Qubil AJ


Aktor Teater
Qubil AJ
 
 
 
 
Bernama asli Ramdani Hasbullah, lahir di Jakarta, 6 Januari 1965. Anak bungsu, empat bersaudara dari pasangan Hasbulah dan Juhro. Nama Qubil AJ sendiri di dapatnya pada saat ia kecil. Berawal dari umpatan sang ayah yang seorang tentara, karena ulah nakalnya yang kerap mengambil uang dari saku ayahnya setiap kali ayahnya pulang dari kantor. Sejak saat itulah orang-orang memanggilnya Kubil. Ketika duduk di bangku SMA, supaya lebih keren, ia kemudian mengganti huruf depan nama panggilannya itu dengan ‘Q’ dan menambahkan ‘AJ’ di belakangnya. Jadilah ia di panggil ‘Qubil AJ’.
 

Ketertarikannya pada teater sendiri bermula ketika ia bersekolah di SMPN 65, Gunung Sahari, Jakarta Pusat. Di tempat tersebut ada kegiatan ekstrakurikuler teater, Ia tertarik dan ikut bergabung. Ketika duduk di bangku SMA YMCA, ia ikut bergabung dengan teater Cagar Budaya Condet milik Narno Sunarno. Di tempat ini kemampuannya mulai berkembang. Dari situ ia bertemu dengan Dedy Mizwar, Ray Sahetapy dan mulai kenal dengan dunia televisi.
 
Setamat SMA, ia tetap bermain teater. Ia kemudian mengikuti ajakan kakaknya, yang sudah terlebih dahulu terjun ke dunia televisi, untuk bekerja di belakang layar sebagai ‘kru’. Namun, hanya bertahan dua tahun karena ia merasa bahwa itu bukan pilihan hatinya. Pekerjaan itu ia kerjakan sambil menunggu waktu luang. Sampai akhirnya ia kembali berakting. “Mau ke depannya seperti apapun, saya tetap jalanin. Ini kan pilihan saya,” ujarnya.
 

Abu Nawas merupakan sinetron pertamanya. Sinetron ini di sutradarai oleh Deddy Mizwar. Selanjutnya, bermain dalam sinetron Hikayat Pengembara, yang kembali di sutradarai oleh Deddy Mizwar, lalu Lorong Waktu, Mengintip Surga, dan terakhir, ia bermain dalam Islam KTP, berperan menjadi tokoh antagonis Mahdid Musyawaroh. Ia sangat ingin memerankan orang kebalikan dari perannya selama ini, menjadi orang yang pendiam, tetapi semua indera di tubuhnya berbicara. Ia juga ingin tetap berakting terutama bisa berakting di teater kembali.
 
Satu keinginan suami dari Sinta Wahyu Rini dan ayah dari tiga orang anak, Nurramsa Hasbi, Syakira Ramsi Hasbi dan Zehra Ramsi Hasbi  saat ini yang belum tercapai, dari anggota sanggar bernama Oplet Robet (Ocehan Plesetan Rombongan Betawi) yang memiliki kewajiban memperkenalkan kesenian Betawi agar tetap eksis adalah yaitu membawa ibunya ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji.
 
(Dari Berbagai Sumber)  

Nama :
Ramdani Hasbullah
 
Lahir :
Jakarta, 6 Januari 1965
 
Pendidikan :
SD Kemayoran, Jakarta Pusat,
Pondok Pesantren Gading Mangu Perak LD III, Jombang, Jawa Timur,
SMP 65, Gunung Sahari,
Jakarta Pusat
SMA YMCA
 
Sinetron:
Abu Nawas,
Hikayat Pengembara,
Lorong Waktu,
Baim Anak Sholeh,
Mengintip Surga,
Para Pencari Tuhan,
Islam KTP
 
  
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *