Lena Guslina

 

Nama :
Lena Guslina
 
Lahir :
Bandung, Jawa Barat
16 Agustus 1977
 
Pendidikan :
STSI Bandung
 
Karya :
Semesta (2000),
Asa (2001),
Kutu Buku (2001),
Bathroom,
Ambigu (2002),
Yang Terpojok (2002),
Kepak Seribu Sayap (2002),
Berpaling (2003),
Cikarakak,
Kembang Jepun,
Patung Kesunyian,
Dekonstruksi
 

 
Koreografer
Lena Guslina
 
 
 
Akrab dipanggil N’na, lahir di Bandung, Jawa Barat 16 Agustus 1977. Mengenal dunia tari sejak SD. Sarjana S-1 lulusan STSI Bandung, mulai dikenal namanya sebagai koreografer sejak tahun 2000. Dan tak tanggung-tanggung, dalam kurun waktu satu tahun (2000-2001), ia berhasil menciptakan 5 buah karya koreografi tari.
 
Diawali dengan ‘Semesta’, yang ditampilkan pada Temu Koreografer Wanita 2000 di Teater Arena Taman Budaya Surakarta, kemudian di tahun 2001, ‘Asa’ dan ‘Kutu Buku’ ditampilkan di Gedung Kesenian Sunan Ambu, Bandung. Karya ‘Bathroom’ dipentaskan di Studio Teater STSI Bandung, dan ‘Asa’ ia tampilkan di Centre Culturel Française (CCF) Bandung.
 


Berpaling (2003)

Tahun 2002, ia menciptakan empat karya ‘Ambigu’ ia tampilkan di Gedung Kesenian Sunan Ambu, yang juga ditampilkan di CCF Bandung dan pada Temu Koreografer Wanita 2002, Teater Besar, STSI Surakarta, Festival Kesenian Yogyakarta, dan Societet Militaire Yogyakarta di tahun yang sama. Masih di tahun 2002, ia kembali ciptakan karya kontemporer ‘Yang Terpojok’ yang ditampilkan Rumah Nusantara Bandung dalam acara Pekan Budaya Nusantara dan ‘Kepak Seribu Sayap’ yang ditampilkan pada acara Pekan 8 Koreografer Jawa Barat, Taman Budaya Jawa Barat Bandung, dan Lembaga Indonesia Perancis (LIP) Yogyakarta.
 

 
Masih ditahun 2002, ia tampil pada ‘Demon’ karya Grisha Dolgopolov, yaitu kolaborasi teater Indonesia-Australia di Bandung. Ia juga melakukan kolaborasi pertunjukan ‘Tubuh Melayu’ karya Benny Yohannes di Gedung Kesenian Dewi Asri, CCF Bandung, dan Rumah Nusantara, Bandung. ‘Kepak Seribu Sayap’ juga tampil di beberapa event pada tahun 2003, yaitu pada acara Festival Tari Tunggal Kontemporer Bandar Serai Riau, Solo Dance Festival 2003, dan Teater Besar STSI SOLO. Memasuki tahun 2003, karya ‘Asa’ berkesempatan tampil di Festival Bunga Balai Kota Bandung dan pada Dago Festival Bandung. Kemudian ‘Cikarakak’ berkesempatan tampil di CCF Bandung dan Galeri Langgeng Magelang
 
Melakukan kolaborasi dengan aktor pantomim Jemek Supardi, yang tampil di Taman Budaya Surakarta, Bentara Budaya Jakarta, dan Rumah Nusantara Bandung. Ia juga melakukan kolaborasi dalam pementasan The Short Stori Theater Kembang Jepun karya Putu Fajar Arcana. Selain itu di Gedung Selasar Sunaryo, Bandung, ia mementaskan karyanya ‘Patung Kesunyian’. Masih ditahun yang sama, ‘Dekonsruksi’ ia tampilkan di Nu Arts Sclupture Park, Bandung, bersama karya terdahulu ‘Patung Kesunyian’ dan ‘Kepak Seribu Sayap’, selang beberapa hari, ia kembali tampil di Festival Cak Durasim dengan membawakan karya ‘Cikarakak’.
 
(Dari Berbagai Sumber)
 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.