Mari Mengenal Monorel

Monorel
Monorel

Proyek transportasi massal atau mass transit adalah proyek penyediaan angkutan massal dengan biaya terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat yang juga brefungsi dalam menanggulangi kemacetan yang akhir-akhir ini sering terjadi dan sangat memacetkan di setiap kota besar di dunia, termasuk di Jakarta. Moda transportasinya dapat berupa Bus maupun Kereta. Di sini kereta yang dipergunakan bisa Kereta Rel Listrik (KRL) ataupun Monorel.

Melihat dari sisi daya angkut penumpangnya, jelas Moda transportasi Kereta lebih efektif dibandingkan Bus. Pertama, jika dilihat dari waktu tempuh, jelas kereta masih lebih cepat dibandingkan bus, meskipun telah memakai angkutan seperti busway. Hal ini dikarenakan banyaknya rintangan dan perlintasan yang ada di permukaan /surface. Kedua, jika dilihat dari kemampuan mengangkut penumpang, jelas kereta dapat mengangkut lebih banyak dibandingkan bus, hal ini tentunya akan mengurangi penumpukan penumpang di halte-halte. Berdasarkan manfaat tersebut, maka di banyak kota besar, telah dikembangkan moda transportasi kereta ketimbang bus. Berikut beberapa informasi mengenai moda transportasi kereta yang dapat menambah wawasanpengetahuan kita.

  1. Jenis lintasan: permukaan, elevated dan subway

Kalau sebuah kota dibangun dengan lintas layang atau bawah tanah, maka tidak ada pintu perlintasan kereta api, sehingga jadwal kereta api bisa 1,5 – 2 menit sekali seperti yang terjadi di Jepang. Oleh sebab itu KRL di jakarta tidak mungkin dioperasikan kurang dari 10 menit, karena masih ada pintu perlintasan kereta api, akibatnya juga setiap rangkaian KRL selalu penuh.

  1. Kereta api permukaan (surface)

kereta api permukaan berjalan di atas tanah. Umumnya kereta api yang sering dijumpai adalah kereta api jenis ini. Biaya pembangunan untuk kereta permukaan adalah yang termurah dibandingkan yang di bawah tanah atau yang layang. Umumnya lintasan permukaan ini di Indonesia dibangun sebelum Perang Dunia II.

  1. Kereta api layang (elevated)

Kereta api layang berjalan di atas dengan bantuan tiang-tiang, hal ini untuk menghndari perlintasan sebidang, agar tidak memerlukan pintu perlintasan kereta api. Biaya yang dikeluarkan sekitar tiga kali dari kereta permukaan dengan jarak yang sama, misalnya untuk kereta api permukaan membutuhkan $10 juta maka untuk kereta api layang membutuhkan dana $ 30 juta. Di Jakarta ada satu lintasan dari Manggarai ke kota lewat stasiun Gambir. Pada lintas tengah ini, Manggarai-Kota, tidak ada pintu perlintasan kereta api. Rencana semula untuk lintas timur (Jatinegara – Senen – Kota) dan lintas barat (Manggarai – Tanah Abang), juga akan dilayangkan namun keuangan tidak memadai, sehingga hanya lintas tengah saja yang diselesaikan sementara ini. Rencananya dari Senayan ke Kuningan terdapat lintas layang monorel buatan Malaysia.

  1. Kereta api bawah tanah (subway)

Kereta api bawah tanah adalah kereta api yang berjalan di bawah permukaan tanah (subway). Keret jenis ini dibangun dengan membanyun terowongan-terowongan di bawah tanah sebagai jalur kereta api. Umumnya digunakan pada kota-kota besar (metropolitan) seperti New York, Bangkok, Tokyo, Paris, Seouldan Moskwa. Selain itu ia juga digunakan dalam skala lebih kecil pada daerah pertambangan. Biaya yang dikeluarkan sangat mahal sekali, karena sering menembus 20m di bawah permukaan, kali – bangunan maupun jalan, yaitu tujuh kali lipat daripada kereta permukaan. Misalnya kalau untuk membangun dengan jarak yang samauntuk permukaan membutuhkan $ 10 juta, maka yang di bawah tanah memerlukan $ 70 juta. Di Jepang pembangunan lintas subway telah dimulai sejak tahun 1905. Jakarta rencananya akan dibangun subway segmen Dukuh Atas ke Kota dari Proyek MRT DKI Jakarta.

 

  1. Mengapa Monorel atau Kereta Api Layang?
  • Karena harus melalui medan yang banyak rintangan di atas permukaannya, sedangkan subway tidak diperlukan untuk menghindari biaya yang besar
  • Karena tidak melalui jalur Banjir Kanal Barat dan Timur serta Jembatan Semanggi, sehingga untuk jalur ini diperkirakan dapat memanfaatkan jalur busway yang kini sudah ada dan memungkinkan pembangunan lintasan secara surface.

 

  • Apa itu Monorel?

Monorel adalah sebuah sistemMass Transit dengan kereta rel tunggal (monorel) dengan jalur elevated. Monorel adalah sebuah metro atau rel dengan jalur yang terdiri dari rel tunggal, berlainan dengan rel tradisional yang memiliki dua rel paralel dan dengan sendirinya, kereta lebih lebar dari relnya. Biasanya rel terbuat dari beton dan roda keretanya terbuat dari karet, sehingga tidak sebising kereta konvensional.

 

Kelebihan

  • Membutuhkan ruang yang kecil baik ruang vertikal maupun horizontal. Lebar yang diperlukan adalah selebar kereta dan karena dibuat di atas jalan, hanya membutuhkan ruang untuk tiang penyangga.
  • Terlihat lebih “ringan” daripada kereta konvensional dengan rel terelevasi (elevated) dan hanya menutupi sebagian kecil langit.
  • Tidak bising karena menggunakan roda karet yang berjalan di beton.
  • Bisa menanjak, menurun, dan berbelok lebih cepat dibanding kereta biasa.
  • Lebih aman karena dengan kereta yang memegang rel, risiko terguling jauh lebih kecil. Resiko menabrak pejalan kaki pun sangat minim.
  • Lebih murah untuk dibangun dan dirawat dibanding kereta bawah tanah.

Kekurangan

  • Dibanding dengan kereta bawah tanah, monorel terasa lebih memakan tempat.
  • Dalam keadaan darurat, penumpang tidak bisa langsung dievakuasi karena tidak da jalan keluar kecuali di stasiun.
  • Kapsitasnya masih dipertanyakan.

You may also like...