Mengenal Tari Bedoyo Srigati

Tari Bedoyo Srigati ini adalah tarian sakral yang biasanya menjadi tarian upacara adat pada waktu Ganti Langse di obyek wisata spiritual Pesanggrahan Srigati. Tarian Ini ditarikan oleh paling sedikit 10 penari yang semua harus masih gadis. Saat ini Tari Bedoyo Srigati juga biasa ditampilkan pada saat ada jamuan tamu yang berkunjung di Ngawi. Ditarikan oleh para gadis cantik dengan pakaian tradisional yang indah dan gerak yang lembut, Bedoyo Srigati sangat menarik untuk ditonton.

Pada mulanya tarian ini tidak sepopuler tari orek-orek yang telah dikenal oleh masyarakat luas. Tarian ini umumnya menjadi tarian upacara adat pada waktu Ganti Langse di obyek wisata spiritual Pesanggrahan Srigati. Ganti Langse merupakan ritual adat tahunan yaitu dengan mengganti kain mori lama dengan kain mori yang baru. Pesanggrahan berarti tempat peristirahat, sedangkan Srigati adalah nama daerah di Ngawi. Konon, Pesanggrahan Srigati merupakan tempat peristirahatan Prabu Sriwijaya setelah kalah perang dari Raden Patah, tahun 1293. Namun kini menjadi obyek wisata spiritual yang menurut penduduk setempat adalah pusat keraton lelembut/makhluk halus. Tarian Bedoyo Srigati dibawakan oleh sedikitnya 10 penari yang uniknya kesemua penari tersebut haruslah memiliki wajah cantik dan masih gadis. Hal ini tak lepas dari fungsi tarian tersebut yang merupakan upacara adat. Dipercaya jika syarat ini tidak dipenuhi maka akan menimbulkan amarah penghuni Pesanggrahan Srigati.

Seiring berjalannya waktu, tarian ini mulai mendapat tempat di hati para penduduk kota Ngawi. Terlebih lagi para penari yang berparas cantik dengan pakaian tradisional yang indah dan gerak yang lembut menambah daya tarik tersendiri dari Tari Bedoyo Srigati. Kini Tari Bedoyo Srigati biasa ditampilkan pada saat ada jamuan tamu yang berkunjung ke Ngawi.

You may also like...