Tati Saleh

Nama :
Raden Siti Hatijah Saleh
 
Lahir :
Jakarta, 24 Juli 1944
 
Wafat :
Bandung, Jawa Barat
9 Februari 2006
 
Pendidikan :
SD Ciamis, Jawa Barat,
SMP di Ciamis, Jawa Barat,
Sekolah Lanjutan Atas (SLA) ditempuhnya di KOKAR (Konservatori Karawitan) Bandung, Jawa Barat 
 
Pencapaian :
Juara II dalam Pasanggiri Tembang Sunda Cianjuran yang diselenggarakan DAMAS 

Seniman Tari
Tati Saleh
 
 
 
Pengalaman pertamanya belajar menari selain dari ayahandanya yang juga tokoh Tari Sunda R. Cece Somantri pada tahun 1961. Ketika belajar di KOKAR ia juga berguru pada R. Enoch Atmadibrata dan Ono Lesmana. Sejak usia 5 tahun, sejak kecil ia senang mendengarkan lagu-lagu kawih maupun tembang yang dinyanyikan Upit Sarimanah, Titim Fatimah dan Ibu Saodah. Bakatnya ini tersalurkan dengan berguru pada Mang Koko Koswara, Apung S. Wiratmaja dan Mang Bakang Abubakar, sewaktu sekolah di KOKAR.
 
Falsafah hidup Seniman Sunda yang sering melawat ke luar negeri mewakili Indonesia dan Jawa Barat ini adalah, menjalani segala sesuatu termasuk menekuni profesi harus dijalani secara tuntas. Bagi masyarakat Tatar Sunda khususnya serta Pencinta Seni Budaya Daerah di seluruh Tatar Nusantara sepertinya sudah tidak asing lagi dengan namanya. Ia adalah salah seorang Juru Kawih, Juru Tembang, Penari, Pemain Film serta Penggubah Tari Jaipongan yang sudah tidak asing lagi.
 
Pada tahun 60-an, bersama dengan Indrawati Lukman, Irawati Durban, Tien Sapartinah dan Bulantrisna Jelantik dikenal sebagai penari istana. Darah seni yang dimilikinya ini mengalir dari ayahanda tercintanya, Rd. Abdullah Saleh. Pada zamannya, ayahanya dikenal sebagai Tokoh Seniman Ciamis yang sekaligus berprofesi sebagai Kepala Kebudayaan Ciamis. Ibundanya, Tjarwita Djuariah serta bertugas sebagi Kepala Urusan Dalam Rumah Sakit Ciamis yang juga mengajar Seni Tari dan Tembang.
 
Pendidikan formalnya sewaktu SD dan SMP ditempuhnya di Ciamis. Sedangkan Sekolah Lanjutan Atas (SLA) ditempuhnya di KOKAR (Konservatori Karawitan) Bandung. Ia masih ingat, pada waktu sekolah di KOKAR yang menjadi Kepala Sekolahnya adalah Daeng Sutigna. Ketika di KOKAR ia seangkatan dengan Atik Sopandi dan juga Nano S. Tokoh yang mempopulerkan Seni Ibing Jaipongan bersama Euis Komariah dan Gugum Gumbira ini sangat tekun dengan kariernya. Bersama mereka pula ia menggubah beberapa Seni Ibing Jaipongan seperti Lindeuk Japati, Rineka Sari, Mega Sutra serta beberapa kreasi Seni Ibing Jaipongan lainnya
 
 (Dari Berbagai sumber)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *