F. E. S Tarigan


Juru Kamera
F. E. S Tarigan, MA

Lahir di Kabanjahe, Sumatra Utara, 10 September 1941. Pendidikannya ditempuh di All Union Institute Of Cinematografi, USSR (Rusia, 1970). Setamat dari Rusia, penggemar fotografi sejak SMP ini langsung dapat kepercayaan jadi juru kamera dalam film ‘Tanah Gersang’ (1971), produksi PT Avisarti film. Selanjutnya ia menjadi juru kamera dalam film ‘Dalam Sinar Matanya’ (1972), produksi PT Bestari Shanti Film, besutan sutradara Pitrajaya Burnama. Tahun 1973, ia kembali terlibat sebagai juru kamera dalam film ‘Marabunta’, besutan sutradara Sisworo Gautama Putra.

Pria yang kerap tampil sederhana ini, juga menjadi juru kamera pada hampir semua film komedi yang di bintangi oleh Ateng, dimulai dengan film ‘Bing Slamet Koboi Cengeng’ (1974), lalu ‘Ateng Minta Kawin’ (1974), ‘Ateng Raja Penyamun’ (1974) dan ‘Ateng Mata Keranjang’ (1975). Kepiawaiannya dalam bidang sinematografi kembali teruji setelah ia sukses menangani film ‘Inem Pelayan Seksi’ (1976) dan ‘Si Doel Anak Modern’ (1976), yang membuahkan Piala Akademi Sinematografi untuk penata kamera terbaik kedua baginya pada perhelatan FFI 1977.

Film lainnya yang pernah ia tangani antara lain ‘Nafsu Serakah’ (1977), ‘Christina’ (1977), ‘Sayang Sayangku Sayang’ (1978), ‘Tuyul’ (1978), ‘Penangkal Ilmu Petir’ (1979), ‘Pengabdi Setan’ (1980), ‘Ratu Pantai Selatan’ (1980), ‘Sundel Bolong’ (1981), ‘Jaka Sembung Sang Penakluk’ (1981), ‘Sangkuriang’ (1982), ‘Penghianatan G30-S/PKI’ (1982), ‘Djakarta 66’ (1982), ‘Nyi Blorong’ (1982), dan ‘Perkawinan Nyi Blorong’ (1983).

Meski bertambah usia namun kelihaiannya sebagai penata kamera tidak pernah berkurang bahkan semakin berkembang. Hal tersebut di buktikannya dengan terpilihnya namanya sebagai nominasi penata kamera terbaik pada FFI 1987 untuk film ‘Cintaku Di Rumah Susun’ (1987) serta nominasi Penata Kamera Terbaik pada FFI 1990 untuk film ‘Cas Cis Cus’ (Sonata Di Tengah Kota) (1989). Puncaknya ketika dirinya meraih penghargaan sebagai Penata Kamera Terpuji Festival Film Bandung untuk film ‘Kipas-Kipas Cari Angin’ (1990) dan meraih Piala Citra untuk Penata Kamera Terbaik untuk film ‘Plong’ (1991). Ketika dunia perfilman mengalami kelesuan, ia beralih ke sinetron. Sinetron yang pernah ia tangani antara lain ‘Saur Sepuh’ (1994), ‘Dendam Berkarat’ (1996), dll

Diluar dunia film, ia juga di kenal sebagai seorang pengajar di Institut Kesenian Jakarta/IKJ. Hasil pelajaran selama 6 tahun di Rusia dan pengalamannya sebagai juru kamera kemudian di tularkannya kepada para mahasiswa IKJ yang menjadi muridnya. Selain itu, ia juga pernah duduk sebagai anggota komite seleksi pada FFI pada dekade tahun 1988 dan 1989.

(Dari Berbagai Sumber)
 

Nama :
F. E. S Tarigan, MA

Lahir :
Kabanjahe, Sumatra Utara,
10 September 1941

Pendidikan :
All Union Institute Of Cinematografi, USSR
(Rusia, 1970)

Aktifitas Lain :
Pengajar Institut Kesenian Jakarta,
Anggota Komite Seleksi pada FFI decade 1988 dan 1989

Pencapaian :
Piala Akademi Sinematografi untuk penata kamera terbaik kedua pada FFI 1977 lewat film Si Doel Anak Modern,
Penata Kamera Terpuji Festival Film Bandung untuk film Kipas-Kipas Cari Angin (1990),
Piala Citra untuk Penata Kamera Terbaik untuk film Plong (1991)

Filmografi :
Tanah Gersang (1971),
Dalam Sinar Matanya (1972),
Marabunta (1973),
Bing Slamet Koboi Cengeng (1974),
Ateng Minta Kawin (1974),
Ateng Raja Penyamun (1974),
Ateng Mata Keranjang (1975),
Inem Pelayan Seksi (1976),
Si Doel Anak Modern (1976),
Nafsu Serakah (1977),
Christina (1977),
Sayang Sayangku Sayang (1978),
Tuyul (1978),
Penangkal Ilmu Petir (1979),
Pengabdi Setan (1980),
Ratu Pantai Selatan (1980),
Sundel Bolong (1981),
Jaka Sembung Sang Penakluk (1981),
Sangkuriang (1982),
Penghianatan G30-S/PKI (1982),
Djakarta 66 (1982),
Nyi Blorong (1982),
Perkawinan Nyi Blorong (1983),
Cintaku Di Rumah Susun (1987),
Cas Cis Cus/
Sonata Di Tengah Kota (1989),
Kipas-Kipas Cari Angin (1990),
Plong (1991)

Sinetron :
Saur Sepuh (1994),
Dendam Berkarat (1996)

You may also like...