Iberamsyah Barbary

Penulis
Iberamsyah Barbary

Lahir di Kandangan, Kalimantan Selatan, 2 Januari 1948. Pensiunan Pegawai BUMN ini aktif menulis dari tahun 1963 s/d 1972. Pada masa tahun 70-an, karya puisinya banyak diterbitkan Harian Lokal seperti Banjarmasin Post, Gawi Manuntung dan Dinamika Berita. Dalam data-data Kesenian Daerah Kalsel proyek Pusat Pengembangan Kesenian Kalsel Depdikbud 1975/1976 ia dimasukkan dalam priodesasi kesastraan Kalsel angkatan 70. Setelah sempat vakum lama, pada tahun 2008, ia kembali aktif menulis sampai dengan sekarang.

Sejumlah kumpulan sajak telah ia terbitkan diantaranya Antologi Puisi ‘Serumpun Ayat-ayat Tuhan’ diterbitkan oleh Kelompok Studi Sastra Banjarbaru (KSSB) (2012), kumpulan sajak ‘Asmaul Husna: Membuka Jalan Menggenggam Cinta’ diterbitkan oleh Kelompok Studi Sastra Banjarbaru (KSSB) (2012), ‘Balahindang Sakumpul Sapalimbaian’ (kitab Puisi dalam bahasa Banjar dan Indonesia) (2013), dan Kumpulan Cerpen ‘Insya-Allah, Jalan itu Ada, Imelda!’ yang di luncurkan pada juni 2014 di Aula Palimasan, gedung Banjarmasin Post, yang merupakan kumpulan cerpen pertamanya.

Pada Juli 2014, ia kembali meluncurkan Buku Gurindam setebal 320 halaman dengan judul ‘Banjar Negeri Harum 1001 Gurindam’, di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Gurindam itu sendiri merupakan bentuk puisi lama yang terdiri dari dua bait, tiap bait terdiri dari 2 baris kalimat dengan rima yang sama, yang merupakan satu kesatuan yang utuh. Gurindam ini dibawa oleh orang Hindu atau pengaruh sastra Hindu. Gurindam berasal dari bahasa Tamil (India) yaitu kirindam yang berarti mula-mula amsal, perumpamaan.

Gurindam selama ini hanya dikenal di Riau. Di budaya Banjar, sastra lisan tidak ada Gurindam. Hanya mengenal syair, pantun, mantra, cacapakian, dan lamut. Oleh karena itu, dirinyalah orang pertama Banjar yang menulis Gurindam. Namun ada perbedaan antara Gurindam yang pernah ditulis Raja Ali Haji dengan gurindam tulisanya, Gurindam Raja Ali Haji ditulis dalam bahasa Melayu lama, sementara ia menulis Gurindam dengan dua bahasa yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Selain itu Gurindam karyanya juga berisi bukan hanya tauhid dan akidah, tapi juga bicara politik hingga sejarah negeri Banjar.

Sebagai sastrawan, ia juga di kenal aktif dengan tampil dalam sejumlah kegiatan sastra diantaranya menghadiri Kongres Komunitas Sastra Indonesia (KSI II) 2012 di Wisma Argamulya, Bogor, Jawa Barat. Tampil dalam acara Tadarus Puisi dan Silaturahmi Sastra (TPSS) 2013 di Panggung Bundar Mingguraya, Banjar Baru, Kalimantan Selatan, tampil dalam Tadarus puisi dan Sahur Bersama di Panggung Hari Puisi Indonesia, halaman Parkir Taman Ismail Marzuki, Jakarta (2013), dan lain lain.

Ketua Yayasan Kamar Sastra Nusantara ini, tinggal menetap di Komp Perumahan Banjarbaru Permai Jl. Padang no 67 Banjarbaru ,Kalimantan Selatan

 (Dari Berbagai Sumber)

Nama :
Iberamsyah Barbary

Lahir :
Kandangan,
Kalimantan Selatan,
2 Januari 1948

Aktifitas Lain :
Ketua Yayasan Kamar Sastra Nusantara

Karya :
Antologi Puisi Serumpun Ayat-ayat Tuhan (2012),
Kumpulan sajak Asmaul Husna: Membuka Jalan Menggenggam Cinta (2012),
Balahindang Sakumpul Sapalimbaian (kitab Puisi dalam bahasa Banjar dan Indonesia, 2013)
Kumpulan Cerpen ‘Insya-Allah, Jalan itu Ada, Imelda!’ (2014).
Buku Gurindam berjudul ‘Banjar Negeri Harum 1001 Gurindam, (2014)

You may also like...