Monty Tiwa

Nama :
Monty Tiwa
 
Lahir :
Jakarta, 28 Agustus 1976
 
Pendidikan :
SD Ora Et Labora,
SMP Ora Et Labora,
SMA Negeri 6 Jakarta,
University of Kansas,
Amerika Serikat
 
Aktifitas Lain :
Creative Writer,
Head Section Creative
(2003-2004) MNC Group/RCTI, MNC TV, GLOBAL TV sebagai Creative Director (2004-2005),
Pendiri Komunitas Filmaker Moviesta
 
Pencapaian :
Skenario Terbaik /Film Cerita Lepas Piala Vidia FFI 2005 untuk Juli di Bulan Juni ,
Penata Sunting Terbaik Piala Vidia FFI 2006 untuk Ujang Pantry 2,
Penulis Skenario Cerita Asli Terbaik Piala Citra di FFI 2006 untuk Denias, Senandung di Atas Awan
 
Filmografi :
Andai Ia Tahu (skenario, 2002),
Biarkan Bintang Menari (skenario),
Vina Bilang Cinta (skenario),
Juli di month Juni (skenario),
9 Naga (skenario, 2006),
Ujang Pantry
(skenario, editor, 2006),
Mendadak Dangdut
(skenario, 2006),
Denias, Senandung di Atas Awan (skenario),
Pocong 1 (skenario),
Pocong 2
(skenario, editor),
Mengejar Mas-Mas (skenario),
Maaf, Saya Menghamili Istri Anda (sutradara, 2007),
Pocong 3
(sutradara, skenario, 2007),
Otomatis romantis
(skenario, produser, 2008),
XL, Antara Aku,
Kau dan Mak Erot
(sutradara, skenario, 2008),
Barbi3
(sutradara, skenario, 2008),
Kalau Cinta Jangan Cengeng (sutradara, skenario, 2008),
Wakil Rakyat (sutradara, 2009),
Homses (sutradara, skenario, editor, 2009),
Antara Aku,
Kau dan Saipul Jamil
(sutradara, skenario, 2009)
Keramat
(sutradara, skenario, 2009),
XXL (skenario, produser, 2009),
Laskar Pemimpi (sutradara, skenario, editor, 2010),
Get Married 3
(sutradara, 2011),
Sampai Ujung Dunia (sutradara, 2012),
Test Pack (sutradara, 2012), Operation Wedding
(sutradara, 2013),
Romantini (sutradara, 2013),
Lamaran (Sutradara, 2015)
 
Karya Tulis :
Dunia Mereka 1 dan 2 (terrantbooks)

Sutradara
Monty Tiwa
 
 
 
Lahir di Jakarta, 28 Agustus 1976. Ia adalah putra keempat dari MDJ Tiwa dan Ligia Seba. Pria berdarah berdarah Sangir, Sulawesi Utara ini, menempuh pendidikan di SD Ora Et Labora, SMP Ora Et Labora, SMA Negeri 6 Jakarta dan University of Kansas, Amerika Serikat.
 
Kiprahnya di dunia tulis-menulis telah dimulainya sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama. Menulis adalah hobbynya. Tulisan-tulisan awal yang ia buat pada awalnya adalah cerita-cerita lucu, sarat komedi. Ketika kuliah, bersama teman-temannya ia membuat website yang isinya berita-berita tentang Indonesia. Dari sinilah perjalanan karirnya sebagai penulis dimulai. Suatu ketika, tulisannya dibaca seorang produser di salah satu televisi swasta Indonesia. Karena dinilai tulisannya memiliki kreatifitas yang tinggi, ia ditawari kembali ke Indonesia dan diberi jabatan Creative Writer di televisi swasta tersebut.
 
Proyek pertama yang dikerjakan olehnya ketika itu adalah sebuah cerita layar lebar berjudul Andai Ia Tahu di tahun 2002. Meski ia menemukan beberapa hambatan karena ia tidak memiliki pengetahuan dan keahlian untuk menulis skenario layar lebar kala itu, namun ia tak patah semangat. Seiring berjalannya waktu, semua hambatan dalam menulis skenario dapat ia atasi. Satu demi satu skenario film kembali dibuatnya untuk kembali diproduksi ke layar lebar. Tercatat di tahun 2003 dan 2005 ia mengerjakan dua skenario, Biarkan Bintang Menari dan Vina Bilang Cinta. Setelah menulis Vina Bilang Cinta, perjalanan karirnya terus berlanjut. Kali ini ia memilih bergabung dengan sutradara Rudi Soedjarwo.
 
Pertemuannya dengan  Rudi Soedjarwo berawal ketika Rudi datang ke acara premiere film Andai Ia Tahu di tahun 2002. Ketika itu, Rudi yang masih bersama dengan Rako Prijanto sebagai penulis skenarionya melihat karyanya yang terbilang menarik perhatian. Kerja sama antar keduanya baru bisa terwujud ketika di tahun 2005 lewat film 9 Naga. Kerja samanya dengan Rudi kala itu dinilai menghasilkan banyak karya yang baik. Terhitung beberapa film hasil kolaborasi mereka berdua suskes di pasaran seperti Mendadak Dangdut, Pocong ataupun Mengejar Mas-Mas. Setahun bersama Rudi, ia juga berhasil menggarap enam skenario yang difilmkan.
 
Setelah itu, ia mencoba untuk menjadi seorang sutradara. Genre komedilah yang kemudian dipilih olehnya ketika itu. Baginya, ketika membuat penonton tertawa merupakan sebuah pencapaian yang paling tinggi yang dirasakan olehnya. Ketika perjalanan kerja samanya dengan Rudi berakhir, ia tetap terus berkarya dengan film-film bergenre komedinya seperti Otomatis Romantis, XL, dan Barbi3.
 
Atas peran aktifnya di dunia film, ia tercatat pernah meraih sejumlah penghargaan, Skenario Terbaik (Film Cerita Lepas) Piala Vidia FFI 2005 untuk Juli di Bulan Juni, Penata Sunting Terbaik Piala Vidia FFI 2006 untuk Ujang Pantry 2, dan Penulis Skenario Cerita Asli Terbaik Piala Citra di FFI 2006 untuk Denias, Senandung di Atas Awan.
 
Saat ini ia yang pernah berkerja di RCTI sebagai Head Section Creative (2003-2004) dan MNC Group/RCTI, MNC TV, GLOBAL TV sebagai Creative Director (2004 – 2005) ini, membentuk sebuah komunitas filmmaker dengan bendera Moviesta sebagai tempatnya untuk berkarya dan berbagi ilmu. Selain berkecimpung di dunia film, ia juga menekuni dunia musik, sebagai pencipta lagu. Lagu-lagu yang diciptakannya antara lain soundtrack Biarkan Bintang Menari (bersama Andi Rianto), soundtrack Mendadak Dangdut termasuk Hits Jablay yang dinyanyikan Titi Kamal, soundtrack Mengejar Mas-Mas seperti lagu Kosong, This Place, dan Aku Mencintaimu, Lagu tema Indonesian Idol, dan Lagu tema Dream Girls Show (Global TV). Selain itu, ia juga menulis buku berjudul Dunia Mereka 1 dan 2 (terrantbooks).
 
(Dari Berbagai Sumber)
 
 

You may also like...

Leave a Reply