Suwardi Tri Sapto

Nama :
Suwardi Tri Sapto
 
Lahir :
Karanganyar,
Surakarta, Jawa Tengah,
 2 Februari 1951
 
Pendidikan :
Akademi tari LPKJ (menyelesaikan Tahap Studi Dasar tahun 1977)
 
Profesi :
Pengajar Institut Kesenian Jakarta
 
Pencapaian :
Juara II Lomba Karya Tari yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jakarta dengan karyanya yang berjudul ‘Mencari’ (1973),
salah satu peraih Program Kompetitif Hibah Seni Kelola-Hivos (2010)
 

Seniman Tari
S. Trisapto
 
 
Bernama lengkap Suwardi Tri Sapto. Lahir di Karanganyar, Surakarta, Jawa Tengah, 2 Februari 1951. Belajar tari Jawa sejak usia 8 tahun dan pada tahun 1965-1970 ia menjadi penari Sendratari Ramayana Prambanan. Tahun 1972 masuk Akademi tari LPKJ dan menyelesaikan Tahap Studi Dasar tahun 1977. Sebagai penari ia sering ikut dalam pementasan karya para penata tari terkemuka di Jakarta. Selain itu ia juga sering mengikuti studi lapangan, antara lain di Bali, Sumatera Barat, Kalimantan Timur dan Nias, serta menjadi anggota Team Revitalisasi Kesenian Makyong di Riau (1980). Pada tahun 1981, ia ikut tampil sebagai peserta Festival Penata Tari Muda ke-III Dewan Kesenian Jakarta.
 


Hambegso Gagah 2012

Seniman tari yang juga merupakan salah satu ahli pencatat tari Indonesia ini, bergabung dengan kelompok tari Padnecwara sampai sekarang ini, juga pernah menjadi juri tari Melayu pada Singapore Youth Festival 2005-2010, Instruktur Workshop Tari di Malinau Kalimantan Timur dan Pekan baru pada tahun 2008, dan talent coordinator untuk film ‘Requiem from Java’, arahan sutradara Garin Nugroho dalam rangka ulang tahun Mozart ke-250. Menjadi anggota International Council of Kinetography Laban sejak 1995 (tentang pencatatan gerak).
 
Juri pada acara Parade Tari Daerah dan Nusantara yang diadakan oleh Dinas Kebudayaan Provinsi Kepulauan Riau di Hotel Godway Batam pada bulan Mei 2012 ini, juga ikut memberikan materi pengetahuan komposisi tari pada workshop tari tradisi dan kreasi yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan Provisi Kepulauan Riau yang dilaksanakan di Hotel Aston, Tanjungpinang pada bulan Juni 2012.

                                                                                                           
Sebagai pekerja seni ia juga sering terlibat dalam pergelaran kolosal seperti 100 tahun Kebangkitan Nasional, PON dan SEA GAMES Palembang 2011, Asian Beach Games 2008 di Bali. Ikut bergabung bersama Sardono Theatre tour keliling Eropa dan Iran dalam rangka pementasan Dongeng dari Dirah. Selain itu, juga turut terlibat dalam Festival Schouwburg X melalui pergelaran Tari Padnecwara ‘Suropati’ karya Retno Maruti dan Sentot Sudiharto, yang di Gedung Kesenian Jakarta pada bulan Agustus 2012 dan tampil dalam program Maestro-Maestro #6 ‘Dialog Tari’ yang diselenggarakan oleh Komite Tari Dewan Kesenian Jakarta di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, pada 10-11 November 2012. Dalam program tersebut, ia tampil bersama sejumlah maestro tari seperti Elly Luthan, Marzuki Hasan, Sentot Sudiharto, Farida Oetoyo, Bulantrisna Djelantik dan Tom Ibnur.
 
Atas peran aktifnya di bidang tari, pengajar pada Institut Kesenian Jakarta ini tercatat pernah meraih beberapa penghargaan diantaranya, tahun 1973, ia menjadi juara II Lomba Karya Tari yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jakarta dengan karyanya yang berjudul ‘Mencari’. Ia juga menjadi salah satu dari sebelas peraih  Program Kompetitif Hibah Seni Kelola-Hivos 2010.
 
 (Dari Berbagai Sumber)  
 

You may also like...