Ayo Mengenal Permainan Cublak-Cublak Suweng

Permainan cublak-cublak suweng berasal dari Jawa, yaitu berasal dari kata cublak-cublak yang berarti diketuk-ketuk dan suweng yang berarti subang antik yang terbuat dari tanduk atau uwer. Jadi maksud dari cublak-cublak suweng adalah suatu permainan anak tradisional yang pelaksanaannya dengan mengetuk-ngetuk alat permainannya yang berupa subang atau uwer atau biji-bijian atau dapat pula berupa kerikil di telapak tangan para pemain.

Permainan cublak-cublak suweng disertai dengan nyanyian dan diakhiri dengan anak yang jadi atau dalam bahasa Jawa disebut dadi. Pemain yang dadi harus mencari uwer yang disembunyikan pada genggaman salah satu anak yang menang dan kalau anak yang jadi dapat menemukannya ia akan menjadi pemain. Sedangkan anak yang ketahuan membawa uwer menggantikan anak yang dadi. Latar belakang sosial budaya permainan ini adalah merupakan a1at pergaulan yang sangat baik bagi anak serta melatih keberanian sehingga tidak clingus.

Latar belakang sejarah perkembangan permainan cublak-cublak suweng hingga sekarang belum diketahui jelas. Sebab, permainan tersebut telah berkembang secara merata hampir di setiap daerah di Jawa bahkan sampai sekarang masih banyak anak yang memainkannya. Jumlah peserta dalam permainan ini sekitar 5 anak yaitu a, b, c, d, dan e. Karena permainan ini mudah dan tidak berbahaya, maka anak kecil pun (anak TK) dapat ikut serta sambil belajar terutama belajar tentang nyanyiannya. Sedangkan yang dapat memainkannya tidak dibatasi jenis kelaminnya, boleh putera maupun puteri.
Dalam permainan cublak-cublak suweng salah satu pesertanya yang menang memilih salah satu anggotanya menjadi pimpinan permainan. Ia disebut dengan “mbok”nya. “Mbok” nya ini bertugas untuk mengetuk-ngetuk alat permainan atau uwer ke telapak tangan para pemain dan yang dipilih menjadi “mbok”nya adalah anak yang paling besar.

Di dalam permainan cublak-cublak suweng menggunakan sebuah iringan lagu yang selama permainan berlangsung semua pemain ikut menyanyikannya. Adapun nyanyiannya adalah sebagai berikut:

cublak-cublak suweng, suwenge teng gelenter,

mambu kethundhung gudel Pak empong orong-orong,

pak empong orong-orong.

Sir sir plek/plong dhele kaplak/gosong.

ora enak, sir sir plak/plong dhele keplak/gosong ora enak“.

Jalannya Permainan

Pertama-tama para pemain melakukan hompipah. Hal ini dilakukan apabila pesertanya lebih dari dua orang, jika pesertanya hanya dua orang maka dilakukan hompingsut. Barangsiapa yang kalah, maka dia yang jadi. Misalnya saja a. Selanjutnya a duduk bersimpuh dan bertelungkup, sedangkan b, c, d, dan e duduk mengelilingi a dengan telapak tangan keduanya dalam posisi menengadah diletakkan di alas punggung a. Kemudian b, c, d, dan atau mereka yang menang mulai menyanyikan lagu cublak-cublak suweng. Bersamaan dengan itu, “mbok”nya atau anak yang terbesar memegang uwer lalu ditekan-tekankan pada setiap telapak tangan pemain, yaitu mulai dari b sampai dengan dirinya sendiri sebagai “mbok”nya.

Siswa -Siswa Siap Melakukan Permainan Cublak-cublak Suweng

Siswa -Siswa Siap Melakukan Permainan Cublak-cublak Suweng

Perlu diketahui bahwa “mbok”nya hanya usaha telapak tangan yang dipasang sedangkan pemain yang lain sepasang karena tangannya yang satu digunakan untuk memegang uwer. Setelah lagu sampai pada kata-kalapa kempong orong-orong semua telapak langan diangkat dari punggung a dengan posisi menggenggam dan pada kata-kata sir-sir pong dhele kaplak /gosong kedua telunjuk kiri dan kanan terjulur seperti orang menyisir gula. Bersamaan dengan hal tersebut a atau yang jadi bangun dan mencari genggaman tangan yang ada isinya uwer. Apabila tepat menebaknya maka semua mengatakan gosong dan a kembali lagi menjadi anak yang kalah. Demikian seterusnya sampai mereka bosan dan lelah, maka bubarlah permainan cublak-cublak suweng.

You may also like...