Mami Setiani

Nama :
Setiani
 
Profesi :
Pemain Ketoprak Ketoprak Tobong Kelana Bakti Budaya
 
 
 


Mami Setiani
 
 
 
 
Anak ketiga dari lima bersaudara ini sebelum terjun ke dunia ketoprak, pernah menikah dengan seorang lurah. Sebagai mas kawin, lurah itu membelikannya satu rombongan ketoprak tobong. Namun sejak suaminya meninggal dunia, ia mulai terjun langsung menjadi pemain ketoprak. Beberapa tahun kemudian, ketoprak miliknya bangkrut dan terpaksa dijual. Namun, ia tetap meneruskan kehidupannya sebagai pemain ketoprak. Tiap kali pemilik ketoprak tempatnya bekerja bangkrut, ia langsung ganti ‘juragan’ ketoprak. Saking banyaknya, ia mengaku sudah tak bisa menghitung lagi berapa ‘juragan’ yang pernah diikutinya.
 
Semua saudara kandungnya pernah berulang kali memintanya untuk berhenti manggung dan pulang ke kampung halamannya di Kecamatan Pakisaji, Malang, Jawa Timur. Namun, ia memilih untuk tetap berperan sebagai pemain ketoprak di atas panggung. Keinginannya untuk bermain ketoprak lebih kuat ketimbang pulang kekampung halamannya.
 
Meski tidak mempunyai anak, hidupnya tak pernah kesepian. Semua orang dalam rombongan ketoprak ini selalu dianggapnya sebagai anggota keluarga. Jika ia merasa sedih, penderitaannya akan hilang saat bercengkerama dan mengobrol dengan rekan-rekannya. Suasana panggung yang ceria selalu membawanya pada kenangan-kenangan masa silam ketika ia pertama kali bergabung sebagai anggota rombongan ketoprak.
 
Banyaknya penonton yang datang juga selalu membuatnya bersemangat. Dalam tiap pertunjukan, ia kerap memerankan tokoh pria, baik sebagai raja, patih, atau abdi dalem. Saat di panggung, ia merasa sebagai pria dan bertarung dengan gagah berani. Sampai-sampai suatu kali, saking semangatnya ingin membunuh raksasa, ia melompat dan terjatuh di atas panggung sehingga empat giginya tanggal.
 
Berpuluh tahun bekerja sebagai pemain ketoprak membuatnya hafal melakoni peran apa pun. Karena itu, kini ia tak pernah berlatih secara total untuk bermain ketoprak. Sesaat sebelum naik panggung, biasanya sutradara memberinya pengarahan singkat, lalu ia pun bermain secara spontan.
 
Usianya yang renta ternyata tak melumpuhkan semangatnya untuk terus berkesenian. Kini bersama rombongan Ketoprak Tobong Kelana Bakti Budaya asal Kediri, Jawa Timur, pimpinan Pendeta Dwi Tartiasa, ia kerap manggung berkeliling dengan berpindah-pindah tempat untuk menjemput penonton, antara lain ke Magetan, Purwodadi, dan Yogyakarta. Meski mengaku lelah karena terus berpindah dari kota ke kota dan mendapatkan penghasilan yang tak menentu, ia mengaku lebih tidak betah jika harus berdiam diri di rumah tanpa melakoni satu peran pun. Demi kecintaan pada seni ketoprak, ia bahkan rela tak menikah. Ia akan terus bermain sepanjang sisa usianya.
 
(Dari Berbagai Sumber)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *