Rudi Soedjarwo

Sutradara Film
Rudi Soedjarwo
 
 
Ia dinilai ikut menandai bangkitnya industri perfilman Indonesia setelah sekian lama mengalami kemandekan. Ia dikenal sebagai sutradara yang berhasil membangun film bergenre remaja. Diawali lewat filmnya yang paling menonjol berjudul ‘Ada Apa Dengan Cinta?’, film ini pula yang kemudian mengantarkan pemeran utama perempuannya Dian Sastrowardoyo menerima anugerah Piala Citra pada Festival Film Indonesia (FFI) 2004, dan dirinya sebagai sutradara terbaik. Kini selain terus berkarya membuat film, ia juga mengajar di Reload Film Center, sekolah film yang didirikannya bersama Monty Tiwa.
 
Sepulang dari Amerika Serikat, Di kepalanya menari berbagai ide kreatif, membuat film bagus. Tetapi ia dihadapkan pada kenyataan, industri hiburan ketika itu tidak butuh film bagus. Kemudian, ia membuat film dengan wajah terkenal, film ‘Tanah Air’ yang menampilkan Donny Damara, Adjie Pangestu, dan Unique Priscilla. Ada salah satu stasiun televisi yang tertarik menayangkannya namun promosinya kurang sehingga tak terdengar gaungnya. Padahal ia telah habis-habisan membiayainya sendiri.
 
Ia penasaran kenapa selalu disarankan membuat karya seperti milik rumah produksi Multivsion. Sempat bekerja di Multivision selama 2 minggu karena tidak tahan. “Saya nggak siap menjadi orang kedua. Saya bilang ke Pak Raam (Raam Punjabi), beri saya kesempatan bikin film sendiri. Tapi saya malah disarankan bersabar dulu. Ya sudah, saya angkat kaki.” Lalu, ia beralih ke film layar lebar. Tahun 2000, mencoba membuat film ‘Bintang Jatuh’ (film layar lebar perdana bagi Dian Sastrowardoyo).
 
Di film ‘Bintang Jatuh’, ia hanya memakai kamera handycam, ditambah sepasang lampu sorot. Ketika itu harus memilih, mau terang pemainnya atau latar belakangnya, dan ia memilih pemainnya. Film tersebut mendapat sambutan lumayan. Penontonnya sekitar 15 ribuorang. Tidak lama kemudian, Mira Lesmana menelpon menawari kerjasama untuk pembuatan film ‘Ada Apa Dengan Cinta?’ (AADC).
 
Setahun setelah film ‘Bintang Jatuh’, ia memproduksi film layar lebar kedua ‘Tragedy’ (2001). Tahun berikutnya, film ‘AADC’ meledak di pasaran. Namanya pun mulai diperhitungkan. Apalagi lewat festival Film Bandung, ia terpilih sebagai Sutradara Film terbaik. Film ‘AADC’ juga dikut sertakan ke festival film manca negara, seperti festival film By The Sea di Vlissingen, Belanda. Seperti ingin mengulang sukses ‘AADC’, Mira Lesmana kembali memilihnya untuk menyutradarai ‘Rumah Ketujuh’, sebuah film romantic-comedy yang beredar di bioskop pada awal tahun 2003.
 
Anak ke-2 dari dua bersaudara, pasangan Anton Sudjarwo (mantan Kapolri) dan Bintari ini juga berkiprah sebagai sutradara video klip lagu (Lepas Kendali-Humania, Risalah Hati-Dewa) dan iklan televisi untuk salah satu produk kecantikan.
 
“Saya tertarik dengan dunia remaja dan cinta sebagai tema film karena saya merasa lebih dekat dengan dunia mereka. Menurut pengamatan saya, mereka suka latah mengikuti idola atau teman-temannya. Bukan berarti untuk menggaet perhatian mereka lebih mudah. Selain itu mereka tak begitu memperhatikan minimnya teknik film. Di sisi lain, cinta itu isu yang bagus, karena mudah dikomunikasikan ke semua lapisan. Apalagi tema ini leluasa di-setting apa saja. Yang penting merebut perhatian orang dulu. Kalau sudah, baru menggarap tema yang lain.” 
 
Terinspirasi dengan pengalaman hidupnya, Juli 2004 lalu, lulusan Academy of Art College, San Fransisco, Amerika Serikat, ini menghadirkan film ‘Mengejar Matahari’, sebuah film yang bertutur tentang persahabatan, impian, harapan dan kekecewaan. Semua disajikan dengan latar belakang lingkungan tanpa polesan, seperti gang-gang rumah susun dengan kabel-kabel listrik dan jemuran yang centang-perenang, sampai tukang penjual makanan keliling yang mangkal di pojokan jalan. Ini membentuk gambaran jujur tentang kehidupan sehari-hari sebagian besar dari kita, sesuatu yang langka dalam film-film Indonesia yang cenderung menghadirkan mimpi pada penontonnya.
 
(Dari Berbagai Sumber)

Nama :
Rudi Soedjarwo
 
Lahir :
Bogor, Jawa Barat,
9 November 1971
 
Pendidikan :
SD Tarakanita Jakarta (1981),
SMP Tarakanita Jakarta (1987),
SMA Gonzaga Jakarta (1990),
San Diego State University,
-bidang manajemen, Amerika Serikat (1994),
Academy of Arts College San Fransisco, Amerika Serikat (1996)
 
Profesi :
Pengajar di Reload Film Center
 
Filmografi :
Janji Hati (Produser, 2015),
Pasukan Kapiten (2012),
Garuda Di Dadaku 2 (2011),
Lima Elang (2011),
Batas (2011),
Hantu Rumah Ampera (2009),
Kambing Jantan (2009)
In The Name of Love (2008),
40 Hari Bangkitnya Pocong (2008),
Cintapuccino (2007),
Mengejar Mas-mas (2007),
Pocong 2 (2006),
Pocong
(2006 dilarang beredar),
Telesinema Ujang Pantry 2 (2006),
Mendadak Dangdut (2006),
9 Naga (2005),
Tentang Dia (2005),
Mengejar Matahari (2004),
Rumah Ketujuh (2003),
Ada Apa Dengan Cinta? (2002),
Tragedi (2001)
Bintang Jatuh (2000), Telesinema Tanah Air (1997)
 
Video Klip :
Risalah Hati, Dewa (2002),
Lepas Kendali, Humania (2002)
 
Penghargaan :
Sutradara Terbaik JIFFEST (2006),
Meraih Piala Vidia di FFI untuk telesinema
Ujang Pantry 2 (2006),
Sutradara Terbaik FFI (2004),
Sutradara Terbaik Festival Film Internasional Bali untuk film Mengejar Matahari (2004)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *