Jose Purnomo

Nama :
Jose Purnomo
 
Lahir :
7 Oktober 1967
 
Filmografi :
Jelangkung (2001),
Tak Biasa (2004),
Pulau Hantu (2007),
Angkerbatu (2007),
Pulau Hantu 2 (2008),
Kirun + Adul (2009),
Pulau Hantu 3 (2011),
Skandal (2011),
Rumah Kentang (2012),
308 (2013),
KM 97 (2013),
Pokun Roxy (2013),
Samudera Hotel Ganti Judul 308 (2013),
Moga Bunda Di sayang Ayah (2013),
OO Nina Bobo (2014),
Rumah Gurita (2014),
Danau Hitam (2014),
Tarot (2015)

Sutradara Film
Jose Purnomo
 
 
 
Pria kelahiran 7 Oktober 1967 ini, dikenal sebagai salah seorang sutradara kenamaan Indonesia, yang juga pemilik rumah produksi Jose Purnomo Film. Debut awalnya di film ‘Jelangkung’ di tahun 2001, yang diproduksinya bersama Rizal Mantovani. Film ‘Jelangkung’ mengusung tema ritual mistis kuno jailangkung dari Indonesia dan legenda-legenda urban daerah Jakarta, seperti legenda Hantu Rumah Kentang dan Suster Ngesot. Dengan tag-line-nya yang terkenal “Datang tak dijemput, pulang tak diantar”, film ini sukses di pasaran, dengan ditonton tak kurang dari 1,3 juta penonton di layar bioskop setelah dirilis.
 
Kesuksesan film ‘Jelangkung’ melesatkan namanya sebagai sutradara film bergenre atmospheric horror. Apalagi setelah itu ia tercatat kembali menggarap sejumlah judul film bergenre sama seperti ‘Angkerbatu’ (2007), ‘Pulau Hantu’ (2007), ‘Pulau Hantu 2’ (2008), ‘Pulau Hantu 3’ (2011) dan ‘Rumah Kentang’ (2012). Atmospheric horror adalah salah satu bagian dari genre horor yang lebih menonjolkan nuansa seram ketimbang sosok hantu yang ada di dalamnya.
 
Alasannya ingin terus konsisten di atmospheric horror karena ia menganggap genre tersebut sudah sangat jarang ditekuni oleh para sutradara pembuat film horor. Dalam beberapa filmnya, ia bahkan mengakhiri adegan akhir filmnya dengan kematian, dengan maksud ingin menampilkan sisi ekstrem dari kisah horor yang digarapnya. Tak hanya itu khusus untuk film bergenre atmospheric horror, ia selalu tertarik untuk mengangkat dari kisah nyata dan dipadu dengan fiksi.
 
Lewat film-film horror ciptaannya tersebut imej sebagai sutradara film horor pun melekat padanya hingga kini. Namun bukan berarti ia akan selamanya berada di jalur tersebut, ia akan mencoba sesuatu yang lain jika kedepannya film jenis itu sudah banyak diproduksi. Ia pernah pula menggarap beberapa film komedi seperti ‘Tak Biasa’ (2004) dan ‘Kirun + Adul’ (2009), juga beberapa film drama. Ia juga pernah mengerjakan banyak video klip musik seperti video musik Agnes Monica. Di luar karir filmnya, ia aktif menjadi seorang fotografer.
 
Menikah dengan penyanyi Lusy Rahmawati, Dari pernikahannya tersebut, ia dikaruniai dua orang anak, Keitaro Jose Purnomo dan Kimiko Lucibelle Jose Purnomo. Namun, pada 2 Februari 2009, pernikahan mereka kandas.
 
(Dari Berbagai Sumber)
 

You may also like...

Leave a Reply