Nizar Zulmi


Aktor Film
Nizar Zulmi
 
 
Lahir di Banda Aceh, NAD, 27 Juli 1952, Pendidikan Menegah Atas ditempuh di SMA Negeri 1 Langsa (NAD). Namanya melejit di dunia film Indonesia setelah memerankan tokoh Mbah Barep dalam sinetron Serumpun Bambu produksi TVRI era 1980-an.
Ketika mendapatkan peran sebagai tokoh Mbah Barep, ia melakukan observasi terlebih dahulu di Waduk Kedung Ombo dan berbaur dengan penduduk di lokasi syuting selama 3 bulan. Dalam observasi tersebut, ia mendapatkan input berupa dialek masyarakat setempat, sehingga ia merasa sangat terbantu memerankan tokoh tersebut karena merasa dapat memahami kultur masyarakat Jawa.
Menurutnya, kerja keras seorang artis adalah dengan berlatih olah tubuh, olah vokal, dan olah rasa. Hal tersebut sangat penting untuk membangun rasa percaya diri seorang aktor. Dalam mengasah kedalaman rasa dalam menjalankan peran, seorang aktor perlu melakukan pengamatan atau observasi untuk memperkaya pengalaman batin, tambah aktor yang menikah dengan Yasri Yuniarti.
Aktor yang dikenal sebagai pekerja keras yang selalu tenang dan bijak menghadapi permasalahan menurut sutradara Akhlis Suryapati, yang bekerja bersama dengan Nizar dalam film Lari Dari Blora (2007) ini, wafat pada hari Minggu, 1 November 2009 di RS St Carolus, Jakarta karena komplikasi gagal ginjal dan penyakit jantung. Sedangkan Sineas Garin Nugroho mengenang Nizar sebagai generasi aktor film televisi yang masih benar-benar mengandalkan kemampuan akting dan karakterisasi sebagai modal utama, yang aktingnya menghidupkan televisi zaman itu.
(Dari Berbagai Sumber)
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Nama :
Nizar Zulmi
 
Lahir :
Banda Aceh, NAD,
27 Juli 1952
 
Wafat :
Jakarta, 1 November 2009
 
Pendidikan :
SMA Negeri 1 Langsa (NAD)
 
Filmografi :
Aduh Genitnya (1984),
Lorong-Lorong Asmara (1984),
Dia Sang Penakluk (1984),
Jari-Jari Lentik (1984),
Kulihat Cinta Di Matanya
(1985),
Melacak Primadona (1985),
Sunan Gunung Jati (1985),
Dendam Membara (1987),
Sama-Sama Enak (1987),
Ayu dan Ayu (1988),
Final Score (1988),
Menerjang Karang Terjal (1989),
Mustika Sakti (1989),
Sengatan Laba-Laba Merah
(1989),
Putusnya Jaring Laba-Laba Merah (1989),
Rahasia Patukan Cobra (1990),
Pendekar Naga Mas (1990),
Perangkap Di Malam Gelap
(1990),
Tembok Derita (1990),
Menerjang prahara Di Komodo (1991),
Jurus-Jurus Sakti (1991),
Mistri Wanita Berdarah Dingin (1992),
D’Girlz Begins (2006),
Lari Dari Blora (2007),
Liar (2008),
Jamila dan Sang Presiden (2009)
 
Sinetron :
Serumpun Bambu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *