Paramitha Rusady

Nama :
Paramitha Chandra Devi Rusady
 
Lahir :
Makassar, Sulawesi Selatan,
11 Agustus 1966
 
Filmografi :
Ranjau-Ranjau Cinta (1983),
Galau Cinta di SMA (1985),
Kidung Cinta (1985),
Secawan Anggur Kebimbangan (1986),
Merpati Tak Pernah Ingkar Janji (1986),
Ketika Musim Semi Tiba (1986),
Aku Benci Kamu (1987),
Namaku Joe (1988),
Cinta Anak Jaman (1988),
Makelar Kodok (1989),
Si Kabayan Saba Kota (1989),
Blok M (1990),
Untung Besar (1990),
Dua kekasih (1990),
Boleh-Boleh Aja (1990),
Makelar Kodok Untung Besar (1990),
Boss Carmad (1990),
Pagar Ayu (1990),
Catatan si Boy IV (1990),
Catatan Si Boy V (1991),
Pesta (1991),
Lupus V (1991),
Kuberikan Segalanya (1991),
Selembut Wajah Anggun (1992)
 
Sinetron :
None (1993),
Hati Seluas Samudra
(1993-1994),
Untukmu Segalanya 1
 (1994-1995),
Simphony Dua Hati (1995),
Halimun (1995-1996),
Aku Bersujud (1996),
Untukmu Segalanya 2 (1996),
Janjiku (1996-1997),
Karmila (1997-1998),
Jangan Rebut Suamiku
(1998-1999),
Permataku (1998-1999),
Wajah Penuh Cinta
(1999-2000),
Kau Bukan Milikku (2000),
Berikan Aku Cinta (2000-2001),
Cinta Tak Pernah Salah
(2000-2001),
Kesetiaan Bidadari
 (2001-2002),
Maha Pengasih (2001),
Jangan Ambil Nyawaku
(2002-2003),
Bagito (2003),
Hidayah episode Janda Soleha Berhati Emas (2005),
FTV Ketabahan Nurlela (2005),
Pintu Hidayah episode Surga ditelapak Kaki Ibu (2005),
Iman (2006),
Turun Ranjang (2006),
Maha Kasih episode Ingin Punya Anak (2006),
Do’a episode Do’a Ibu (2006),
Ibu Pertiwi (2006),
Biar Cinta Bicara (2006-2007),
Istri Kedua (2007),
FTV Kado Terindah (2009),
Dia Anakku (2010-2011),
Tembang Sendu
 
Album/Single :
Kisah Buku Harianku,
Soundtrack Merpati Tak Pernah Ingkar Janji,
Soundtrack Sinetron Berikan Aku Cinta,
Malam Minggu, Nona Manis, Hanya Cinta, Memang Aku (Tiga Dara-Paramitha Rusady, Silvana Herman, Ita Purnamasari),
Kidung  (3 Bidadari-Paramitha Rusady, Desy Ratnasari, Yuni Shara)
Tanpa Dirimu,
Jangan Ada Air Mata,
Soundtrack Janjiku,
Soundtrack Karmila,
Rasa Cintaku,
Maha Pengasih (Single),
Pinus dan Cinta karya Oscar dan Otto dalam album lomba Cipta Lagu Hutan 1987
 
Penghargaan
Pemeran Utama Wanita Terbaik FFI 1989 lewat film Si Kabayan Saba Kota,
Pemeran Pembantu Wanita Terbaik FFI 1990
lewat film Blok M,
  Pemeran Utama Wanita Terbaik FFI 1991 lewat film Boss Carmad,
Pemeran Utama Wanita Terbaik FFI 1992 lewat film Selembut Wajah Anggun,
Pemeran Pembantu Wanita Terbaik FFI 1992 lewat film Kuberikan Segalanya,
Bintang Drama Televisi Wanita Terfavorit versi Panasonic Award 1997 dalam sinetron Janjiku,
Bintang Drama Televisi Wanita Terfavorit versi Panasonic Award 1998 dalam sinetron Karmila,
Bintang Televisi Terfavorit versi Panasonic Award 1998,
Artis Pilihan Kedua tahun 2000 Pilihan Pembaca Tabloid C&R

Aktris Film
Paramitha Rusady
 
 
 
 
Aktris film kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan, 11 Agustus 1966 ini, dilahirkan dalam keluarga yang sangat mengandrungi kesenian. Ibunya R.A Marry Zumarya merupakan seorang guru tari yang sering menggelar drama begitu pula dengan ayah R.M Yus Rusady Wirahaditenaya yang juga seorang pencinta seni. Di usia 6 tahun, Ia sudah ikut berperan sebagai Pinkan cilik dalam film dokumenter Di Bawah Nyiur Melambai yang dibuat oleh production house milik ibunya sendiri. ia juga mempunyai kegemaran menyanyi, bahkan sejak ‘tingkat RT’, sudah bisa membuat lagu sendiri. Ia juga kerap menjadi backing vocal grup pimpinan kakaknya, Ully Sigar Rusady.
 
Tahun 1985, selepas SMA, ia mendapat tawaran berakting dalam film Ranjau-Ranjau Cinta dengan lawan main Rano Karno yang disutradarai oleh Nasri Cheppy (alm). Berangkat dari situ, beberapa film layar lebar kemudian dibintanginya, seperti Galau Cinta di SMA (1985), Kidung Cinta (1985), dan Secawan Anggur Kebimbangan (1986). Namanya pun dengan cepat segera meroket. Perannya sebagai perempuan sunda, Nyi Iteung dalam beberapa film Si Kabayan berpasangan dengan Didi Petet, serta bermain dalam Catatan Si Boy IV (1990) berpasangan dengan Onky Alexander, menjadikan namanya semakin di kenal.
 
Ketika produksi perfilman Indonesia surut, ia pindah menekuni sinetron. Tercatat beberapa judul sinetron pernah ia bintangi yakni None (1993), Hati Seluas Samudra (1993-1994), Untukmu Segalanya 1 (1994-1995), Simphony Dua Hati (1995), Halimun (1995-1996), Aku Bersujud (1996), Untukmu Segalanya 2 (1996), Janjiku (1996-1997), Karmila (1997-1998), Jangan Rebut Suamiku (1998-1999), Permataku (1998-1999), dan lain sebagainya.
 
Peran aktifnya di film dan sinetron, mengantarkannya meraih penghargaan bergensi di tanah air. Di film, penghargaan yang pernah ia raih antara lain; penghargaan sebagai Pemeran Utama Wanita Terbaik FFI 1989 lewat film Si Kabayan Saba Kota, Pemeran Pembantu Wanita Terbaik FFI 1990 lewat film Blok M, Pemeran Utama Wanita Terbaik FFI 1991 lewat film Boss Carmad, Pemeran Utama Wanita Terbaik FFI 1992 lewat film Selembut Wajah Anggun serta Pemeran Pembantu Wanita Terbaik FFI 1992 lewat film Kuberikan Segalanya. Sedangkan di sinetron penghargaan yang pernah ia raih diantaranya menjadi Nominator Pemeran Utama Wanita Terbaik pada Festival Sinetron Indonesia (FSI) 1997 lewat telesinema Ku Bersujud, Bintang Drama Televisi Wanita Terfavorit versi Panasonic Award 1997 dalam sinetron Janjiku, Bintang Drama Televisi Wanita Terfavorit versi Panasonic Award 1998 dalam sinetron Karmila, Bintang Televisi Terfavorit versi Panasonic Award 1998, serta Artis Pilihan Kedua tahun 2000 Pilihan Pembaca Tabloid C&R.
 
Selain aktif di film dan sinetron, ia juga mengembangkan hobbi-nya sejak kecil yakni dalam dunia musik, bahkan ia sempat belajar pada komponis kontemporer kondang Indonesia, Slamet Abdul Sjukur. Tercatat ia telah menciptakan sejumlah lagu, yang juga dinyanyikannya serta telah mengeluarkan beberapa buah album, antara lain Kisah Buku Harianku, soundtrack Merpati Tak Pernah Ingkar Janji, soundtrack Sinetron Berikan Aku Cinta, Malam Minggu, Nona Nais (bersama grup vokal Tiga Dara, Paramitha Rusady, Silvana Herman, Ita Purnamasari), Tanpa Dirimu, Jangan Ada Air Mata, dan lain sebagainya.
 
Nominator Pemeran Utama Wanita Terbaik pada Festival Sinetron Indonesia (FSI) 1997 lewat telesinema Ku Bersujud ini, menikah dengan pesinetron Gunawan pada 9 Juni 2000 di Mekkah, Arab Saudi, Namun pasangan ini bercerai pada tahun 2002. Menikah untuk kedua kalinya dengan Muhammad Hamzah Akbar yang dulunya bernama Nenad Bago. Dari pernikahannya tersebut, ia di karuniai seorang anak lelaki bernama Adrian Tegar Maharaja Bago, yang lahir pada tanggal 14 Mei 2007.
 
(Dari Berbagai Sumber)
 
 
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *