Astrie Ivo

Nama :
Astrie Feizaty Ivo

Lahir :
Jakarta, 21 September 1964

Pendidikan :
FHW Berlin, Jerman

Pencapaian :
Pemain Cilik Terbaik Festival Film Asia/ FFA di Taipei (1971)

Aktifitas Lain :
Vice President SDM Tri Dharma Widya (sejak tahun 1995),
Penulis,
Pendakwah

Filmografi :
The Big Village (1969),
Samiun dan Dasima (1970),
Titienku Sayang (1972),
Jauh Dimata (1973),
Tabah Sampai Akhir (1973),
Bony dan Nancy (1974),
Ratapan Si Miskin (1974),
Suster Maria (1974),
Susana (1974),
Bila Hati Perempuan Menjerit (1981),
Lembah Duka (1981),
Fajar Yang Kelabu (1981),
Bunga Cinta Kasih (1981),
Kerikil-kerikil Tajam (1984),

Sinetron :
Jangan Ambil Anakku (1996),
Sop Kambing (1997),
Cinta Sepanjang Jalan (1997)

Karya Tulis :
Cantik Sepanjang Usia (2006)


Aktris Film
Astrie Ivo

Bernama asli Astrie Feizaty Ivo. Wanita berdarah Aceh-Minangkabau ini, Lahir di Jakarta, 21 September 1964. Ibunya, Ivo Nilakreshna merupakan seorang penyanyi ternama di era tahun 1960-an. Lulusan Sarjana Muda FHW Berlin, Jerman ini, Mengawali kiprahnya di dunia layar lebar sejak masih sangat belia, yakni ketika baru berusia 5 tahun. Ketika itu ia di ajak mendiang Usmar Ismail bermain dalam film ‘The Big Village’ (1969).

Penampilannya yang begitu menggemaskan didepan kamera, ditambah dengan bakat akting yang ia miliki, membuat dirinya bersinar di era tersebut. Permainannya yang cemerlang dalam film ‘Samiun dan Dasima’ (1970) mengantarkannya menjadi Pemain Cilik Terbaik Festival Film Asia/FFA 1971 di Taipei. Sejak itu, lebih dari 30 judul film ia mainkan antara tahun 1970 sampai 1984. Baginya, meski saat itu usianya masih terbilang amat muda, ia tak menjadikan berbagai perannya di layar lebar sebagai beban. baginya berkesenian itu memang sudah menjadi bagian dari hidupnya. Jadi, sampai dewasa ia saya menikmati berakting di depan kamera.

Film yang di bintanginya ketika menginjak remaja antara lain ‘Bila Hati Perempuan Menjerit’ (1981), ‘Lembah Duka’ (1981), ‘Fajar Yang Kelabu’ (1981), dan ‘Kerikil-Kerikil Tajam’ (1984). Lalu ia pergi ke Jerman untuk berkuliah antara tahun 1986 sampai 1990. Selama berkarier di dunia perfilman, wanita yang pernah juga menjadi penyanyi slow di era 1980-an ini sempat pula menjadi pemain utama dalam film ‘Bunga Cinta Kasih’, ‘Tabah Sampai Akhir’, serta ‘Boni dan Nancy’. Ia juga tercatat bermain dalam sejumlah sinetron di seperti ‘Jangan Ambil Anakku’ (1996), ‘Sop Kambing’ (1997), dan ‘Cinta Sepanjang Jalan’ (1997).

Beberapa tahun terakhir ia sudah jarang tampil berakting. Kemunculannya di layar kaca pun sebatas menjadi presenter di acara bertopik agama. Hal tersebut seiring keputusannya untuk mengenakan jilbab sejak tahun 2000. Bahkan kini, Bunda Aci, sapaan akrabnya, dikenal sebagai pendakwah. Di luar dunia film dan televisi, ia pernah menjadi Vice President SDM Tri Dharma Widya (sejak tahun 1995) dan menjadi penulis buku berjudul ‘Cantik Sepanjang Usia’ yang dirilis di Arena Islamic Book Fair, Senayan pada bulan Maret 2006.

Menikah dengan Dariola Yusharyahya yang merupakan adik dari aktris Zoraya Perucha, dikaruniai tiga orang putra, Kevin Arighi Yusharyahya, Adrio Faresi, dan Riedo Devara.

(Dari Berbagai Sumber)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *