Frans Tumbuan

Nama :
Frans Tumbuan
 
Lahir :
Bandung, Jawa Barat,
3 Agustus 1939
 
Wafat :
Jakarta, 23 Maret 2015
 
Filmografi :
Bung Kecil (1978),
Guruku Cantik Sekali (1978),
Perempuan Dalam Pasungan (1980),
Seputih Hatinya Semerah Bibirnya (1981),
Jangan Ambil Nyawaku (1981),
Merah Jingga (1981),
Hati Selembut Salju (1981),
Panasnya Selimut Malam (1982),
Kupu-Kupu Putih (1983),
Kadarwati (1983),
Saat-Saat Yang Indah (1984),
Titik-titik Noda (1984),
Dia Yang Tercinta (1984),
Pondok Cinta (1984),
Yang Kukuh Yang Runtuh (1985),
Kodrat (1986),
Telaga Air Mata (1986),
Harga Sebuah Kejujuran (1988),
Jakarta (1988),
Java Burn (1988),
Sesaat Dalam Pelukan (1989),
Ricky (1990),
Ketika Senyummu Hadir (1991),
Bidadari Berambut Emas (1992),
Membela Harga Diri (1992),
Rage And Honor 2: Hostile Take-Over (1992),
Blood Warriors (1993),
Pemburu Teroris (1994),
Sesal (1994),
De Gordel Van Smaragd (1997),
Ada Apa Dengan Cinta? (2002),
Ekspedisi Madewa (2006),
Realita, Cinta dan Rock’n Roll (2006),
Kala (2007),
Ruma Maida (2009),
Milli & Nathan (2011)
 
Sinetron :
Matahari di Balik Awan (1996),
Bukan Perempuan Biasa (1997),
Timur Cinta

Aktor Film
Frans Tumbuan
 
 
Lahir di Bandung, Jawa Barat, 3 Agustus 1939. Saat berusia 10 tahun, ia pindah bersama orang tuanya ke Belanda dan menetap di sana selama 24 tahun. Pada masa sekolah pernah ikut sandiwara dan tampil di televisi Belanda untuk peran-peran kecil.
 
Setelah kembali ke Indonesia, ia bermain dalam film ’Bung Kecil’ (1978) arahan Sophan Sophiaan, di mana ia langsung dipercaya untuk memegang peran utama. Sayangnya film ini ditolak oleh instansi sensor film waktu itu. Selanjutnya bermain dalam film ’Guruku Cantik Sekali’ (1978), ’Perempuan Dalam Pasungan’ (1980), ’Seputih Hatinya Semerah Bibirnya’, ’Jangan Ambil Nyawaku’ di mana ia bermain dengan Lenny Marlina, ’Merah Jingga’, ’Hati Selembut Salju’ (1981), ’Panasnya Selimut Mala’  (1982) dan ’Kupu-Kupu Putih’.
 
Filmnya yang lain yang ia bintangi yakni ’Kadarwati’ bermain dengan Widyawati, ’Saat-saat yang Indah’, ’Titik-titik Noda’, ’Dia yang tercinta’, ’Pondok Cinta’ (1984), ’Yang Kukuh Yang Runtuh’ (1985), ’Sesal’ (1994), dll. Tak ketinggalan, dirinya juga turut mendukung film sukses tahun 2000-an, seperti ’Ada Apa Dengan Cinta?’ (2002), ‘Ekspedisi Madewa’ (2006), ‘Realita, Cinta dan Rock’n Roll’ (2006) dan ‘Kala’ (2007).
 
Ketika dunia perfilman Indonesia mengalami keterpurukan, aktor yang pernah bekerja dibindang ekspor-impor, periklanan, pengusaha restoran dan pernah masuk nominasi aktor pembantu terbaik FFI 1986 dalam film ‘Pondok Cinta’ ini juga tercatat turut membintangi beberapa judul sinetron seperti ‘Matahari di Balik Awan’ (1996), ‘Bukan Perempuan Biasa’ (1997), ‘Timur Cinta’, dll. Di sinetron yang ia bintangi, ia selalu kebagian peran sebagai pria setengah baya.
 
Suami aktris Rima Melati dan ayah dari, Aditya Tumbuan yang mempunyai sejumlah restoran ini wafat pada Senin dinihari di RS. Mayapada, Cilandak, Jakarta Selatan, 23 Maret 215 akibat penyakit diabetes. Dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan
 
(Dari Berbagai Sumber)
 
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *