Dedi Setiadi

Nama :
Dedi Setiadi
 
Lahir :
Sukabumi, Jawa Barat,
26 Oktober 1952
 
Pendidkan :
Sekolah Televisi (TVRI) bidang perencana program/ program planner (1976),
Sekolah Televisi (TVRI) bidang penyutradaraan/advanced program director (1982),
Asia Pacific Institute for Broadcasting Development/AIBD, bidang TV Sport, TV Commercial, Kuis, Talk Show & Pendidikan,  Kuala Lumpur (1983),
STIA LAN RI, Jakarta
(1987-1991/tidak selesai) 
 
Karier :
Karyawan TVRI pusat Jakarta sebagai sutradara drama TV, FTV dan program olahraga (1976-1991)
 
Pengalaman Bekerja :
Pengajar pada Asia Pasific  Institute for Broadcasting Development , Colombo-Srilanka, selama 3 tahun keliling Asia Pasifik (1984),
Pengajar Tamu di Multimedia Training Center/MMTC, Yogyakrta,
Pengajar Tamu di Institut Seni Indonesia/ISI, Yogyakarta,
Pengajar Penguji, Praktek Produksi di Institut Kesenian Jakarta (2012),
Pengajar di Balai DIKLAT TVRI, Jakarta
Sutradara Free Lancer di Production House (DEMI GISELA CITRA CINEMA -Deddy Mizwar, MULTIVISION – RAAM PUNJABI, STARVISION – PARWES, ATMOCHADE MP – ARSWENDO AA, MNC TV, TransTV. s/d sekarang),
Juri SEOUL INTERNATIONAL DRAMA AWARD 2008 –
Korea Salatan,
Ketua Dewan Juri Festival Film Indonesia (2010),
Menyutradarai 16 variety show ‘Sosialisasi Undang-Undang Perlindungan Terhadap Fakir Miskin di Global TV dan TVRI Pusat – 2012 (Sarasehan Anak Negeri, Jendela Rakyat – BPJS, Pasar Tradisional, TAPERA/Tabungan Pembangunan Rakyat, Koperasi, Tata Ruang, Nelayan Tangkap dan Nelayan Tambak, Bantuan Hukum bagi Rakyat Miskin, UU Perkopaerasian/UMKM) ,
Menyutradarai program televisi ‘Oh Ternyata’ di Trans TV (Mimpi Seorang Tukang Koran – Februari 2014, Laskar Kardus – Maret 2014),
Menyutradarai program televisi ‘Bioskop Indonesia’ di Trans TV (Pasukan Gerobak, Rumah Dari Bungkus Permen – 2015) 
 
Aktifitas Lain :
Program Director acara ulang tahun Lion Air di candi Prambanan, D.I.Y Togyakarta,
Program Director Acara Deklarasi Rakyat Jakarta Gerakan Indonesia Anti Madat di Tenis Indoor Senayan, Jakarta,
Program Director acara peresmian Gedung Baru Mahkamah Konstitusi
 (13 Agustus 2007),
Program Director Acara Syukuran Ulang Tahun ke-4 dan Peresmian Gedung Mahkamah Konstitusi (15 Agustus 2007),
Program Sosialisi Mahkaman Konsistusi (3 episode film televisi, operet, iklan layanan masyarakat, variety show),
Event Organizer Peresmian Pusat Sejarah Mahkamah Konstitusi (2014)
 
Pencapaian :
FFI – Piala Vidya untuk Sinetron Terbaik ‘Karina’ (1987),
FFI –  Piala Vidya untuk sinetron terbaik ‘Pemahat Borobudur’ (1989),
Meraih Piala Monitron kategori Sutradara Terbaik untuk sinetron ‘Pemahat Borobudur’ (1989),
Sinetron ‘Pemahat Borobudur’ meraih Prix Jeunesse Festival, Muenchen, Jerman Barat (1990),
Piala Vidya untuk sinetron Miniseri Terbaik FSI ‘Siti Nurbaya’ (1991),
Piala Vidya Utama di festival Sinetron Indonesia untuk sinetron ‘Vonis Kepagian’ (1996),
Piala Vidya Utama Penulis Cerita Asli Sinetron Drama Terbaik FSI untuk sinetron ‘Vonis Kepagian’ (1996),
Piala Vidya Utama Penulis Teleplay Sinetron Drama Terbaik FSI untuk sinetron ‘Vonis kepagian’(1996),
‘Vonis Kepagian’ meraih Sinetron Terbaik Versi Majalah Vista TV (1996),
Sinetron ‘Cermin’ meraih Drama Seri Terbaik FSI (1998)
Sutradara Sinetron Cerita Drama Seri Terbaik FSI untuk sinetron ‘Cermin’(1998),
Anugerah Prestasi Bulletin Sinetron 2000 sebagai Pelopor Sutradara sinetron,
Sinetron ‘Keluarga Cemara’ meraih penghargaan Sinetron Drama Terpuji dari Festival Film Bandung (2001),
Sinetron ‘Keluarga Cemara’ meraih Panasonic Award
(2001 dan 2002)
Sinetron ‘Apa Kabar Bangsamu’ meraih penghargaan Sinetron Drama Terpuji dan Sutradara Terpuji dari Festival Film Bandung (2003)
Sutradara Terbaik FSI untuk sinetron ‘Sandal Bolong Untuk Hamdani’ (2004),
Sinetron ‘Sandal Bolong Untuk Hamsani’ meraih Film Televisi Terbaik dalam FSI 2004,
Sinetron ‘Ngaca Dong’ meraih Sinetron Komedi Terpuji Festival Film Bandung (2006),
FTV ‘Sandal Bolong Untuk Hamdani’ meraih Film Televisi terbaik di International Seoul Drama Award – Korea Selatan (2006),
Sutradara terbaik FORUM FILM BANDUNG untuk DRAMA TV SERIES ‘RINDUKU CINTAMU’ (2008),
FTV ‘Menggapai Harapan’ meraih gelar FTV Terbaik di Forum Film Bandung (2010),
FTV ‘Wagina Bicara’ meraih gelar FTV Terbaik KPI/Komisi Penyiaran Indonesia Award (2011)
FTV ‘Cinta Punya Cerita’ meraih FTV Terpuji di Festival Film Bandung (2013),
FTV ‘Manusia Gerobak’ meraih Sutradara Terpuji di Festival Film Bandung (2014),
FTV ‘Manusia Gerobak’ meraih FTV TERBAIK KPI AWARD (2014)
Penghargaan IKJ Bidang Seniperan kategori sutradara terbaik (2014)
 
Program Televisi dan Film (bersama TVRI  lebih dari 100 judul Cerita Akhir Pekan dan TV Play) diantaranya  :
Losmen,
Pondokan,
Jendela Rumah Kita (1988),
Siti Nurbaya (1992),
Menanti Mentari Pagi (1992),
FTV ‘Bertahan Dalam Badai’,
FTV ‘Luka Di Wajah Kita’,
Nyai Dasima (bersama Sepro/September Promotion),
Juragan Sulaeman (bersama Sepro/September Promotion),
Dokter Syamsi (bersama Sepro/September Promotion),
FTV ‘Luka Bayang’ (1988),
FTV ‘Taufan Dalam Gelas’,
FTV ‘Karina’ (bersama N. Riantiarno, 1987),
FTV ‘Kucing Pak Selatiban’,
FTV ‘Warisan’,
FTV ‘Boneka-Boneka’,
FTV ‘Pulang’
(bersama Teguh Karya),
FTV ‘AA-II-UU’
(bersama Arifin C. Noer),
TV Play ’Srimulat’,
TV Play ‘Komedi Jakarta’,
TV Play ‘Lenong Betawi’,
TV Play ’Gandrik’,
TV Play ’Jeprik’,
TV Play ‘Topeng Betawi’,
TV Play ‘Jenaka KR’,
TV Play ‘Tarling Cirebon’,
Serial TV ‘ACI/Aku Cinta Indonesia’ (Si Amin dan Roda-Roda, Pustekom)
 
 Program Televisi dan Film (bersama stasiun Televisi lain) diantaranya  :
Dongeng Dangdut
(39 episode, 1993-1994, TPI),
Cermin
(Drama Series, 13 episide),
Satu Kakak Tujuh Ponakan
 (26 episode, 1995, RCTI),
Keluarga Cemara
(30 episode, 1995, RCTI),
Wanita Kedua
(39 episode, 1995, INDOSIAR),
FTV ‘Vonis Kepagian’
 (Anteve, 1996),
Ketulusan Kartika
(8 episode, TVRI-RCTI, 1998),
Cewek Macan
(10 episode, SCTV, 2002),
Juki (26 episode, SCTV, 2003),
Oom Pasikom
(13 episode, TV7, 2003),
TV Play ‘Panggung Humor’ (SCTV, 2004),
FTV ‘Sandal Bolong Untuk Hamdani’ (SCTV, 2004),
Ngaca Dong
(13 Episode, TRANS TV, 2005),
FTV ‘Surat Cinta Untuk Reformasi’ (2005),
Sinetron Seri ‘Kiamat sudah Dekat’ (20 episode, SCTV, 2006),
Milyader Geser Pager
 (26 episode, TPI, 2007),
Komedi TV ‘Play Kecil-Kecil Ngobyek/KKN’ (RCTI, 2007),
FTV Anak-Anak ‘Sepatu Untuk Sahabat’ (Global TV, 2007),
Drama TV Keluarga
 ‘Rinduku Cintamu’
(25 episode, SCTV, 2008),
FTV ‘Mukjizat Doa’ (TPI, 2009),
Sinema Wajah Indonesia produksi Citra Sinema,
2010-2011 (FTV ‘Wagina Bicara’, FTV ‘Menir Si Proyek Gagal’, FTV ‘Badik Titipan Ayah’,
FTV ‘Putus Arang’
 
Flm Televisi (FTV) :
Sinema Wajah Indonesia (Wagina Bicara, Menir Si Proyek Gagal, Badik Titipan Ayah, Putus Arang, Jalan Cianjur,
Manusia Gerobak, Balsem, Carok, Miskin Susah Kayapun Susah, Jangan Copet Dompet Wak Haji, Antara Tresno dan Cintanya – 2014, Hati-Hati Dengan Hati – 2015)
 
Filmografi :
True Love (Moestion Film, 2011),
Ajrak – Melawan Sindikat Perdagangan Wanita 
(Kin & Brajamusti, 2011),
Mentari Dari Kurau (2012),
Keluarga Cemara (2015),
 
Karya Non Cerita
(Iklan, PSA dll) :
 Lion Air versi Business Class, Merah Putih dll,
Selai Morita,
Kue Lapis Legit Morisca,
Jamu Air Mancur (20 versi),
Honda Genio dan Estillo
Imunisasi Dipthery, Polio (Departemen KeSehatan),
Tipu Hadiah – Sekolah Ekspor Impor (Departemen Perindustrian dan Perdagangan),
Sosialisasi Busway – Mencegah Kematian (Departemen Perhubungan),
Pemakai VIP – Akibat Pergaulan – Program Rehabilitasi (Badan Narkoba Nasional) 
 
Film Dokumenter :
Keroncong Tugu (1990),
Peresmian Gedung Mahkamah Konstitusi (2007)
Kegiatan Wakaf Produktif di Pesantren-Pesantren (2008),
Sejarah Konstitusi (2014)
 
Video Klip :
Video klip band Genosis ‘Baru Kusadari’ (PT Attross.com),
Video klip Jaja Miharja Putus Cinta (TVRI),
Video klip Nine ball ‘Hingga Akhir Waktu’ (PT. Aquarius Musikindo),
Pertunjukan musik Rhoma Irama, Ridho Rhoma, dan Debu (Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, 2009),    
 
Karya Film & Sinetron Lainnya :
Pemahat Borobudur (1989),
 Anak (1990),
Duren-Duren (1994)

Sutradara Film
Dedi Setiadi
 
 
 
 
Lahir di Sukabumi, Jawa barat, 26 Oktober 1952. Pendidikan penyutradaraan dan bidang pertelevisiannya di tempuh Sekolah Televisi (TVRI) bidang perencana program/program planner (1976) dan bidang penyutradraan/advanced program director (1982), Asia Pacific Institute for Broadcasting Development/AIBD bidang  TV Sport, TV Commercial, Kuis, Talk Show & Pendidikan, Kuala Lumpur – Malaysia (1983), dan STIA LAN RI (1987-1991) namun tidak dapat ia rampungkan.
 
Awal sebagai sutradara bermula ketika ia ditugaskan untuk mengarahkan dan menyutradarai acara ‘Bina Drama’ di TVRI yang mengajarkan tentang dunia seni peran dengan Tatiek Maliyati Sihombing, dosen di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) sebagai pengajar seni perannya. Sejak saat itu ia tercatat banyak menyutradarai beragam acara seperti fragmen-fragmen, film penerangan, acara agama, juga sinetron. Ia pernah bekerja sama dan banyak belajar dari dengan Putu Wijaya, Ali Shahab, Arifin C Noer (alm), Nano Riantiarno, juga Teguh Karya (alm).
 
Terjun ke dunia sinetron sebagai sutradara dalam serial ‘Jendela Rumah Kita’ (1988), yang di bintangi oleh Deasy Ratnasari dan Dede Yusuf.  Setelah itu ia banyak menghasilkan karya sinetron berkualitas, diantaranya ‘Luka Bayang’ (1988), ‘Pemahat Borobudur’ (1989), ‘Anak’ (1990), ‘Keroncong Tugu’ (1990) dan sinetron yang sempat booming pada jamannya, ‘Siti Nurbaya’ (1992), yang di bintangi oleh Novia Kolopaking dan Gusti Randa. Setelah menyutradarai ‘Siti Nurbaya’, tahun 1991 ia memilih keluar dari TVRI karena ingin menjadi sutradara yang profesional dan ingin mencari pengalaman baru.
 
Setelah keluar dari TVRI, waktunya yang lowong ia gunakan untuk belajar, diantaranya banyak mengikuti diskusi seni di TIM Setelah vakum beberapa waktu dari dunia seni peran, ia kemudian mendapat tawaran dari Arswendo Atmowiloto, untuk menggarap sinetron ‘Dongeng Dangdut’ (1993). Beberapa karyanya yang pernah di tayangkan di sejumlah televisi swasta, antara lain, ‘Keluarga Cemara’, ‘Satu Kakak Tujuh Keponakan’, ‘Juki’, ‘Apa Kabar Bangsamu’ dan ‘Om Pasikom’. Meski Begitu, pria berkacamata ini termasuk sutradara yang tidak mau larut akan selera pasar.
 
Sutradara yang pernah mengangkat Teater Gandrik ke layar televisi, TVRI dan di kenal kerap membuat karya sinetron berbau kritik sosial ini, pada tahun 2011, meluncurkan karya film layar lebar yang pertama, ‘True Love’ yang diangkat dari novel Mira W yang berjudul ‘Cinta Sepanjang Amazon’. Film yang mengambil lokasi pengambilan gambarnya di Stockholm, Swedia dan di Raja Ampat, Papua ini, dibintangi oleh Mario Lawalatta, Fanny Fabriana, Alex Komang, serta Happy Salma. Penulisan skenarionya dibantu oleh Viva Westi, produksi Yayasan Pendidikan Prof. Dr. Moestopo. Tahun 2012, ia membuat film berjudul ‘Mentari Dari Kurau (2012).
 
Atas peran aktifnya di dunia film dan sinetron, ia pernah meraih beberapa penghargaan diantaranya, Piala Vidia untuk ‘Karina’ (1987) dan ‘Pemahat Borobudur’. Juga meraih Piala Vidia untuk sinetron miniseri terbaik 1992, ‘Siti Nurbaya’ dan Piala Vidia Utama untuk ‘Vonis Kepagian’ (FSI 1987. Karyanya yang lain ‘Keluarga Cemara’ dan ‘Apa Kabar Bangsamu’ mendapat penghargaan Festival Film Bandung.
 
Peraih Nominasi untuk Sinetron Terbaik FFI 1987 ‘Kucing Pak Selatiban’, FSI 1988 ‘Luka Bayang’, Sinetron Terbaik FFI 1988 ‘Pulang’, Penulis Skenario Terbaik FFI 2004 FTV ‘Sandal Bolong Untuk Hamdani’, Film Televisi Terbaik, Skenario Terbaik, utradara Terbaik FSI 2005 FTV ‘Surat Cinta Untuk Reformasi’, FTV Terbaik & Sutradara Terbaik SCTV Award  2011 ‘Wagina Bicara’, dan Piala Vidia Festival Film Indonesia 2013 ‘Miskin Susah Kayapun Susah’ dalam sebelas kategori (memenangkanDirector Of Photography)terbaik, Penata Suara Terbaik, Aktor Terbaik) ini, berdomisili di  Jl. H. Dimun IV, Swadaya 6. RT. 06, RW. 06, No. 49. Sukamaju, Cilodong, Depok, Jawa Barat.
 
(Dari Berbagai Sumber)
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *