P.M Toh

Aktor Teater
PM Toh
 
 
 
Ia aadalah seorang solo performer yang dikenal dengan nama panggung PM Toh sejak tahun 1990. Tahun 1991, Agus cuti kuliah dari Institut Kesenian Jakarta (IKJ) selama setahun dan berkelana dari kampung di Aceh, mengikuti Tgk Adnan, seorang penjual obat terkenal di Aceh yang selalu memukau orang dengan kisah-kisah lisannya.
 

 
Jika gurunya itu mengisahkan hikayat-hikayat lama, seperti Hikayat Malem Diwa, Hikayat Raja Beudiu, dan Hikayat Elia Tujuh, Agus membawakan hikayatnya sendiri. Setelah lulus dari jurusan Teater Institut Kesenian Jakarta, ia juga menulis cerita dongeng, menjadi fasilitator untuk teater anak dan teater komunitas serta teater untuk konflik resolusi di Indonesia.
 
Hikayat adalah cermin hidup masyarakat Aceh karenanya selalu berubah sesuai kondisi zaman. Hikayat-hikayat baru harus terus terciptakan, ujarnya. Cerita pertama yang ditulisnya adalah Hikayat Anak Emak Mencari Telor, dongeng untuk anak-anak. Tahun 1996, saat situasi politik di Indonesia sudah semakin memanas, ia mulai menciptakan hikayat sarat kritik sosial dan politik, seperti Hikayat Jenderal Puyer Bintang Toedjoeh yang mengisahkan jenderal yang korup dan Hikayat Pelayaran Samudra Dunia tentang hampir runtuhnya imperium keluarga Soeharto. Era tahun 2000, saat konflik di Aceh semakin memanas, ia menciptakan Hikayat Hamzah Fansyuri Anak Dunia, sebuah kisah yang menjelaskan kenapa ada pemberontakan di Aceh.

Titik Nol (2012)
 
Kecewa dengan proses reformasi, ia kemudian menciptakan cerita-cerita biografi dari teman-temannya sendiri. Ada Hikayat Udin Pelor, seorang seniman sandiwara di Aceh, mengenai kehidupannya sebagai seorang seniman kampung. Dengan gayanya yang konyol dan unik, ia sebenarnya juga menawarkan modernisasi seni bertutur hikayat. Jika biasanya hikayat yang disampaikan dengan oleh penutur disampaikan dengan pakem sesuai cerita yang diwariskan turun-temurun, ia mematahkan semua itu. Penonton tergelak saat ia menggunakan benda-benda keseharian yang sederhana itu menjelma jadi aneka makna.
 
Ia mengajak penontonnya kembali ke masa kecil kala benda-benda masih bisa di visualisasikan menjadi bentuk lain dengan bebas. Sempat membintangi film dokumenter Promised Paradise arahan sutradara Leonard Retel Helmric. Pernah melakukan pementasan solo di Berlin, Jerman (2011). Memberikan workshop Teater Object di Theatre of Change di Athena (Yunani), Nottingham University di Nottingham (Inggris) dan Forum Scenography di Praha (Republik Ceko). Kini, selain tampil di televisi, panggung-panggung modern hingga ke luar negeri, diantaranya main di Teater Spectakel di Zurich (Swiss), ia juga masih tampil di kampung-kampung.
 
 
(Dari Berbagai Sumber)

Nama :
Agus Nur Amal
 
Lahir :
Sabang, NAD
17 Agustus 1969
 
Pendidikan :
Institut Kesenian Jakarta jurusan Teater
 
Filmografi :
Promised Paradise
 
Karya Hikayat :
Hikayat Anak Emak Mencari Telor,
Hikayat Jenderal Puyer Bintang Toedjoeh,
Hikayat Pelayaran Samudra Dunia,
Hikayat Hamzah Fansyuri Anak Dunia,
Hikayat Udin Pelor
 
Penghargaan :
Penghargaan Kebudayaan Kategori Pelestari (2015)
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *