Anwar Fuady

Nama :
Anwar Fuady

Lahir :
Palembang,
Sumatera Selatan,
14 Maret 1947

Pendidikan :
SMA,
Akademi Teater dan Film/ATF (Jakarta)

Aktifitas Lain :
Ketua PARSI/Persatuan Artis Sinetron Indonesia
(1998-2006),
Tenaga Ahli LSF/Lembaga Sensor Film

Filmografi :
Mendung Tak Selamanya Kelabu (1982),
Sunan Kalijaga (1983),
Selimut Cinta (1984),
IQ 200 (1984),
Primadona di Balik Terali (1984),
Kinanti (1984),
Persaingan Remaja (1984),
Sunan Kalijaga (1984),
Bunga Pramuria (1984),
Mandi dalam Lumpur (1984),
Lorong-Lorong Asmara (1984),
Menerjang Badai (1984),
Sunan Kalijaga dan Syech Siti Jenar (1985),
Sebening Kaca (1985),
Tiga Pendekar Bermain Api (1985),
Cinta di Awal Tigapuluh (1985),
Merangkul Langit (1986),
Melindas Karang Kapur (1986),
Sentuhan Rumput Yang Bergoyang (1986),
Arini, Masih Ada Kereta yang Akan Lewat (1987),
Ayu dan Ayu (1987),
Arwah Anak Ajaib (1988),
Suami (1988),
Tertangkap Basah (1988),
Seputih Kasih Semerah Luka (1988),
Sesaat Dalam Pelukan (1989),
Sepondok Dua Cinta (1990),
Lupus V (1991),
Kuberikan Segalanya (1992),
Asmara (1992),
Kiamat Sudah Dekat (2003),
Kentut (2011),
Gending Sriwijaya (2013),
Mengejar Malam Pertama (2014)

Sinetron :
Dalam Pelukan Cinta,
Jangan Ucapkan Cinta, Kenapa Harus Inul,
Pangeran Jayakarta, Fatamorgana,
Menggapai Buih,
Delima,
Janjiku
Inem Pelayan Seksi,
Doaku Harapanku, Tersanjung 2,
Kiamat Sudah Dekat
(serial TV),
Intan,
Cinta Pertama,
Cintaku di Rumah Susun,
Siti Nurbaya,
Aisyah,
Kasih,
Cahaya,
Assalamualaikum Cinta,
Sekar,
Nikita,
Manohara,
Doa dan Karunia

Aktor Film
Anwar Fuady
 
 
Lahir di Palembang, Sumatera Selatan, 14 Maret 1947. Tertarik pada dunia perfilman karena gemar menonton film sejak SD di bioskop dekat rumahnya. Setelah menyelesaikan bangku sekolah menengah atasnya, ia pun memutuskan hijrah ke Jakarta dan melanjutkan pendidikan di Akademi Teater dan Film (ATF).

Karena sulit menembus dunia perfilman, ia kemudian mencoba tampil di televisi, mulai tahun 1970. Baru pada tahun 1982, impiannya untuk tampil di film layar lebar menjadi kenyataan. Ia bermain dalam film ‘Mendung Tak Selamanya Kelabu’ (1982). Sejak saat itu ia kerap bermain di berbagai film dan sinetron. Kebanyakan peran yang dimainkannya adalah antagonis.

Film lainnya yang pernah ia bintangi yakni ‘Sunan Kalijaga’ (1983), ‘Selimut Cinta’ (1984), ‘Sebening Kaca’ (1985), ‘Merangkul Langit’ (1986), ‘Cinta di Awal Tigapuluh’ (1985), ‘Sentuhan Rumput Yang Bergoyang’ (1986), ‘Ayu dan Ayu’ (1987), ‘Suami’ (1988), ‘Sesaat Dalam Pelukan’ (1989), Sepondok Dua Cinta’ (1990), ‘Lupus V‘ (1991), ‘Asmara’ (1992), ‘Kiamat Sudah Dekat’ (2003), dan masih banyak lagi.

Sedangkan sinetron yang pernah dibintanginya antara lain Dalam Pelukan Cinta’, Jangan Ucapkan Cinta’, Kenapa Harus Inul’, Pangeran Jayakarta’, Fatamorgana’, Menggapai Buih’, Delima’, Janjiku’, Inem Pelayan Seksi’, Doaku Harapanku’, Tersanjung 2, Kiamat Sudah Dekat’ (serial TV), Intan’, Cinta Pertama’, Cintaku di Rumah Susun’, Siti Nurbaya’, Aisyah’, Kasih, Cahaya’, Assalamualaikum Cinta’, Sekar’, Nikita’, Manohara’ dan Doa dan Karunia’.

Kiprahnya di dunia akting tak hanya di depan layar. Aktor yang sempat terkena kasus gelar Doktor palsu yang di berikan oleh salah satu institusi pendidikan swasta dan sempat pula terlibat perseteruan dengan aktor Roy Marten yang juga mantan ketua PARSI (Persatuan Artis Sinetron Indonesia) tersebut, diberi kepercayaan menjadi Ketua PARSI periode 1998-2006 dan juga tenaga ahli di Lembaga Sensor Film Indonesia (LSF).

Ia juga aktif di dunia politik. Pada tahun 2003, ia pernah mencalonkan diri sebagai Presiden RI periode 2009-2012 dan Gubernur Sumatera Barat periode 2003-2008. Selain itu, ia juga pernah menjadi pengurus salah satu partai peserta pemilu tahun 2009. Menikah dengan Farida Cosim pada 14 Februari 1971. Dikaruniai lima orang anak, Fery Senopati, Tillya Mavalda, Silvy Meutia, Farouk Fuady, dan Moudy Ambhita Cinta.

(Dari Berbagai Sumber)

You may also like...