Nugroho Notosusanto

Nama :
Nugroho Notosusanto
 
Lahir :
Rembang, Jawa Tengah,
15 Juli 1930
 
Wafat :
Jakarta, 3 Juni 1985
 
Pendidikan :
ELS Malang (1937-1938)
Sekolah Rakyat, Jakarta (1938-1942),
SMP, Pati (1947),
SMA, Yogyakarta (1951),
Fakultas Sastra, Jurusan Sejarah, Universitas Indonesia
(1960)
Jurusan Sejarah dan Filsafat, University of London, Inggris
(1962)
 
Penghargaan :
Bintang Dharma,
 Bintang Gerilya,
 Bintang Yudha,
 Dharma Naraya, Satyalencana Penegak,
Gelar Doktor dari Universitas Indonesia (1977),
Guru Besar Ilmu Sejarah Fakultas Sastra UI (1979)
 
Karya Cerita Pendek :
Hujan Kepagian (1958),
Tiga Kota
(kumpulan cerita1959),
Rasa Sayange
(kumpulan cerita, 1961),
Hijau Bumiku, Hijau Bajuku (kumpulan cerita, 1963)
 
Karya Terjemahan :
Mengerti Sejarah (1957),
Kisah Perang Salib di Eropa (1968),
Kisah daripada Bahasa (1971)
 
Prosa :
“Alun, Kompas untuk generasi baru, 1.2, (52), 67, “
Jerit di Malam Kelam, Madjalah Nasional, 1
8.3, (52), 17,
 “Pesan di Malam yang Penuh Bintang, Madjalah Nasional, 17.3, (52), 19. “
Rancangan Requiem,
Kompas untuk generasi baru,
1.2, (52), 67,
“Sebuah Pagi, Madjalah Nasional, 49.3, (52), 2, “Sepotong Kenangan, Madjalah Nasional,
46.3, (52), 19. “
Sesal, Kompas untuk generasi baru, 2.2, (52), 36, “Tiwikraina, Madjalah Nasional, 47.3, (52), 19, “Adios Yogya, Madjalah Nasional. 10.4, (53), 19, “Amerta, Madjalah Nasional, 16.4. (53), 19,
“Bali, Budaya, 9, (53), 39,
“Longka Pura, Madjalah Nasional, 16.4, (53), 19, “Sebuah Malam Minggu. Madjalah Nasional,
14.4, (53), 19,
Pondok di Atas Bukit, Kompas untuk generasi baru,
11.1, (51), 15—17,
Teratak. Kompas untuk generasi baru, 13.1, (51),
33-34. (Nugroho NS),
Sebuah Pertemuan, Kompas untuk generasi baru, 2.2,
(52), 33-35.
“Eksekusi,”Madjalah Nasional, 44.4, (53), 20-21,
Gunung Kidul, Madjalah Nasional, 30.4, (53), 20-21,
 Jeep 04-1001 Hilang, Kisah, 1.1, (53), 7, 9-10,
Konyol, Madjalah Nasional, 33.4, (53), 20-22,
Pembalasan Dendam, Madjalah Nasional,
37.4, (53), 20-22,
Ideal Type, Kisah,
1.2, (54), 19-22,
Mbah Danu, Kisah, 9.2,
(54), 271-172.
Nokturne, Kisah, 12.2,
(54), 365-368,
Piyama, Kisah, 6.2,
 (54), 177-178,
Puisi. Kisah, 7.2, (54),
210-211,
Raden Satiman. Kisah, 3.2, (54), 79-81,
Vickers Jepang, Kisah, 5.2, (54), 129-131,
Jembatan, Kisah, 8.3,
(55), 16-22,
Partus, Mimbar Indonesia, 25.9, (55), 20-2 1, 24-25, Senyum, Madjalah Nasional, 6,7.6, (55), 25-26,22-23,26, Setan Lewat, Mimbar Indonesia, 6.9, (55), 20-21, Panser. Siasat, 524.11,
(57), 29-31, 34,
Tangga Kapal, Forum, 4-5.4 (57), 24,32,
Kepindahan, Siasat, 598, 12, (58), 31-32,
Piano, Siasat, 574,12,
 (58), 24-27,
Ular, Siasat, 595.12,
(58), 26-29,
Karanggenang. Siasat, 619,13, (59), 28-30,
Latah, Siasat, 626, 13,
(59), 23-24,
Sungai, Budaya, 8.8,
(59), 276-279,
Bayi, Femina, 16, (73), 42-44.
 
Karya Tulis :
Pemberontakan Peta Blitar Melawan Jepang 14 Februari (1944)
The Coup Attempt
of the September 30 Movement in Indonesia
(bersama Ismail Saleh, 1968)
The Dual Function of the Indonesian Armed Forces Especially since 1966,
Naskah Proklamasi yang Otentik dan Rumusan Pancasila yang Otentik
Sejarah Nasional Indonesia (Editor) Jilid VI,
Proses Perumusan Pancasila Dasar Negara
 
Karir :
Badan Keamanan Rakyat
Tentara Pelajar Brigade 17
TNI (1945-1951),
Pembantu Dekan bidang Kemahasiswaan Fakultas Sastra UI (1963-1964),
Pembantu Rektor bidang Kemahasiswaan UI
(1964-1967),
Dosen Sesko ABRI dan Lemhanas (1964-1985),
Rektor Universitas Indonesia (1982-1985),
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Kabinet Pembangunan IV (1983-1985)Kegiatan Lain :
Anggota Dewan Pers
(1974-1985),
Anggota Badan Pertimbangan Perintis Kemerdekaan
(1975-1985)


Nugroho Notosusanto
 
 
 
Anak pertama dari tiga bersaudara ini lahir di Rembang, Jawa Tengah pada tanggal 15 Juli 1930. Ayahnya R.P. Notosusanto adalah seorang ahli hukum Islam dari Fakultas Hukum, Universitas Gadjah Mada, dan salah seorang pendiri UGM. Bakat Nugroho dalam mengarang sudah terlihat ketika masih kecil ketika mengarang cerita bersama Budi Darma yang bernapaskan perjuangan. Dari cerita-cerita yang dihasilkan Nugroho waktu itu, tampak benar semangat nasionalismenya.
 
Pendidikan yang pernah diperoleh Nugroho adalah ELS di Malang (1937-1938) dan Sekolah Rakyat di Jakarta (1938-1942), menyelesaikan SMP di Pati (1947) dan SMA di Yogyakarta (1951). setamat SMA, sebagai seorang prajurit muda ia dihadapkan pada dua pilihan, meneruskan karier militer dengan mengikuti pendidikan perwira ataukah menuruti apa yang diamanatkan ayahnya untuk menempuh karier akademis, ia memilih melanjutkan karier akademis dan masuk Fakultas Sastra, Jurusan Sejarah, Universitas Indonesia, dan tamat tahun 1960. Tahun 1962, memperdalam pengetahuan di bidang Sejarah dan Filsafat di University of London, Inggris. Ditahun 1977, memperoleh gelar doktor dalam ilmu sastra bidang sejarah dengan tesis “The Peta Army During the Japanese Occupation in Indonesia”, dan tahun 1979 dikukuhkan menjadi guru besar Ilmu Sejarah Fakultas Sastra UI.
 
Di bidang kemiliteran, pernah menjadi anggota BKR, Tentara Pelajar (TP), Mobile Brigade MBT (1947-1948) dan Brigade 17 (1949-1951). Pangkat terakhirnya adalah Brigadir Jenderal, pangkat tertinggi yang mungkin diraih dalam karir sipil di kemiliteran saat itu. Sejak tahun 1964, ia menjabat Kepala Pusat Sejarah ABRI. Ia juga menjadi anggota Badan Pertimbangan Perintis Kemerdekaan serta aktif dalam berbagai pertemuan ilmiah di dalam dan di luar negeri.
 
Sebagai sastrawan, pada mulanya Nugroho menghasilkan sajak dan sebagian besar pernah dimuat di harian Kompas. Oleh karena tidak pernah mendapat kepuasan dalam menulis sajak, Nugroho kemudian mengkhususkan diri sebagai pengarang prosa, terutama cerpen dan esai. Karyanya pernah dimuat di berbagai majalah dan surat kabar seperti Gelora, Kompas, Mahasiwa, Indonesia, Cerita, Siasat, Nasional, Budaya, dan Kisah. Aktif menulis buku-buku ilmiah dan makalah dalam berbagai bidang ilmu, dan terjemahannya yang diterbitkan berjumlah dua puluh satu judul. Buku-buku itu sebagian besar merupakan lintasan sejarah dan kisah perjuangan militer.
 
Di bidang keredaksian tercatat, memimpin majalah Gelora, pemimpin redaksi Kompas, anggota dewan redaksi Mahasiswa bersama Emil Salim. Tahun 1955-1958, menjadi ketua juri hadiah sastra, dan menjadi pengurus BMKN. Sewaktu di perguruan tinggi pernah menjadi koresponden majalah Forum, dan menjadi redaksi majalah Pelajar.
 
Di bidang pendidikan, Nugroho banyak memegang peranan penting. Pernah menjadi Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan FSUI, menjadi Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan, UI. Tahun 1971-1985, menjadi wakil Ketua Harian Badan Pembina Pahlawan Pusat.
Suami dari Irma Sawitri Ramelan yang dinikahi pada 12 Desember 1960 ini, pada 19 Maret 1983, dilantik menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dalam Kabinet Pembangunan IV. Dikenal sebagai orang yang kaya ide, karena semasa menjadi menteri, ia mencetuskan banyak gagasan, seperti konsep wawasan almamater, Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa, Pendidikan Humaniora. Di samping itu, banyak jasa-jasanya dalam dunia pendidikan karena ia yang mengubah kurikulum menghapus jurusan di SMA, sistem seleksi penerimaan mahasiswa baru (Sipenmaru).
Walaupun Nugroho hanya dua tahun menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, banyak hal yang telah digarapnya, yaitu Universitas Terbuka (UT). Program Wajib Belajar, Orang Tua Asuh, dan pendidikan kejuruan di sekolah menengah. Pada tahun ini pula Nugroho ikut menulis skenario untuk film Pemberontakan G30S/PKI. Film ini kemudian dijadikan tontonan wajib untuk murid-murid sekolah di seluruh Indonesia, dan belakangan diputar sebagai acara rutin setiap tahun di TVRI pada malam tanggal 30 September, semasa orde baru berkuasa.
Nugroho adalah satu-satunya menteri yang mengeluarkan Surat Keputusan mengenai tata laksana upacara resmi dan tata busana perguruan tinggi. Akan tetapi, sebelum SK ini terlaksana Nugroho telah dipanggil Tuhan Yang Maha Esa. Nugroho meninggal dunia hari Senin, 3 Juni 1985, di rumah kediamannya karena serangan pendarahan otak akibat tekanan darah tinggi.
(dari berbagai sumber)
 
 
 
 
 
 
 
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *