El Badrun

Penata Artistik
El Badrun

Bernama asli Bachrun Djamali. Lahir di Tegal, Jawa Tengah, 25 Januari 1950. Pendidikan yang pernah di tempuhnya SLA (1969), KPU Sinematografi (KFT) dan Kursus Pendidikan Sutradara (1992). Ketika masih tinggal di Tegal, ia suka melukis dan membuat komik.

Tahun 1968, ia merantau ke Jakarta. Ia kemudian berkenalan dengan Dellsy Samsumar (alm) dari majalah Caraka, yang juga berkecimpung di dunia film. Kemudian ia belajar melukis dan cetak-mencetak pada Dellsi di sanggarnya. Di sanggar Dellsy, ia melukis sketsa sampai poster film. Selanjutnya, ia diajak oleh kakaknya, Imam Tantowi, menjadi kru film. Ia kemudian mulai menjadi Asisten Penata Artistik dalam film Biarkan Musim Berganti (1971) produksi PT. Chandra Motion Pictures yang di sutradarai oleh Motinggo Busye.

Setelah menjadi Asisten Penata artistik untuk beberapa film, seperti Tjintaku Djauh Di Pulau (1972), Bing Slamet Setan Jalanan (1972), dan Benyamin Spion 025 (1974), ia kemudian mulai menjadi penata artistik dalam film Musuh Bebuyutan (1974). Selanjutnya sebagai penata artistik, ia menangani sejumlah film diantaranya Buaye Gile (1974), Musuh Bebuyutan (1974), Tiga Cewek Badung (1975), Malam Pengantin (1975), Detektif Dangdut (1976), Kampus Biru (1976), Sejuta Duka Ibu (1977), Sisa Feodal (1977), Tante Sundari (1977), Donat Pahlawan Pandir (1977), Gara-gara Janda Kaya (1977), Manager Hotel (1977), Remaja Pulang Pagi (1978), Bahaya Penyakit Kelamin (1978), Cubit-cubitan (1979), dan lain-lain.

Keahliannya di dunia film terus berkembang. Ia kemudian menekuni bidang trik dan efek khusus. Trik dan efek dalam film fungsinya sebagai daya tarik untuk memikat penonton. Kini, ia di kenal sebagai konsultan bidang artistik dan spesial efek untuk produksi film atau sinetron, terutama sinetron laga. Menekuni bidang trik dan efek khusus sejak film Si Boneka Kayu (1979). Sejak saat itu ia menangani beragam efek khusus dalam sejumlah produksi film atau sinetron di tanah air, diantaranya membuat efek khusus dalam serial Saur Sepuh (1988 dan 1991) dan Misteri Dari Gunung Merapi. Ia juga menangani film komedi Koboi Cengeng, serta menggarap film Pasukan Berani Mati (1982).

Atas kontribusinya terhadap dunia film, ia sempat beberapa kali dinominasikan untuk mendapatkan Piala Citra, diantaranya nominasi penata artistik terbaik untuk Donat Pahlawan Pandir (1977) pada FFI 1980, nominasi penata artistik terbaik untuk Ratu Ilmu Hitam (1979) pada FFI 1982, nominasi penata artistik terbaik untuk Menumpas Teroris (1986) pada FFI 1987, nominasi penata artistik terbaik untuk Saur Sepuh IV: Titisan Darah Biru pada FFI 1991 dan nominasi artistik terpuji untuk Kelabang Seribu (1987) pada Festival Film Bandung 1988.

Selain masih tetap aktif di film dan sinetron, ia juga menjadi penulis, menulis tentang Front Projection dan juga menjadi mengajar pengetahuan properti di TVRI serta pengetahuan spesial efek di kursus pendidikan penata artistik-KFT.

(Dari Berbagai Sumber)

Nama :
Bachrun Djamali

Lahir :
Tegal, Jawa Tengah,
25 Januari 1950

Pendidikan :
SLA (1969),
KPU Sinematografi (KFT),
Kursus Pendidikan Sutradara (1992)

Aktifitas Lain :
Penulis tentang Front Projection,
Pengajar

Filmografi :
Biarkan Musim Berganti
(ass.pa, 1971),
Tjintaku Djauh Di Pulau
(ass.pa, 1972),
Bing Slamet Setan Jalanan (ass.pa, 1972),
Benyamin Spion 025
(ass.pa, 1974),
Buaye Gile (1974),
Musuh Bebuyutan (1974),
Batas Impian (1974),
Bing Slamet Cengeng
(ass.pa, 1974),
Tiga Cewek Badung (1975),
Malam Pengantin (1975),
Detektif Dangdut (1976),
Kampus Biru (1976),
Sejuta Duka Ibu (1977),
Sisa Feodal (1977),
Tante Sundari (1977),
Donat Pahlawan Pandir (1977),
Gara-gara Janda Kaya (1977),
Manager Hotel (1977)
Remaja Pulang Pagi (1978),
Bahaya Penyakit Kelamin (1978),
Perawan Desa (1978),
Cubit-cubitan (1979),
Ira Maya dan Kakek Ateng (1979),
Si Boneka Kayu, Pinokio (1979),
Ratu Ilmu Hitam (1979),
Wanita Segala Zaman (1979),
Aduh Aduh Mana Tahan (1980),
Kemilau Kemuning Senja (1980),
Seindah Rembulan (1980),
Mistik (1981),
Ratu Ilmu Hitam (1981),
Lebak Membara (1982),
Pasukan Berani Mati (1982),
Jaka Sembung dan Bajing Ireng (1983),
Si Buta lawan Jaka Sembung (1986),
Menumpas Teroris (1986),
Kelabang Seribu (1987),
Siluman Serigala Putih (1987),
Saur Sepuh II: Pesanggrahan Keramat (1988),
Mistri Dari Gunung Merapi (1989),
Sumpah Si Pahit Lidah (1989),
Mistri Dari Gunung Merapi II: Titisan Roh Nyai Kembang (1990),
Jaka Swara (1990),
Saur Sepuh IV:
Titisan Darah Biru (1991),
Fatahillah (1996),
Ketika Cinta Bertasbih (2009)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.