Harry de Fretes

Nama :
Harry de Fretes

Lahir :
Hannover, Jerman,
24 September 1967

Pendidikan :
Fakultas Ekonomi, jurusan manajemen Universitas Tarumanegara (Jakarta)

Aktifitas Lain :
Pendiri Jakarta Flash Productions,
Pendiri Sanggar Lenong Cabe Rawits, H. Nirin Kumpul,
Creative manager HDF Management

Filmografi :
Lenong Rumpi 1 (1991),
Ngebut Kawin (2010),
Lihat Boleh, Pegang Jangan (2010)
 
Album Musik :
Hari Hary mau

Penggiat Teater
Harry de Fretes

Lahir di Hannover, Jerman, 24 September 1967. Alumni Fakultas Ekonomi, jurusan Manajemen di Universitas Tarumanegara ini adalah salah satu pendiri Lenong Rumpi, yang ditayangkan di stasiun televisi RCTI. Lenong Rumpi menjadi program komedi regular di televisi swasta saat itu. Julukan Boim pun melekat padanya karena perannya dalam program komedi tersebut.

Tahun 1991, ia membintangi film layar lebar bersama lenong rumpi dalam film komedi yang berjudul ‘Lenong Rumpi 1’ produksi Parkit film. Selain membintangi film layar lebar, ia juga menjadi pembawa acara. Mendirikan Jakarta Flash Productions, sebuah lembaga pendidikan luar sekolah bagi mereka yang berminat untuk menjadi seorang entertainer. Tahun 1995, ia memproduksi acara komedi ‘Hari Harry Mau’ bekerjasama dengan AN-Teve, yang melahirkan bintang-bintang muda penuh bakat, seperti: Indra Safera (alm), Becky Tumewu, Jodie dan lain-lain, dan ketika itu juga ia memproduksi kaset lagu dan lawak, ‘Hari Harry Mau’ bekerjasama dengan Musica Studio’s. ia juga menjajaki kemampuannya sebagai pencipta lagu dan berkolaborasi dengan  Denada, dalam lagu ‘Hari Hary Mau’.

Lama tak terlihat di layar kaca bersama Lenong Rumpi, pada 16 Agustus 2008, ia mendirikan sebuah wadah regenerasi lenong yang diberi nama Sanggar Lenong Cabe Rawits, H. Nirin Kumpul. Melalui wadah ini diharapkan anak-anak usia belia dapat lebih mengenal budaya Betawi dan unsur yang mempengaruhinya, sehingga dapat memberikan kontribusi bagi pengenalan seni budaya, khususnya budaya Betawi. Menurutnya para pelakon dan penggarap lenong masih terhitung tak banyak, sehingga kemunculan generasi lenong baru masih minim.

Tahun 2010, ia kembali membintangi layar lebar yang berjudul ‘Ngebut Kawin’. Di tahun yang sama, ia membintangi film ‘Lihat Boleh, Pegang Jangan’. Dalam film komedi besutan Findo Purwono tersebut, ia berperan sebagai Bang Kimbul, seorang tukang bakso keturunan Betawi Cina. Ia  juga membintangi film televisi lainnya yang bertema Betawi di antaranya ‘Cinta Masa Muda’, dan ‘Larangan Cinta Babe’ yang ditayangkan di SCTV, produksi Studio Dharmawangsa.

Sebagai bentuk kepeduliannya dalam melestarikan budaya Indonesia, khususnya budaya Betawi, Pria bertubuh gempal ini pada tahun 2011, 2012 dan 2013 menggelar lomba pencarian bakat di bidang, tari, lenong dan menyanyi. Acara bertajuk Ekspresi Pelajar Jakarta dan Sekitarnya atau yang disingkat Ekspresi Petasan ini dikhususkan untuk para peserta yang masih berstatus pelajar, baik SD, SMP ataupun SMA tapi tidak menutup kemungkinan untuk umum yang memperebutkan  piala bergilir Gubernur DKI Jakarta. Ia berharap, dengan acara ini anak-anak sekolah lebih mengenal lagi budayanya, budaya lokal lewat tari, nyanyi, dan seni lenong.

Kini ia tinggal di Bogor, Jawa Barat dan membuka jasa hiburan HDF Management, yang dibentuk sejak tahun 2008

(Dari Berbagai Sumber)

You may also like...