Mathias Muchus

Aktor Teater
Mathias Muchus
 
 
Mengawali karirnya di panggung teater sebagai aktor, namun ia lebih dikenal sebagai pemain film dikarenakan sudah begitu banyak judul film yang ia perankan. Awal karirnya di film di mulai dengan ikut bermain sebagai pemeran pembantu dalam film ‘Perkawinan’ (1983) arahan sutradara Wim Umboh.
 
Pada akhir tahun 1982, dengan lawan mainnya aktris Meriam Bellina, ia mendapat kepercayaan dari sutradara Ami Prijono untuk menjadi pemeran utama dalam film Roro Mendut. Tahun berikutnya, 1983 ia ikut bermain sebagai pemeran pembantu dalam film ‘Satria Bergitar’. Kemampuan aktingnya terus dipacu lewat beberapa film yang dibintanginya, sehingga dalam FFI 1986, ia masuk nominasi sebagai Pemeran Utama Pria Terbaik lewat film ‘Beri Aku Waktu’ yang disutradarai oleh Buce Malawau. Dan akhirnya prestasi tertinggi di dunia film Indonesia dicapainya pada FFI 1988, ketika ia dinobatkan sebagai Pemeran Utama Pria Terbaik dalam film ‘Istana Kecantikan’ yang disutradarai Wahyu Sihombing.
 
Prestasinya juga mencuat dalam film ‘Cintaku di Way Kambas’, dimana ia masuk nominasi sebagai Pemeran Utama Pria Terbaik FFI 1991. Ia juga tercatat sebagai pemeran utama film dokumenter ‘The Migrant’ (1981) karya sutradara Italo Costa, dan film ‘Nyanyian Widar’. Belakangan ia banyak berkiprah di dunia sinetron. Kariernya dalam dunia akting dimulai pada tahun 1986-1989 lewat peran utamanya serial ‘Losmen’yang digandrungi pemirsa TVRI. Kemudian berlanjut dengan mini seri ‘Guruku Tercinta’ (1993), serial ‘Naga Bonar’ (1996) dan ‘Tahta’ (1996).
 
Meskipun usianya telah mencapai mencapai 50 tahun, namun ia masih terlihat bugar. Ketika ditanyakan apa resep mempertahankan kebugaran tubuhnya, ia mengatakan rajin naik sepeda. Sebagai seorang aktor ia sadar untuk menjaga kebugaran tubuhnya, karena itulah hampir setiap pagi ia bersepeda hingga puluhan kilometer. Baginya bersepeda bersepada tak sekedar untuk olahraga, bahkan ia juga serius menjadi manajer tim Ikatan Penggemar Balap Sepeda Jakarta pada Aspirin Tour D’ISSI.
 
Kini ia sudah jarang sekali terlibat dalam pementasan teater, namun ia menyalurkan kesukaannya akan teater dengan menjadi salah seorang pengajar di almamaternya, Institut Kesenian Jakarta jurusan teater. Beristirikan Mira Lesmana, produser dan sutradara film, telah dikarunia dua orang anak.
 
(Dari Berbagai Sumber)


Nama :
Mathias Muchus
 
Lahir :
Pagar Alam,
Sumatera Selatan,
15 Februari 1957
 
Pendidikan :
Fakultas Seni Pertunjukan Departemen Teater Jurusan Seni Peran Institut Kesenian Jakarta (1986)
 
Profesi :
Pengajar Institut Kesenian Jakarta
 
Filmografi :
The Migrant (1981),
Perkawinan (1983),
Roro Mendut (1983),
Satria Bergitar (1984),
Pertunangan (1985),
Matahari-matahari (1985),
Opera Jakarta (1985),
Beri Aku Waktu (1986),
Pernikahan Dini (1987),
Johny Indo,
Istana Kecantikan (1988),
Selamat Tinggal Jeanette,
Penginapan Bu Broto,
Cinta Punya Mau,
Kipas-Kipas Cari Angin,
Kemesraan (1989),
Cintaku Di Way Kambas (1991),
Wanita,
Jangan Renggut Cintaku
Petualangan Sherina (2000),
Petualangan 100 Jam (2004),
Romantic (2004),
Denias Senandung Di Atas Awan (2006),
Laskar Pelangi (2008),
Queen Bee (2009),
Sang Pemimpi (2009),
Rindu Purnama
(Sutradara, 2010),
Pengejar Angin (2011),
Hari Ini Pasti Menang (2012),
Gending Sriwijaya (2013),
Hari Ini Pasti Menang (2013), Tak Sempurna (2013),
Laskar Pelangi 2: Edensor (2013),
Soekarno (2013),
Garuda 19 (2014),
Nada Untuk Rasa (2015),
Jenderal Soedirman (2015)
 
Sinetron :
Losmen (1986-1989),
Guruku Tercinta (1993),
Nagabonar (1996),
Tahta (1996)
 
Pencapaian :
Piala Citra pada Festival Film Indonesia di tahun 1988 sebagai aktor terbaik di film Istana Kecantikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *