Jero Puspawati

Nama :
Jero Puspawati
 
Lahir :
Desa Pejeng, Kabupaten Gianyar, Bali, 1933,
 
Wafat :
Geriya Gede Bongkasa, Abiansemal, Bali, 21 Mei 2009
 
Pencapaian :
Penghargaan Kerthi Budaya dari Pemerintah Kabupaten Badung, Bali (1996),
Panghargaan Maestro Tradisi dari Pemerintah RI (2011)

Maestro Tari Arja
Jero Puspawati
 
 
 
Maestro tari Arja ini lahir di Desa Pejeng, Kab. Gianyar, Bali, sekitar tahun 1933. Semasa hidupnya, ia dikenal oleh masyarakat luas, termasuk kalangan wisatawan asing, lewat kepiawaiannya menampilkan tari arja, seni tradisi Bali yang diwarnai penyampaian pesan-pesan bernada humor. Dalam tarian arja tersebut, ia dikenal mahir menari memerankan tokoh Limbur dan Mantri Buduh.
 
Di samping sebagai pelaku seni, ia dikenal sebagai pelatih seni tari Arja di berbagai desa di Bali, serta aktif dibidang pesantian. Pengabdiannya di jagat seni tari itulah yang mengantarkan beliau meraih penghargaan Kerthi Budaya dari Pemerintah Kabupaten Badung pada tahun 1996 dan penghargan Maestro Seni Tradisi dari Pemerintah RI di tahun 2011. Menikah dengan Ida Bagus Made Raka (alm) yang juga merupakan seniman tari Baris dan Jauk dari Geriya Gede Bongkasa. Atas prakarsanya bersama sang suami, maka terbentuklah group Parwa Agung Blahkiuh yang sempat berjaya pada masa lalu dan masih tetap bertahan sampai sekarang.
 
Maestro tari yang pernah membawa nama harum Kabupaten Badung maupun Bali ini wafat pada hari Sabtu, 21 Mei 2009 pukul 14.00 wita di Geriya Gede Bongkasa, Abiansemal, Bali, pada usia 76 tahun karena sakit. Meninggalkan dua orang putri, Ida Ayu Wimba Ruspawati SST, M.Sn, yang merupakan salah seorang pengajar ISI Denpasar serta Ida Ayu Mas Yuniari dan 6 orang cucu. Dua diantaranya yaitu Ida Bagus Gede Surya Peradantha S.Sn., M.Sn dan Ida Ayu Gede Sasrani Widyastuti merupakan penerus tradisi kesenian yang diwariskannya
 
(Dari Berbagai Sumber)
 
 

You may also like...

Leave a Reply