Hadidjah

Nama :
Hadidjah
 
Lahir :
Bugis, Sulawesi Selatan,
13 Juni 1923
 
Wafat :
Jakarta, 10 Oktober 2013
 
Pendidikan :
Sekolah Dasar
 
Pengcapaian :
Piagam Penghargaan dari Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin (1976)
 
Filmografi :
Hadji Saleh (1939),
Alang-alang (1939),
Matjan Berbisik (1940),
Retjon Ajteh (1940),
Si Gomar (1941),
Singa Laoet (1941),
Sigala Item (1941),
Momon (1959),
Cucu (1973),
Manusia Terakhir (1973),
Gaun Pengantin (1974),
Ateng Pendekar Aneh (1977)

Aktris Film
Hadidjah
 
 
 
Lahir di Bugis, Sulawesi Selatan, 13 Juni 1923. Lahir dari keluarga seniman pasangan Habibah dengan Harun Seman yang merupakan seniman panggung dan film pada masa itu. Bahkan kakeknya, Moesa Pancho adalah putra Ternate pemain sandiwara dan film yang terkenal di seluruh Asia. Pendidikannya hanya sampai Sekolah Dasar.
 
Mengikuti jejak keluarganya, ia turut terjun ke dunia seni. Menikah dengan Mas Sardi, pemain biola Orkes RRI Studio Jakarta yang juga seorang ilustrator musik film. Karirnya di film di mulai ketika produser The Teng Chun mengajak suaminya, Mas Sardi, untuk menjadi penata musik di studionya, JIF (Java Industrial Film). Ia kemudian ikut di tawari untuk menjadi pemain, yang langsung memegang peran utama dalam film ‘Hadji Saleh’ (1939). Kemudian mendampingi Moh. Mochtar dalam ‘Alang-Alang’ (1939), film ala Tarzan yang membuat namanya menjadi terkenal sebagai Jungle Women, dan Mochtar sebagai Tarzan of Java. Film ini disebut-sebut sebagai jungle film pertama di Tanah Air.
 
Setelah itu, ia kerap kebagian peran sebagai pemeran utama, diantaranya dalam film ‘Matjan Berbisik’ (1940), besutan sutradara Tan Tjoei Hock, berperan sebagai Zainab. Lalu ‘Retjon Ajteh’ (1940), besutan sutradara The Teng Chun. Kemudian ‘Si Gomar’ (1941), besutan sutradara Tan Tjoei Hock.
 
Perannya yang menawan dalam setiap film yang di bintanginya, membuatnya menjadi bintang film papan atas Indonesia antara tahun 1940-1942. Namun sejak pecah perang, namanya seakan hilang dari dunia film. Setelah sang suami Mas Sardi wafat pada 23 Oktober 1953, ia kembali ke dunia film. Ia muncul dalam peran kecil di film ‘Momon’ (1959). Lalu pada 1973, ia kembali bermain di film ‘Cucu’, bersama Halida Hatta, putri dari Bung Hatta. Ia juga ikut muncul dalam satu dua film, antara lain sebagai nenek dalam ‘Manusia Terakhir’ (1973), dan sebagai pembantu dalam ‘Gaun Pengantin’ (1974), sebelum bermain dalam film terakhirnya, ‘Ateng Pendekar Aneh’ (1977).
 
Ia juga terkenal dengan bakat menyanyi, menari, dan bermain teater. Atas dedikasinya di dunia seni dan perfilman, ia pernah mendapatkan Piagam Penghargaan dari Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin tahun 1976. Dari pernikahannya dengan Mas Sardi, ia di karuniai delapan orang anak. Anak sulungnya, Idris Sardi (alm) di kenal sebagai maestro biola Indonesia.
 
Nenek dari aktor film Lukman Sardi ini wafat di Jakarta, 10 Oktober 2013, di usia 90 tahun, karena faktor usia. Dimakamkan satu liang lahat dengan almarhum suaminya, Mas Sardi, di TPU Menteng Pulo, Jakarta.
 
(Dari Berbagai Sumber)

You may also like...

Leave a Reply