Mengenal Permainan Dhingklik Oglak Aglik

Permainan dhingklik oglak-aglik berasal dari Jawa, yaitu dari kata dhingklik dan oglak-aglik. Dhingklik adalah semacam bangku kecil yang digunakan sebagai tempat duduk yang keadaannya tidak seimbang sehingga mudah roboh . Pengertian tersebut sesuai dengan jalannya permainan. Oleb sebab itu untuk melakukan permainan dhingklik oglak-aglik dibutuhkan kekompakan, keseimbangan dalam ikalan bagi pesertanya. Permainan ini dapat dipertandingkan dan diiringi dengan nyanyian.

Permainan dhingklik oglak-aglik merupakan sarana sosialisasi bagi anak yang sebaya karena dalam permainan tersebut semua peserta mempunyai tugas, gerak-gerik dan menyanyikan lagu yang sama. Mereka juga harus saling membantu supaya tetap dalam keadaan utuh sampai selesainya permainan. Di dalam akhir permainan mereka tampak bergembira walaupun diantara mereka ada yang kesakitan karena gagal dalam membentuk satu ikatan sehingga tidak ada keseimbangan diantara peserta sehingga mudah jatuh. Dengan demikian permainan dhingklik oglak-aglik dapat dijadikan untuk melatih anak menanggung resiko dan menjadi anak yang bandhel atau tahan uji.

Latar belakang sejarah perkembangan permainan dhingklik oglak-aglik belum ada seorangpun yag mengetahui. Namun dalam perkembangannya permainan ini cukup dikenal oleh masyarakat di DIY. Peserta permainan dhingklik oglak-aglik sedikitnya berjumlah tiga orang. Apabila akan dipertandingkan paling sedikit harus terdapat dua kelompok atau lebih. Setiap kelompok terdiri dari 3 – 5 anak. Permainan ini dapat dilakukan baik oleh anak puteri maupun putera atau bahkan dimainkan secara campuran. Apabila dimainkan secara campuran biasanya pesertanya masih kecil, sedangkan jika dimainkan oleh anak puteri atau putera saja biasanya mereka sudah besar. Peserta permainan dhingklik oglak-aglik sebaiknya dipilih yang seusia, sama besar dan sama linggi dengan harapan dapat menjaga keseimbangan dan tidak mudah roboh.

Permainan ini tidak memerlukan peralatan apapun hanya membetulkan halaman yang luas terlebih bila permainan ini akan diikuti oleh beberapa kelompok. Sebab, jarak aniara kelompok satu dengan lainnya diusahakan agak berjauhan agar tidak bertubrukan. Disamping luas, permainan ini juga memerlukan tanah yang datar dan bukan berupa lantai agar jika jatuh tidak membahayakan. Adapun permainan ini mempunyai iringan lagu yang dinyanyikan bersama oleh semua peseta sambil berlonjak–lonjak dan bertepuk tangan sehingga suasananya meriah. Syair dalam lagu dhingklik oglak-aglik adalah sebagai berikut :
“Pasang dhingklik oglak-ag!ik, yen kecelik adang gogik, yu yu
mbakyu mangga dateng pasar
blonjo, leh olehe napa, jenang, jagung, enthok-enthok jenang jagung”, 3x

Jalannya Permainan

dhengklik-oglak-aglik

Pertama-tama mengumpulkan 3 – 5 anak yang sebaya, baik besamya  maupun tingginya. Jika akan bertanding paling sedikit harus terdiri dari dua
kelompok. Selanjutnya mencari halaman yang luas, datar dan tidak panas namun bukan lantai. Apabila permainan ini merupakan pertandingan, maka ada peraturannya. Peraturan ini dibacakan sebelum pertandingan dimulai yang disetujui oleh setiap kelompok peserta. Adapun peraturan itu adalah (a) kelompok yang lebih dahulu jatuh dianggap kalah; (b) salah seorang peserta dari kelompok apabila kaitan kakinya lepas atau terpisah maka kelompok tersebut dianggap kalah; (c) bagi kelompok yang kalah harus dikenakan hukuman sesuai dengan perjanjian, misalnya gendongan yang jaraknya telah ditentukan semula.

Permainan dhingklik oglak-aglik dilakukan secara bertahap. Tahap pertama para peserta berdiri berhadapan sambil bergandengan tangan. Kemudian tahap kedua, a dan d menerobos di bawah lengan b dan c, sehinggga posisi berdirinya bertolak belakang dan masih bergandengan tangan. Tahap ketiga setiap peserta satu kakinya diangkat ke dalam dan saling dikaitkan, harus kokoh sehingga tidak mudah lepas atau jatuh. Tahap keempat, setelah mereka bergandengan tangan lalu bertepuk tangan dan sambil melonjak-lonjak dan menyanyikan lagu dhingklik oglak-aglik secara berulang-ulang sampai ada kaki yang jatuh atau lepas kaitannya. Apabila ada yang lepas kaitannya maka selesailah permainan tersebut. Namun apabila digunakan untuk bertanding maka permainan ini diakhiri dengan gendongan. Gendongan ini sebagai hukuman bagi yang kalah atau yang lepas atau terjatuh lebih dahulu. Kelompok yang kalah menggendong. kelompok yang menang, jaraknya sejauh jarak yang telah ditentukan di awal permainan.

You may also like...