Muhamad Sidik

Nama :
Muhamad Sidik
 
Lahir :
Jombang, Jawa Timur,
3 Pebruari 1943
 
Wafat :
Gresik, Jawa Timur,
17 April 2012
 
Pendidikan :
SMP
 
Pencapaian :
Penghargaan sebagai Seniman Ludruk Surabaya. Dari Walikota Surabaya, Tri Rismaharini pada bulan Juni 2012
 
 

Seniman Teater Tardisional
Cak Kancil
 
 
 
 
Lahir di Jombang, Jawa Timur, 3 Februari 1943. Bernama asli Muhamad Sidik, namun lebih dikenal dengan panggilan Kancil Sutikno atau yang lebih akrab Cak Kancil. Ia merupakan salah satu ikon ludruk Surabaya. Pendidikannya hanya sampai SMP. Sejak tahun 1970-an menjadi anggota Ludruk Radio Republik Indonesia (RRI) Surabaya.
 
Di ludruk RRI, ia selalu melawak bersama empat rekannya. Mereka memiliki jadwal siaran tetap di RRI Surabaya. Pasangan lawak Kancil awalnya adalah Muali, Markaban, dan Dadang. Setelah Markaban meninggal, posisinya digantikan Agus Kuprit dan Momon. Ia tercatat sudah dua kali menjabat sebagai Ketua Ludruk RRI Surabaya, tahun 1981-1983 dan tahun 1989-1998. Yang paling diingat oleh para pengemar pada sosok dirinya adalah ungkapan khasnya saat memperkenalkan diri, “Selamat jumpa lagi dengan saya Cak Kancil Sutikno dari Suurrraabaaaiiiaaaa”.
 
Setelah pensiun dari RRI tahun 2004, ia juga masih sering diajak pentas oleh Ludruk RRI yang mengudara di RRI Surabaya setiap Minggu pukul 13.00-14.00 WIB. Salah satu istrinya, Jasmani, juga anggota Ludruk RRI. Di luar siaran rutin, ia kerap pula menerima tanggapan dari luar. Meski usianya tidak muda lagi, namun ia masih terus bersemangat ketika membawakan banyolan ludrukannya kendati ludruk perlahan lahan mulai tergerus oleh budaya modern. Bahkan kepada generasi muda seniman ludruk ia selalu berpesan agar tidak setengah-setengah dalam menekuni profesi sebagai seniman seni panggung.
 
Pribadi sederhana dan humoris ini, pernah menjadi bintang tamu dalam dua kali rekaman kaset Kartolo cs pada awal 1980-an, yakni Sopir Lori dan Ratune Iwak. Selain itu bersama Kartolo ia pernah menjadi menjadi anggota Ludruk Radio Republik Indonesia (RRI) Surabaya ini, pernah pula bermain bersama pada pementasan ludruk di Malang dalam lakon Sarip Tambak Oso.
 
Seniman teater tradisional ini wafat pada 17 April 2012 di rumahnya, Dusun Mbadut, Desa Drancang Kecamatan Menganti, Gresik, Jawa Timur, akibat komplikasi penyakit yang telah diderita sejak lama. Meninggalkan tiga orang putri dari dua kali pernikahannya. Di makamkan di TPU Menganti Gresik, Jawa Timur. Pada bulan Juni  2012,  Bertepatan dengan Peringatan HUT Surabaya ke 719, (alm) Cak Kancil mendapatkan penghargaan sebagai Seniman Ludruk Surabaya. Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Walikota Surabaya, Tri Rismaharini kepada perwakilan keluarga Cak Kancil, di Taman Surya, Surabaya, Jawa Timur, atas jasa-jasanya yang terus diberikan kepada seni ludruk Surabaya dari tahun 80-an sampai akhir hayatnya.
 
(Dari Berbagai Sumber)

You may also like...

Leave a Reply