Rudy Laban

Nama :
Rudy Laban
 
Lahir :
Bogor, Jawa Barat,
13 Agustus 1937
 
Wafat :
Jakarta, 21 Maret 2004
 
Pendidikan :
SD di Yogyakarta
SLTP Tarsisius Jakarta (1949),
HBS Canisius College, Jakarta (1954),
Conservatoire National Superieur de Musique, Paris, Perancis
 
Karir :
Pengajar piano di sekolah musik YPM (1963-1964),
Direktur sekolah musik YPM (1964-2004),
Ketua jurusan musik di IKIP Jakarta (1964-1975),
Anggota Komite Musik DKJ (1968-1971),
Pengajar di Akademi Musik LPKJ/IKJ
 
Pencapaian :
Mendapat beasiswa untuk menempuh pendidikan di Conservatoire National Superieur de Musique, Paris, Perancis


Pianis
Rudy Laban
 
 
Anak kedua dari empat bersaudara ini, lahir di Bogor, Jawa Barat, 13 Agustus 1937. Ayahnya Oscar Harry Laban seorang pemain biola, sementara ibunya Prancisca von Gartzen, wanita asal jerman kelahiran Bandung, seorang pemain piano. Sebelum masuk SD di Yogyakarta, ia sudah belajar piano pada miss Broers, seorang perempuan Belanda. Namun Jepang keburu datang sehingga ia kehilangan guru piano. Ia menempuh pendidikan SD di Yogyakarta
 
Tahun 1948 orangtuanya pindah ke Jakarta. Setelah menamatkan pendidikan di SLTP Tarsisius Jakarta (1949), dan HBS Canisius College, Jakarta (1954), ia kembali belajar piano lagi pada Szabo, salah seorang pendiri Yayasan Pendidikan Musik (YPM) di Manggarai, Jakarta Selatan, yang berasal dari Hongaria. Atas usaha Szabo, ia mendapat beasiswa ke Conservatoire National Superieur de Musique di Paris, Perancis. Di sini ia lulus dengan predikat Premier Prix de Musique de Chambre (1959) dan Premier Prix de Piano (1960).
 
Setelah kembali ke Jakarta, ia bekerja di YPM sejak tahun 1963. Setahun setelah ia mengajar piano, diangkat menjadi direktur sekolah musik YPM (1964-2004). Dikala itu, YPM telah menghimpun sekitar 1300 siswa dengan 83 pengajar, delapan diantaranya lulusan luar negeri, sementara sisanya lulusan dari Indonesia sendiri. Selain itu, ia juga menjadi ketua jurusan musik di IKIP Jakarta (1964-1975) dan menjadi anggota Komite Musik Dewan Kesenian Jakarta periode pertama (1968-1971), ketika DKJ baru  dibentuk. Itu sebabnya ia juga masuk dalam tim perumus konsep LPKJ/IKJ, dan menjadi dosen di Akademi Musik LPKJ /IKJ di tahun- tahun awal.
 
Pada tahun 1985, ia mengadakan pertunjukan piano di Graha Bhakti Budaya TIM Jakarta, mengalunkan ciptaan Robert Schumann dalam dua etude berbentuk canon opus 56 nomor empat dan lima gubahan Claude Debussy yang sangat memukau penonton. Ia juga mengadakan pergelaran musik bersama Adidharma dan Ambrocia Bernardo dan membentuk Trio Jakarta (Rudy Piano, Adidharma biola, dan Ambrocia Cello).
 
Ia juga kerap berpentas bersama Iravati Sudiarso. Bahkan enam bulan sebelum tutup usia, di Gedung Kesenian Jakarta, 17 September 2003, ia sempat berduet piano dengan Iravati Sudiarso. Pada 21 Maret 2004, pria lajang yang sudah empat puluh tahun mengabdikan diri di YPM ini wafat pada usia 66 tahun di Jakarta
 
(Dari Berbagai Sumber)
 
 
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *