Arizal

Nama :
H. Arizal, MBA
 
Lahir :
Airmolek, Riau, 11 Januari 1943
 
Wafat :
18 Mei 2014
 
Pendidikan :
Sekolah Dasar
 (Airmolek, Riau),
SMP (Airmolek, Riau),
SMA (Pekanbaru, Riau),
Fakultas Ekonomi
Universitas Indonesia,
West Coast Institute Of Management & Technology, Perth, Australia,
Pendidikan Kewartawanan dan Workshop Film
 
Karier :
Karikaturis Majalah Selecta,
Staf Redaksi Majalah Mayapada,
Staf Redaksi Majalah Panorama,
Wartawan lepas Harian Kami (1966-1968),
Penulis lepas Majalah Intisari (1968-1970),
Asisten Artistik Kartun Walt Disney di Universal Studio, Los Angeles, Amerika Serikat
 
Pencapaian :
Juara Musabaqah Tilawatil Quran kecamatan Pasir Penyu, Indragiri Hulu, di Airmolek (1957-1958),
Juara pertama Mencipta Model Jaket Kuning Universitas Indonesia (1968)
 
Filmografi :
Pengejaran ke Neraka
 (Asisten Sutradara, 1971),
Kabut Bulan Madu
(Asisten Sutradara,1972),
Intan Baiduri (1972),
Akhir Sebuah Impian (1973),
Si Manis Jembatan Ancol (1973),
Kutukan Ibu (1974),
Setitik Noda
(Penulis Skenario, 1974),
Senyum dan Tangis (1974),
Setulus Hatimu (1974),
Janji Sarinah (1976),
Secerah Senyum (1976),
Aula Cinta (1977),
Semau Gue (1978),
Laki Laki (1978),
Binal (1978),
Gita Cinta dari SMA (1979),
Remaja Idaman (1979),
Kecupan Pertama (1979),
Puspa Indah Taman Hati (1979),
 Nikmatnya Cinta (1980),
Melody Cinta (1980),
Pintar-Pintar Bodoh (1980),
Bila Hati Pertempuan Menjerit (1981),
 Bodoh-Bodoh Mujur (1981),
Dongkrak Antik (1982),
Serbuan Halilintar (1982),
Maju Kena Mundur Kena (1983),
 Bergolo Ijo (1983),
Pokoknya Beres (1983),
Itu Bisa Di Atur (1984),
Pencuri Cinta (1985),
Kesempatan Dalam Kesempitan (1985),
Pengantik Baru (1986),
Segi Tiga Emas (1986),
Sama Sama Enak (1987),
Dendam Membara (1987),
Pemburu Berdarah Dingin (1988),
Bayar Tapi Nyicil (1988),
Lebih Asyik Sama Kamu (1989), Membakar Lingkaran Api (1989),
Antri Dong (1990),
Mana Bisa Tahan (1990),
Ikut Ikutan (1990),
Sudah Pasti Tahan (1991),
Akal Akalan (1991),
Bisa Naik Bisa Turun (1991),
Salah Pencet (1992),
Masuk Kena Keluar Kena (1992),
Gara-Gara (1993),
Tahu Beres (1993),
Mumpung Ada Kesempatan (1993),
Saya Duluan Dong (1994),
Pencet Sana Pencet Sini (1994)
 
Sinetron :
Gara-Gara,
Ada-Ada Saja,
Saling-Silang,
Jin dan Jun,
Tuyul dan Mbakyul,
Tuyul Millenium,
Indra Ke-6,
Metropolitan Fantasi
 
Lagu Karangan :
Usah Kau Goda
 (Ernie Djohan, 1967),
Mengapa (Alfian, 1967),
Lagu Senyum dan Tangis (Rano Karno, 1974),
Soundtrack  film Setulus Hatimu (1975)
 
Karya Tulis :
Perjaka Ting Ting (Novel)

Sutradara Film
Arizal
 
 
 
 
Lahir di Airmolek, Riau, 11 Januari 1943. Di kenal sebagai sutradara yang mampu membuat film dan sinetron dari berbagai genre. Putra dari pasangan H. Ibrahim Sidi Mangkuto dan Hj. Matayam binti M. Yasin. Pendidikannya setelah menyelesaikan pendidikan dasar dan SMP di Airmolek, ia menamatkan SMA-nya di Pekanbaru. Setelah itu ia melanjutkan pendidikan tingginya di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan kemudian West Coast Institute Of Management & Technology, Perth, Australia. Ia juga pernah mengenyam Pendidikan Kewartawanan dan Workshop Film (KFT).
 
Sebelum terjun ke film, ia pernah menjadi wartawan. Memulai kariernya sebagai karikaturis di majalah Selecta. Kemudian ia bergabung menjadi staf redaksi di majalah Mayapada dan Panorama. Juga pernah menjadi wartawan lepas Harian Kami (1966-1968) di Jakarta dan Penulis lepas majalah Intisari Jakarta (1968-1970). Kariernya di dunia film dimulai ketika ia menjadi asisten artistik kartun Walt Disney di Universal Studio, Los Angeles, Amerika Serikat.
 
Setelah itu pada 1971 ia menjadi asisten sutradara pada film ‘Pengejaran ke Neraka’. kemudian menjadi asisten sutradara film ‘Kabut Bulan Madu’ (1972), produksi PT Sarinande Film. Baru pada 1974 ia dipercaya oleh PT Surya Indonesia Medan Film untuk menjadi sutradara film ‘Anak-Anak Senyum dan Tangis’, yang skenarionya ditulis sendiri dan meraih Piala Citra sebagai film anak-anak terbaik.
 
Di akhir dekade 1970, ia banyak membuat film-film drama. Karyanya yang berjudul ‘Gita Cinta dari SMA’ dan ‘Puspa Indah Taman Hati’ menjadi salah satu film yang banyak digemari masyarakat. Selain itu filmnya yang lain, ‘Setulus Hatimu’ (1975) meraih piala Citra pada Festival Film Indonesia 1975 dan menjadi pemenang di Asia Pacific Film Festival 1975, untuk aktris utama Tanty Josepha.
 
Pada tahun 1980-an, ia juga menggarap film-film komedi. Bersama kelompok Warkop, ia sukses membuat film-film humor yang ketika itu belum banyak muncul. Beberapa film komedinya seperti ‘Pintar Pintar Bodoh’ dan ‘Maju Kena Mundur Kena’ menjadi film terlaris di Indonesia. Berkat kesuksesannya dalam film komedi, ia sempat menjadi salah satu sutradara termahal di Indonesia.
 
Tidak hanya itu, sejumlah film laga juga terlahir dari tangannya dan mendulang sukses dalam peredarannya, di antaranya ‘Segi Tiga Emas’ (1986) dan ‘Dendam Membara’ (1987) serta ‘Pemburu Berdarah Dingin’ (1988) yang sukses dalam peredarannya di dalam negeri maupun di luar negeri. Kemampuannya membuat film dalam berbagai genre, seperti drama, komedi, dan laga, semakin mengangkat popularitasnya di kancah dunia perfilman.
 
Meskipun sudah membesut film drama hingga laga, namun namanya lebih dikenal sebagai sutradara film komedi. Selain film-film komedi Warkop DKI, ia juga turut melahirkan sinetron komedi era 1990-an seperti ‘Gara-Gara’, ‘Ada-Ada Saja’, ‘Saling-Silang’, ‘Jin dan Jun’, serta ‘Tuyul dan Mbakyul’. Ia kembali membuat sejumlah sinetron di era tahun 2000-an, seperti ‘Tuyul Millenium’ (produksi PT. Multivision Plus, 2002-2004, sebanyak 108 Episode), ‘Indra Ke-6’ (produksi PT. Multivision Plus, 2002-2003, sebanyak 71 Episode) dan ‘Metropolitan Fantasi’ (produksi PT. Starvision Plus, 2003-2006, sebanyak 267 Episode). Ia juga tercatat pernah menangani pembuatan sejumlah iklan televisi.
 
Di luar dunia seni peran, Juara Musabaqah Tilawatil Quran kecamatan Pasir Penyu – Indragiri Hulu, di Airmolek, Riau (1957-1958) dan Juara pertama ‘Mencipta Model Jaket Kuning Universitas Indonesia’ 1968 di Jakarta, yang mendapat Trophy dan Buku berisi pesan dari dekan Fakultas Sosiologi Universitas Indonesia, Prof. Dr. Slamet Imam Santoso ini, juga di kenal aktif di musik. Ia pernah menjadi Pemain orkes ‘Singgalang Ria’ Asuhan Kapten. TNI Syusamsir (1958-1962) di Pekanbaru. Menjadi pengarang lagu ‘Usah Kau Goda’  yang dinyanyikan oleh Ernie Djohan (1967), ‘Mengapa’ yang dinyanyikan oleh Alfian (1967), ‘Senyum dan Tangis’ yang dinyanyikan oleh Rano Karno (1974), soundtrack film ‘Setulus Hatimu’ yang di bintangi Tanty Yosepha & Elly S (1975). Pernah menjadi Ketua band ’Boanez’ Melati Room Proyek Senen (1967-1968) di Jakarta. Profesinya lain yang pernah ia geluti yakni menjadi Pengarang dan penulis novel ‘Perjaka Ting Ting’, dengan semboyan ‘Bila Cinta Sudah Melekat, Tahi Gigipun Terasa Coklat’, yang diangkat ke layar lebar menjadi film ‘Remaja Idaman’ tahun 1979.
 
Sutradara spesialis film komedi Arizal wafat pada 18 Mei 2014, di usia 71 tahun.
 
(Dari Berbagai Sumber)
                        
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *