Rita Matu Mona

Nama :
Rita Charloeta Parinduri
 
Lahir :
Medan, Sumatera Utara,
26 April 1959
 
Karya :
Catat,
Tragedi Semanggi,
Sang Dalang,
Potret,
The Lipstick Children
 
 
Penghargaan :
Penghargaan MURI sebagai pemain yang tidak tergantikan dalam 82 episode
 

Aktris Teater
Rita Matumona
 
Bernama asli Rita Charloeta Parinduri. Lahir di Medan, Sumatera Utara, 26 April 1959. Sejak tahun 1980, ia menjadi pemain di Teater Koma dan sudah mementaskan banyak naskah drama Nano Riantiarno, seperti, Bom Waktu, Sampek Engtay, Opera Kecoa, dll. Pernah juga mementaskan beberapa naskah dari penulis asing seperti, The Crucible karya Arthur Miller, The Comedy of Error karya Bunchner, The Three Penny Opera, The Good Persons of Sezchwan karya Bertold Brecha, The Womans of Parlement karya Aristophanes, Animal Farm karya George Orwel, dll.
 
Anak ketiga dari penulis tenar Matu Mona. Aktris teater yang juga dikenal sebagai penulis, deklamatis dan sutradara ini, pernah berkolaborasi dengan beberapa sutradara lain seperti, Arifin C. Noer, Teguh Karya dalam sebuah acara TV dan juga dengan Ratna Sarumpaet dalam lakon Pelacur dan Sang Presiden. Sejak tahun 1998, ia menjadi sutradara Teater Ungu di Universitas Atmajaya.

 
 
Telah menulis 5 naskah drama yang sudah pernah dipentaskan diantaranya, Catat, Tragedi Semanggi, Sang Dalang, Potret, The Lipstick Children. Di tahun 1999, ia terlibat dalam salah satu pementasan Teater Koma dengan judul The Three Penny Opera karya Bertold Brecht yang di sutradarai oleh Nano  Riantiarno, berperan sebagai asisten sutradara dan diserahkan untuk menjadi perekrut dan melatih lebih dari 20 anak-anak jalanan yang berusia sekitar 6 sampai 14 tahun.
 
 “Itu bukan hal yang mudah buat saya untuk melatih mereka saya harus memberikan mereka pengetahuan bagaimana untuk menjadi aktor dan berkolaborasi dengan pemain lain di Teater Koma dalam satu pertunjukan”, menurut aktris andalan Teater Remaja Jakarta dan sempat berkeliling Indonesia. Pertunjukan tersebut sukses dan semua itu tidak pernah terbayangkan olehnya
 


Teater Koma ‘DEMONSTRAN’ (2014)

 
Di tahun yang sama, ia juga menulis dan menjadi sutradara pada pertunjukan teater yang diberi nama Ana-anak Yang dijadikan Pekerja Prostitusi, dipentaskan di simposium dan seminar untuk Indonesia NGOs di Jakarta tahun 1999. Para pemain dalam pementasan tersebut adalah anak-anak yang bekerja sebagai prostitusi yang berusia sekitar 12 sampai 16 tahun. Sejak tahun 1999 sampai 2004 drama tersebut dipentaskan lebih dari 18 kali dibeberapa kota yang berbeda di Jawa Barat.
 
(Dari Berbagai Sumber)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *