Nukila Amal

Nama :
Nukila Amal
 
Lahir :
Ternate, Maluku Utara, Desember 1971
 
Pendidikan :
Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung (1994),
International Writing Program, University of Iowa,
Amerika Serikat (2006)
 
Aktifitas Lain :
Anggota Komite Sastra DKJ (2005-2009)
 
Pencapaian :
Naskah Laluba mendapat Best Literary Work of the Year dari majalah Tempo (2005),
Cerpen Laluba memperoleh penghargaan Karya Sastra Pusat Bahasa (2010)
 
Karya :
Cala Ibi (2002),
Laluba (2005)
 

Novelis
Nukila Amal
 
 
Anak ke enam dari tujuh bersaudara ini lahir di Ternate, Maluku Utara, Desember 1971. Lahir dari keluarga penulis, ayahnya, Adnan Amal, adalah seorang hakim yang juga sering menulis artikel-artikel hukum. Sedangkan kakak tertuanya, Taufik Adnan Amal adalah penulis sejarah Al Qu’r’an. Sejak kecil keluarganya sudah memberikan pendidikan untuk cinta membaca. Menamatkan pendidikan di Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung pada tahun 1994. Pernah bekerja di industri perhotelan dan perusahaan keuangan.
 
Novelis, esais dan juga seorang translator ini, pada tahun 2001, pernah menulis di Jurnal Kalam, dan tahun berikutnya di Jurnal Prosa. Karena gaya menulisnya yang sedikit berbeda dari yang lain, sastrawan Nirwan Dewanto memujinya sebagai penulis yang tiada biasa-biasa. Ia adalah salah satu dari penulis wanita Indonesia yang berkibar pada penerbitan karya pertamanya novel
 
‘Cala Ibi’ (2002) yang diambil dari sebuah nama burung untuk menyebut seekor naga yang menjelma menjadi manusia. Nobel ‘Cala Ibi’ bercerita tentang bergesernya struktur kepemimpinan dari maternalistik ke paternalistik yang hirarkis mulai dari kesultanan Islam dan ke era kolonialisme Portugis, Belanda dan Jepang. Novel ini termasuk salah satu dari lima besar yang dinomimasikan untuk meraih Khatulstiwa Literary Award 2002-2003. 
 
Naskahnya, ‘Laluba’ (2005), bercerita tentang konflik di Maluku Utara, dimuat di Jurnal Kalam dan dianugerahi sebagai karya sastra terbaik dari majalah Tempo. Sempat menjadi pembicara dalam sebuah forum diskusi tentang draft karyanya ‘Cala Ibi’ di Ubud Readers And Writers Festival, Ubud, Bali (1998).
 
Anggota komite sastra Dewan Kesenian Jakarta periode 2006-2009 ini, kini menghabiskan hari-harinya disebuah toko roti yang dikelola adiknya sambil mengembangkan bakatnya dalam menulis dan membuat keramik.
   
(Dari Berbagai Sumber)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *