Dhalia

Nama :
Dhalia
 
Lahir :
Medan, Sumatera Utara,
10 Februari 1927
 
Pendidikan :
HIS Muhammadiyah (1939),
MULO Yogyakarta (1942),
Pendidikan Drama
 
Penghargaan :
Pemeran Utama Wanita terbaik dalam film Lewat Djam Malam produksi Perfini dan  Persari
 (FFI 1955)
 
Filmografi :
Pantjawarna (1940),
Panggilan Darah (1941),
Moestika dari Djenar (1941), Sambodja (1942),
Berdjoang (1943),
Sorga terakhir (1951),
Antara Dua Sorga (1952), Halilintar (1954),
Kopral Djono (1954),
Lewat Djam Malam (1954), Peristiwa Surabaja Gubeng (1956),
Calon Sarjana (1974),
M-5/Menantang Maut (1978), Sepasang Merpati (1979),
Usia 18 (1980),
Bukan Isteri Pilihan (1981),
Mereka Memang Ada (1981,)
Halimun (1981),
Ajian Macan Putih (1982),
Darah Dan Mahkota (1983), Ronggeng (1983),
Secangkir Kopi Pahit (1983),
Bercinta dalam Badai (1984),
Pertunangan 85 (1985),
Arie Hanggara (1985),
Yang Perkasa (1986), Pernikahan Dini (1987),
Bayi Tabung (1988),
Nuansa Birunya Rinjani (1989),
Joe Turun ke Desa (1989), Pendekar Jagat Kelana (1990),
Ketika Dia pergi (1990)


Aktris Film
Dhalia
 
 
 
Lahir di Medan, Sumatera Utara, 10 Februari 1927. Berlatar pendidikan HIS Muhammadiyah (1939), MULO Yogyakarta (1942) dan pendidikan drama pada zaman Jepang. Ayahnya, Tengku Katam adalah pemilik rombongan sandiwara ‘Dahlia Opera’ dimana aktris Roekiah pernah bergabung. Nama awal rombongan sandiwara itulah yang dijadikan namanya, Dahlia. Semula ayahnya yang tokoh Muhammadiyah pada masa itu menginginkan Dhalia melanjutkan ke MULO di Yogyakarta setamat HIS, untuk kelak melanjutkan ke sekolah tinggi Agama Al Azhar di Kairo, Mesir. Tetapi setelah tiba di Yogyakarta, Dhalia lebih tertarik pada bidang seni sandiwara, seperti yang pernah digeluti ayahnya.
 
Dari panggung sandiwara, Dhalia kemudian beralih ke dunia film. Itu dimulai pada 1940 dengan ikut membintangi film Pantjawarna produksi Oriental film (Tjho Seng Han). Dalam sejarah perfilman Indonesia, film yang di sutradarai Njoo Cheong Seng dan diiringi 12 lagu keroncong yang sedang populer pada masa itu, tercatat sebagai film musikal pertama. Sejak itu nama Dhalia semakin menonjol dan tambah populer setelah pada 1941 membintangi Moestika dari Djenar bersama Rd. Mochtar. Sampai tahun 1956, Dhalia sudah membintangi 18 film, dan semuannya sebagai pemeran utama.
 
Sesudah itu ia tidak aktif lagi main film. Meskipun demikian, namanya tetap dikenal sebagai pemain watak yang baik. Itu terbukti dari penghargaan yang di terimanya pada FFI 1955, sebagai Pemeran Utama Wanita terbaik dalam film Lewat Djam Malam produksi Perfini dan Persari. Baru pada 1974 ia kembali ke dunia film lewat Calon Sarjana produksi PT. Mardi Ayu Film, dimana ia bermain sebagai pemeran pembantu. Pada tahun-tahun berikutnya ia masih turut bermain dalam berbagai produksi film, walaupun hanya sebagai pemeran pembantu. Dua kali masuk nominasi sebagai aktris pembantu, masing-masing dalam Usia 18  dalam FFI 1981 dan Bukan Isteri Pilihan  pada FFI 1982.
 
Dhalia wafat di Jakarta, 14 April 1991.
(Apa Siapa Orang Film Indonesia)
 
 
 
 
 
 
 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.