Maestro Seni Lukis

R. Basoeki Abdullah

R. Basoeki Abdullah R.A.N. memiliki konsep seni lukis “naturalis” dan sangat mencintai keindahan wanita – wanita cantik dan pria ganteng serta pemandangan alam yang indah.

Berangkat dari konsep seni lukisnya R. Basoeki Abdullah telah mengalir puluhan ribu karyanya yang terdiri dari para gadis atau wanita cantik dengan keindahan tubuhnya yang montok dan menggairahkan demikian pula lukisan pria yang gagah dan ganteng. Pemandangan alamnya pun indah, permai, dan menyenangkan. Dengan ditopang kemahiran teknik akademisnya yang mengagumkan, maka setiap karya yang dibuatnya, potret yang apik dan tepat menghantarkan karya-karya potret R. Basoeki Abdullah menduduki ranking teratas selaku pelukis potret Indonesia yang belum ada duanya. Selama ini dia sangat terkenal di lingkungan keluarga raja , kepala negara serta para pejabat tinggi di kawasan Eropa – Asia dan Indonesia bahkan di Thailand dia diangkat sebagai pelukis istana

Disamping kemahirannya dalam lukisan potret dia banyak juga membuat lukisan binatang, alam, benda, serta tubuh bidadari yang sedang mandi. Gaya lukisan R. Basoeki Abdullah yang naturalis tidak saja mudah dicerna namun juga mengagumkan. Banyak pengagum lukisan–lukisannya mulai dari tingkat yang paling bawah karena mudah mencernanya, hingga para pejabat tinggi, raja dan kepala negara karena R.Basoeki Abdullah dapat melukis potret–potret mereka dan mampu memuaskan selera mereka. Barangkali R. Basoeki Abdullah adalah satu–satunya pelukis Indonesia yang memiliki kemampuan dalam hal pergaulan tingkat tinggi diplomat serta menguasai seni business yang tinggi.

Lahir pada tanggal 27 Januari 1915 di Solo, Jawa Tengah. Putra kedua pelukis kenamaan R. Abdullah Suryosubroto. Cucu dari pahlawan kebangkitan nasional Dr.Wahidin Sudirohusodo. Semasa kanak-–kanak di sekolah, memang bakat melukisnya lebih menonjol dari pelajaraan–pelajaraan lainnya. Pada usia 18 tahun dia mendapat bea siswa dari misi katolik untuk lebih menekuni bakatnya. Basoeki Abdullah dikirim ke Akademi Van Boeldende di Den Haag, kemudian dilanjutkan ke Paris dan Roma. Pada tahun 1949, mendapat kepercayaan untuk melukis Ratu Juliana dari Nederland. Setelah itu kembali ke Indonesia , melukis Presiden Republik Indonesia yang pertama Ir. Soekarno.R.Basoeki Abdullah R.A.N telah beberapa kali mengadakan pameran tunggal di berbagai negara. Pelukis potret yang memiliki hobi musik, tari-tarian dan olah raga ini lebih dikenal dengan lukisan–lukisan wanita cantik, potret para raja, ratu, kepala negara, pejabat tinggi dan orang–orang terkenal beserta keluarga mereka.

Putra kedua pelukis kenamaan R. Abdullah Suryosubroto. Cucu dari pahlawan kebangkitan nasional Dr.Wahidin Sudirohusodo. Semasa kanak-–kanak di sekolah, memang bakat melukisnya lebih menonjol dari pelajaraan–pelajaraan lainnya. Pada usia 18 tahun dia mendapat bea siswa dari misi katolik untuk lebih menekuni bakatnya. Basoeki Abdullah dikirim ke Akademi Van Boeldende di Den Haag, kemudian dilanjutkan ke Paris dan Roma. Pada tahun 1949, mendapat kepercayaan untuk melukis Ratu Juliana dari Nederland. Setelah itu kembali ke Indonesia , melukis Presiden Republik Indonesia yang pertama Ir. Soekarno.R.Basoeki Abdullah R.A.N telah beberapa kali mengadakan pameran tunggal di berbagai negara. Pelukis potret yang memiliki hobi musik, tari-tarian dan olah raga ini lebih dikenal dengan lukisan–lukisan wanita cantik, potret para raja, ratu, kepala negara, pejabat tinggi dan orang–orang terkenal beserta keluarga mereka.

Disamping karya–karya potret yang digarap dengan teknik yang tinggi, dia juga tertarik tentang kehidupan alam, pemandangan, kepercayaan, juga tema–tema perjuangan pembangunan dan lainnya.Menetap selama 15 tahun di Thailand dan menjadi pelukis Istana. Pada tahun 1982 merintis hubungan dengan negara Brunei Darussalam dengan “senjata” kuasnya. Berhasil melukis keluarga Sultan Brunei dan orang–orang terkemuka di sana R. Basoeki Abdullah bercita–cita mendirikan museum Dr. Wahidin Sudirohusodo, untuk ahli waris khususnya dan untuk generasi penerus pada umumnya. Belum sempat merealisir cita–citanya karena musibah menjemputnya, terbunuh pada hari Jum’at tanggal, 5 Nopember 1993 di rumahnya Jln. Keuangan, Jakarta Selatan dalam usia 78 tahun.***

(Seni Rupa Indonesia Modern Dalam kritik dan Essei Jakarta 1996 dan Ensiklopedia Tokoh Indonesia Dot Com)
 
 
 
 

Nama :
Basuki Abdullah
(Raden Basoeki Abdullah)

Lahir :
Surakarta, Jawa Tengah,
27 Januari 1915

Wafat:
5 November 1993

Pendidikan :
SD Katolik/HIS Pangudi Luhur, Solo (1930),
Bruder School Pangudi Luhur, Solo (1933),
Royal Academy of Fine Arts, Den Haag, Belanda,
The Hague ‘s-Gravenhage, Den Haag, Belanda,
Free Academy of Fine Arts, Den Haag, Belanda.Karir :
Royal Court Artist Istana Raja Muangthai (1963- 1993)
 
Prestasi :
Dianugerahi Bintang Poporo sebagai Royal Court Artist oleh Raja Muangthai, Bhumibol Adulyadej,
Pernah melukis kepala negara, antara lain, Marcos dan Imelda Marcos, Soekarno, Soeharto, Tanom Kittikachorn

 

Terima kasih telah mengunjungi m2indonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *