta (2002): Galeri Cipta III, Taman Ismail Marzuki, Jakarta (2014). Sedangkan pameran bersama yang telah di ikutinya antara lain Jakarta Biennale, Taman Ismail Marzuki, Jakarta (1984); Surealis at Bentara Budaya, Yogyakarta (1985); Club Mediterance, Nusa Dua, Bali (1991); National Gallery, Kuala Lumpur, Malaysia (1991); Gedung Pameran Depdikbud, Jakarta, Indonesia (1991), Amandari Hotel, Nusa Dua, Bali (1993) ‘Image Surealis 2’, Edwin’s Gallery, Jakarta, (1993); Sheraton Hotel, Bali (1993);  Golden Wing, Sydney, Australia (1993).

Kiprahnya sebagai pelukis perempuan tidak dapat di pandang sebelah mata, terbukti setelah ia meraih beberapa penghargaan dalam dunia seni rupa, diantaranya : Penampilan Karya pilihan dari Dewan Kesenian Jakarta (1989), Seni Lukis Terbaik pada Dies Natalis ISI Yogyakarta (1986), Penulis Karya Ilmiah terbaik dari ISI Yogyakarta (1983), Sketsa Terbaik dari ISI Yogyakarta (1982), dan Sketsa dan Seni Lukis terbaik dari STSRI-ASRI, Yogyakarta (1980).

Lukisan-lukisan karyanya, lengkap dengan dunia teka-tekinya, adalah lukisan yang berpihak. Karyanya tidak hanya mengungkap isi hati atau impulsnya yang subyektif, seraya membuat jarak dengan jagad pikiran orang lain. Karyanya justru menerjemahkan pikiran-pikiran banyak orang yang berkait dengan jalan kehidupan. Dari pikiran-pikiran itu ia memilah dan memilih. Ia pun dengan tegas berpihak kepada tema pencerahan dan pengungkapan kebenaran. Substansinya, pikiran-pikiran baik ditangkap sebagai isi utama lukisan. “Saya memang tidak netral. Saya memihak kepada kubu pikiran dan jiwa terang. Meski lukisan saya yang abstraksionistik tidak secara tegas mengumbar narasi. Meski lukisan saya mungkin samar-samar,” katanya.

(Dari Berbagai Sumber)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.