Mursal Esten

Nama :
Mursal Esten

Lahir :
Solok, Sumatera Barat,
5 September 1941

Wafat :
Padang, Sumatera Barat,
17 Agustus 2003

Pendidikan :
SD di Kacang Solok
(tamat 1953),
SMP di Solok (1956),
SGA di Solok (1960),
FKSS-IKIP Padang (1968),
Gelar Doktor Sastra Melayu dari Universitas Indonesia (1990)

Aktifitas Lain :
Pengajar FKSS-IKIP Padang (1964-1968),
Pengajar FPBS-IKIP Padang (1968-2003),
Kepala Bagian Humas IKIP Padang (1971-1974),
Direktur ASKI/STSI Padangpanjang (1993), Ketua Pusat kesenian Padang,
Kepala Taman Budaya Provinsi Sumatera barat, Pimpinan redaksi majalah Gema,
Ketua III HPBI/Himpunan Pembina Bahasa Indonesia Sumatera Barat (1985-2003),
Ketua HISKI/Himpunan Sarjana Kesusasteraan Indonesia, Sumatera Barat (1987-1998),
Ketua HISKI Pusat
(1988-2001),
Mendirikan dan pengajar terbang Akademi Seni Malaka/Institut Seni Malaka)

Karya Tulis :
Sastra Indonesia
dan Tradisi Subkultur
(kumpulan esai, 1982),
Kritik Sastra Indonesia (1985),
Apresiasi Sastra Indonesia (1986),
Sepuluh Petunjuk dalam Memahami dan Membaca Puisi (1987),
Sastra Jalur Kedua:
Sebuah Pengantar (kumpulan esai, 1988),
Menjelang Teori dan
Kritik Sastra Indonesia yang Relevan
(ed.; bunga rampai, 1988), Tradisi dan Modernitas dalam Sandiwara
(studi, 1995),
Memahami Puisi (1995)


Penulis
Mursal Esten

Anak ke dua dari tujuh bersaudara, putra dari pasangan Sutan Nurdindan Chuzaimahini lahir di Solok, Sumatera Barat, 5 September 1941. Pendidikannya ditempuh di SD Kacang Solok (tamat 1953), SMP di Solok (1956), SGA di Solok (1960), FKSS-IKIP Padang (1968), dan meraih gelar Doktor Sastra Melayu dari Universitas Indonesia (1990).

Sebelum terjun menjadi penulis, ia memulai kariernya di bidang akademik. Pernah menjadi asisten pengajar di FKSS-IKIP Padang (1964-1968), pengajar di FPBS-IKIP Padang (1968-2003), Kepala Bagian Humas IKIP Padang (1971-1974) dan Direktur ASKI/STSI Padangpanjang (1993). Ia pernah menjabat di sejumlah organisasi diantaranya menjadi Ketua Pusat Kesenian Padang, Kepala Taman Budaya Provinsi Sumatera Barat, Pimpinan Redaksi majalah Gema, Ketua III HPBI (Himpunan Pembina Bahasa Indonesia) Sumatera Barat (1985-2003), Ketua HISKI (Himpunan Sarjana Kesusasteraan Indonesia) Sumatera Barat (1987-1998), serta Ketua HISKI Pusat (1988-2001). Bersama dengan sejawatnya dari Malaysia, ia juga mendirikan dan sekaligus menjadi dosen terbang pada Akademi Seni Malaka yang kemudian berganti nama jadi ISM/Institut Seni Malaka. Ia juga aktif membina kerjasama kebudayaan antara STSI Padangpanjang dengan Malaka dan pusat kebudayaan Melayu Singapura.

Di dunia kepenulisan namanya juga sudah tidak asing lagi. Beberapa karya tulis pernah ia buat, antara lain Sastra Indonesia dan Tradisi Subkultur (kumpulan esai, 1982), Kritik Sastra Indonesia (1985), Apresiasi Sastra Indonesia (1986), Sepuluh Petunjuk dalam Memahami dan Membaca Puisi (1987), Sastra Jalur Kedua: Sebuah Pengantar (kumpulan esai, 1988), Menjelang Teori dan Kritik Sastra Indonesia yang Relevan (ed.; bunga rampai, 1988), Tradisi dan Modernitas dalam Sandiwara (studi, 1995) dan Memahami Puisi (1995).

Suami dari Ramawati ini wafat pada 17 Agustus 2003, di Rumah Sakit M. Djamil Padang, Sumatera Barat, karena penyakit diabetes yang dideritanya, dimakamkan di kampung halamannya, Nagari Kacang, Solok.

(Dari Berbagai Sumber)

You may also like...

Leave a Reply