Akhudiat

Penggiat Teater
Akhudiat
 
 
 
Dilahirkan di Karang Anyar, Rogojampi, Banyuwangi, Jawa Timur, 5 Mei 1946. Berlatar belakang pendidikan Sekolah Guru Agama, Jember, Jawa Timur (1962), Pendidikan Hakim Islam, Yogyakarta (1965), Akademi Wartawan Surabaya (1969) dan Sekolah Pimpinan Administrasi Dasar Balai Pendidikan Latihan Tenaga Teknis Keagamaan Departemen Agama, Surabaya (1993).
Namanya mencuat dalam dunia teater sejak era tahun 1950-1980, Jejaknya ini buah dari keberhasilan mendobrak dunia teater di rentang tahun 1970-1980. Di mana pada saat itu, berkali-kali Akhudiat meraih juara bergengsi lomba penulisan naskah drama yang diadakan oleh Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) secara berturut-turut pada tahun 1972, 1974 dan 1975. Antara lain lewat naskah Grafito (1972), Rumah Tak Beratap Rumah Tak Berasap dan Langit Dekat dan Langit Sehat (1974) dan Bui (1975).
Pencapaian lainnya yang ikut juga memunculkan namanya ialah karena mencuatnya gagasan teater sampakan ala sang sutradara Basuki Rachmat bersama dirinya. Eksperimen teater hibrida ini menjadi semacam aliran yang terus mewabah dan banyak dianut oleh sebagian besar grup teater di seluruh Indonesia, khususnya di Yogyakarta.
Menjadi Peserta International Writing Program di Iowa University, Amerika Serikat (1975). Kini ia bekerja sebagai staf pengajar di UIN Sunan Ampel dan Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW). Sebagai penulis, ia juga menuliskan beberapa kritik teater, hal tersebut ia lakukan untuk mentransfer semangat berteater kepada generasi muda di Jawa Timur yang sempat memudar di akhir tahun 1990-an, yang pada masa itu kegiatan teater kehilangan inisiatif, pementasan lesu dan regenerasi terputus. Ia meyakini bahwa romantisme dahulu atas kesuksesan pagelaran festival-festival teater disinyalir justru berpotensi mengembalikan geliat teater Jawa Timur seperti semula.
Ia juga dikenal sebagai penulis puisi, cerpen dan menterjemahkan karya dari luar negeri, diantaranya, ‘Fred’ karya Sherwood Anderson, yang kemudian diubah berjudul Kematian Di Dalam Hutan. Sumur karya Agusto Cespedes, Model karya Bernard Malamud, Apotek karya Anton Chekov. Kisah Pohon Abu karya Peter Handke. Benang Laba-Laba karya Ryanosuke Akutagawa. Raja Abu karya Alfred Jarry. Jalan Tembakau karya Erskine Caldwell.
Salah satu karya cerpennya yang berulang kali disiarkan adalah New York Sesudah Tengah Malam, yang pertama kali dimuat di majalah Horison, Oktober 1994. Oleh Dede Oetomo, pengajar Unair Surabaya, karyanya tersebut diterjemahkan ke bahasa Inggris dengan judul New York After Midnight, dan dijadikan judul buku kumpulan sebelas cerpen Indonesia dari 11 cerpenis. Buku tersebut disunting oleh Satyagraha Hoerip, diterbitkan Executive Committee, Festival of Indonesia, Amerika Serikat (1990-1991). New York After Midnight, diterjemahkan kembali oleh John H. McGlynn dan dimasukkan dalam kumpulan puisi, cerpen dan esai tentang New York setelah mengalami tragedi 11 September 2001, diterbitkan oleh Lontar, Jakarta (2001), tiga bulan sesudah tragedi tersebut.  
Menikah dengan Mulyani pada 1974. Dikaruniai tiga orang anak, Ayesha, Andre Muhammad dan Yasmin Fitrida.          
(Dari Berbagai Sumber)
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Nama :
Akhudiat
 
                     Lahir :
Karang Anyar, Rogojampi, Banyuwangi, Jawa Timur,
5 Mei 1946
 
Pendidikan :
Sekolah Guru Agama, Jember (1962),
Pendidikan Hakim Islam, Yogyakarta (1965),
Akademi Wartawan Surabaya (1969),
International Writing Program, Iowa University, Amerika Serikat (1975)
 Sekolah Pimpinan Administrasi Dasar Balai Pendidikan Latihan Tenaga Teknis Keagamaan Departemen Agama, Surabaya (1993)
 
Aktifitas Lain :
Anggota Komite Sastra Dewan Kesenian Surabaya (1972-1982),
Anggota Pleno Dewan Kesenian Jawa Timur
 (1999 s/d sekarang),
Steering Committee Festival Seni Surabaya
(2000 s/d sekarang)  
Pengajar  UIN Sunan Ampel, Pengajar Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatika 
 
Karya :
Gerbong-gerbong Tua Pasar Senen
(kumpulan sajak, 1971),
Grafito (drama, 1972),
Rumah Tak Beratap Rumah Tak Berasap dan Langit Dekat dan Langit Sehat (drama, 1974),
Jaka Tarub (drama, 1974),
Bui (drama, 1975),
Re (drama, 1977),
Putih dan Hitam
(drama, 1978),
 Suminten dan Kang Lajim (drama, 1982),
Mencari Air dalam Air (kumpulan sajak, 1983),
Memo Putih (drama, 2000),
Dewa Mabuk
(monolog, 2008)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.