Juharson Estrella Sihasale

Nama :
Juharson Estrella Sihasale
 
Lahir :
Tembagapura, Papua,
5 Oktober 1973
 
Filmografi
Sebagai Pemeran :
Cinta Selembut Awan (2000),
Virgin (2005),
Heart (2006),
Denias, Senandung di Atas Awan (2006),
Oh Baby (2008),
Liburan Seru! (2008),
Garuda di Dadaku (2009),
King (2009),
Tanah Air Beta (2010),
Di Timur Matahari (2012)
 
Sebagai Produser :
Denias, Senandung di Atas Awan (2006),
Liburan Seru! (2008),
King (2009),
Tanah Air Beta (2010),
Serdadu Kumbang (2011),
Leher Angsa (2013),
Seputih Cinta Melati (2014)
 
Sebagai Sutradara :
King (2009),
Tanah Air Beta (2010),
Serdadu Kumbang (2011),
Di Timur Matahari (2012),
Leher Angsa (2013),
Seputih Cinta Melati (2014)  
 
Sinetron :
Buana Jaka (1994),
Jalan Makin Membara (1995),
Bukan Perempuan Biasa (1997),
Ali Topan Anak Jalanan,
Andini,
Cinta Pertama,
Camelia,
Antara Jakarta-Perth

Seniman Film
Ari Sihasale
 
 
 
 
Bernama asli Juharson Estrella Sihasale. Lahir di Tembagapura, Papua, 5 Oktober 1973. Biasa dipanggil ‘Ale’. Awal karirnya di dunia hiburan adalah sebagai model dan penyanyi yang tergabung dalam grup Cool Colours di era tahun’90-an, bersama Ari Wibowo, Surya Saputra, dan Johandy Yahya. Mulai terjun ke dunia seni peran dalam sinetron ‘Buana Jaka’ (1994) ‘Jalan Makin Membara’ (1995) dan ‘Bukan Perempuan Biasa’ (1997).
 
Dikenal selektif dalam memilih peran-perannya. Rata-rata judul sinetron yang dibintanginya merupakan sinetron yang berkualitas dan berhasil meraih banyak pujian, antara lain ‘Ali Topan Anak Jalanan’, adaptasi dari karya Teguh Esha  (1997), ‘Andini’, ‘Cinta Pertama’, ‘Camelia’, dan yang paling fenomenal adalah ‘Antara Jakarta-Perth’.
 
Seiring dengan mati surinya dunia film Indonesia, namanya juga ikut tenggelam. Baru ditahun 2000 namanya kembali muncul setelah bermain dalam film ‘Cinta Selembut Awan’ (2000). Setelah menikah dengan aktris Nia Zulkarnaen di Perth, Australia, pada tahun 2003, tercatat ia tak hanya merambah dunia seni peran, tetapi juga tertarik untuk berada di belakang layar dengan menyutradarai dan memproduseri beberapa judul film lewat rumah produksi Alenia Pictures, yang didirikannya bersama istrinya.
 
Lewat rumah produksi Alenia Pictures, beberapa film berkualitas telah dihasilkannya, diantaranya ‘Denias, Senandung Diatas Awan’ (2006) dimana ia terlibat sebagai pemain sekaligus produsernya dan banyak meraih penghargaan di beberapa festival internasional, diantaranya mengantarkan Albert Fakdawer sebagai pemeran pria terbaik pada ajang FFI 2006 dan aktor pendatang baru terbaik dalam Indonesian Movie Awards 2007. Film ini juga berhasil menyabet gelar penulis Skenario Cerita Adaptasi Terbaik dan Sinematografi Terbaik. Bahkan film ini juga masuk seleksi ajang piala Oscar 2008.
 
Tahun 2008, lewat rumah produksi Alenia Pictures, bersama istrinya, ia memproduseri sekaligus menjadi pemain dalam film ‘Liburan Seru!’ yang masih mengangkat tema anak-anak dan pemandangan alam Indonesia. Di tahun 2009, Alenia Pictures kembali merilis film ‘King’, yang diberi cap sebagai film pertama di dunia yang mengangkat tentang olahraga bulutangkis. Dalm film ’King’, Ale tidak lagi hanya bertindak sebagai produser tapi juga sebagai sutradara. Tahun 2011, sineas yang juga bermain dalam Virgin’ (2005), ‘Heart’ (2006), ‘Oh Baby’ (2008), ‘Garuda di Dadaku‘ (2009), dan ‘Tanah Air Beta’ (2010) ini, kembali memproduseri dan menyutradarai film ‘Serdadu Kumbang’, yang bercerita tentang persahabatan tiga orang anak Amek, Acan dan Umbe yang tinggal di daerah Sumbawa.
 
(Dari Berbagai Sumber)
 
 
 

You may also like...

Leave a Reply