Ibnu Nurwanto

Nama :
Ibnu Nurwanto
 
Lahir :
Yogyakarta,
5 Februari 1957
 
Pendidikan :
Seni Rupa LPKJ
(1974-1975)
 

Seniman Senirupa
Ibnu Nurwanto
 
 
 
 
Lahir di Yogyakarta 1957, pernah menikmati pendidikan di jurusan Seni Patung Lembaga Pendidikan Kesenian Jakarta (LPKJ). Selama lima tahun antara 1979 sampai 1984 dia tidak aktif, seolah-olah hilang begitu saja dalam percaturan seni patung. Mungkin dia melakukan pengembaraan, atau kontemplasi, saat-saat yang memang diperlukan oleh seorang seniman sebelum mampu menciptakan karya-karya baru.
 
“Karya indah tidak bisa saya buat” pernyataan ini sebenarnya adalah cermin kegelisahannyamelihat dunia senirupa Indonesia dewasa ini, yang kena imbas ekses negatif boom seni rupa. Agaknya, ia berasumsi, karyanya tidak memiliki keindahan maupun nilai ekonomi. Ibnu, yang memulai mematung sejak 1974, mengakui, kegelisahan atas kerentanan harkat hidup manusia di lingkungannya, mulai dari ketimpangan sosial, hingga rusaknya lingkungan hidup. Tetapi, apakah benar karyanya cermin kemarahan, kemuakan dan kegelisahan atas rentannya harkat manusia?. Ternyata karyanya jauh dari suasana itu.

 

Ikan Asin  (2006)
Kayu Nangka
L : 15cm x 13 cm ; T : 38 cm

Sebagian besar karyanya tenteram dan penuh gagasan estetis yang mengundang perenungan dan penuh warna romantik. Terkadang memuat gugatan, protes dan berontak, seperti yang biasa ditemui pada karya seniman yang mengalami konflik moral. Arah manifestasi jiwa Ibnu ini terlihat dari tema maupun bentuk karya, baik yang bersosok figuratif maupun non-figuratif.
 
Tetapi sebenarnya, karya seni tak selalu cermin dari sikap hidup, atau memiliki keterkaitan dengan realitas sejarah dan sikap senimannya. Bahkan satu karya seni dapat berupa wujud obsesi untuk penyaluran dari ketidakberdayaan sang seniman. Dan salah satunya, bakal terwujud karya-karya yang menjadi saluran impian sang seniman, penuh gairah romantik, dan terbalut oleh keinginan memainkan elemen-elemen estetik. Kecenderungan terakhir inilah yang menjadi pilihan Ibnu, baik disadari atau pun tidak disadari. Barangkali, lebih cenderung pantulan sikap.

 
Karyanya dalam kenyataan hingga kini memiliki bobot yang dilandasi gagasan estetik jelas. Secara visual, karyanya punya kekuatan ide estetik yang bernilai. Ia mengendapkan gagasannya, yang pada dipakai sebagai basis penciptaan pahatan kayu dengan kadar ruangan efektif, itulah Ibnu dan seni patungnya. Berdomsili di Kampung Pondok Miri, Kelurahan Rawa Kalong, Kecamatan Gunung Sindur-Bogor, Jawa Barat.
 
(Dari Berbagai Sumber)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *