R.M. Soedarsono


Nama :
Prof. Dr. R.M. Soedarsono
Lahir :
Yogyakarta, 1 Mei 1933
Pendidikan :
Pendidikan Tari di Krida Beksa Wirama (1949-1959),
Sekolah Dasar,
Sekolah Menengah Pertama,
Sekolah Menengah Atas,
Kursus B-1 Menggambar
Universitas Gadjah Mada Fakultas Sastra
Jurusan Etnomusikologi di University of Hawaii,
Amerika Serikat,
Program tari di University of California Los Angeles/UCLA, Amerika Serikat,
Program Doktoral  di University of Michigan, Amerika Serikat (1982)

Karier :
Asisten Pengajar Asing UGM,
Pembantu Dekan III UGM,
Pembantu Dekan I UGM,
Pendiri Akademi Seni Tari Indonesia/ASTI (1962),
Direktur Akademi Seni Tari Indonesia/ASTI (1963-1980),
Pengajar Tamu di Universitas Wesleyan, Amerika Serikat (1971),
Pengajar Tamu University of Hawaii, Amerika Serikat (1974),
Pengajar tamu University of Michigan, Amerika Serikat (1977),
Asisten Dekan Pertama ISI Yogyakarta (1984-1992), 
Dekan di ISI Yogyakarta
(1992-1997),
Ketua Dewan Pengarah pada lembaga Kementerian Pendidikan untuk Proyek Arkeologi dan Seni
 (1992-1997),
 Profesor Seni dan Sejarah Budaya di Fakultas Budaya dan program Pascasarjana UGM

Karya Tulis :
Wayang Wong In The Yogyakarta Kraton History, Ritual Aspects, Literany Aspek and Choracterization (Tesis),
Jawa dan Bali: Dua Pusat Perkembangan Drama Tari Tradisionil di Indonesia (1972),
Dances in Indonesia (1974),
Beberapa Catatan Seni Pertunjukan Indonesia (1974),
Mengenal Tari-tarian Rakyat di DIY (editor, 1976),
Tari-tarian Indonesia I (1977),
Dance in Africa, Asia and the Pacific (co-author, 1977),
Kamus Istilah Tari dan Karawitan Jawa: Dance of Central Java’ (dalam Grove’s Dictionary of Music),
The Aesthetic Concept Of The Javanese Dance Yogyakarta Style’ (Library Museum of Performing Arts, New York, Amerika Serikat)

Karya Sendartari :
Gajah Mada (1970), Raramendut-Pranacitra (1972)

Seniman Tari
Soedarsono
 
Lahir di Yogyakarta, 1 Mei 1933. Ia adalah anak dari pasangan RM. Darudono dan Kuswarti. RM. Darudono adalah Putra GBPH Suryadiningrat yang merupakan putra dari Sri Sultan Hamengku Buwono VII.  Sejak lahir hingga kelas III SD, ia hidup bersama ayah dan ibunya di Desa Pendem, Pengasih, Kulon Progo. Setelah ayahnya meninggal dunia, kehidupan sehari-hari dan pendidikannya kemudian ditangani oleh kakeknya GBPH. Suryadiningrat. Praktis mulai dari kelas IV SD hingga perguruan tinggi ia mendapat tempaan dari kakeknya.
 
Setelah lulus SD, ia melanjutkan ke SMP dan SMA, lalu masuk ke kursus B-1 Menggambar. Namun sekolah B-1 Menggambar tidak ia selesaikan. Ia lebih memilih masuk ke Universitas Gadjah Mada(UGM) Fakultas Sastra dan Kebudayaan. Setelah lulus dari UGM, karirnya mulai meningkat. Diawali sebagai asisten pengajar asing Prof. Mookerjee dan Dr. D.C Mulder, kemudian diangkat Pembantu Dekan III dan beberapa tahun kemudian diangkat Pembantu Dekan I. Tahun 1962, bersama Bapak C Hardjosubroto ia berhasil mendirikan Akademi Seni Tari Indonesia (ASTI).
 
Setelah ASTI diresmikan pada 30 November 1963, ia diangkat sebagai Direkturnya. Pria berkacamata yang pernah memperoleh pendidikan tari dari Krida Beksa Wirama (1949-1959) dan pernah pula mengikuti studi banding di Ecole Supericure d’Etude Choregraphique di Paris dan Marseilles (Perancis) selama 2 bulan ini, kemudian kembali mengikuti pendidikan di bidang Etnomusikologi di University of Hawaii, dan tari di University of California Los Angeles/UCLA, Amerika Serikat. Setelah itu ia menyelesikan program doktornya  di University of Michigan, Amerika Serikat (1982).
 
Dengan ketekunan yang luar biasa dalam waktu 6 bulan, ia berhasil menyelesaikan disertasi berbahasa Inggris yang berjudul ‘Wayang Wong In The Yogyakarta Kraton History, Ritual Aspects, Literany Aspek and Choracterization’. Hanya dalam waktu dua setengah tahun, ia berhasil menyelesikan program Doktornya. Disertasinya tersebut kemudian diterbitkan Gadjah Mada University Press dengan judul ‘Wayang Wong, the State Ritual Dance Drama in the Court of Yogyakarta’.
 
Kini ia adalah Profesor Seni dan Sejarah Budaya di Fakultas Budaya dan program Pascasarjana UGM. Ia juga menduduki posisi sebagai ketua program bidang studi Pascasarjana dan program S-3 di Departemen Pendidikan Nasional. Sebelumnya ia menjabat sebagai direktur Akademi Seni Tari Indonesia/ASTI Yogyakarta (1963-1980), Asisten Dekan Pertama di ISI Yogyakarta (1984-1992),  Dekan di ISI Yogyakarta (1992-1997), pengajar tamu di Universitas Wesleyan (1971), University of Hawaii (1974) dan University of Michigan (1977). Dari tahun 1992 sampai 1997 ia juga dipercaya menjabat sebagai Ketua Dewan Pengarah pada lembaga Kementerian Pendidikan untuk Proyek Arkeologi dan Seni.
 
Dengan keahliannya di bidang tari ia telah banyak diminta memberikan saran dalam berbagai seminar dalam negeri maupun internasional, seperti: Seminar On Ethnomusicology di Los Angeles, Amerika Serikat (1968), Seminar On Asia Ramayana di Pandaan, Indonesia (1971), Seminar On Third World Theatre di Manila, Piliphina (1971), Seminar On Third World Theatre di Iran (1973), Symposium On The Arts Of Asia di Seoul, Korea Selatan (1973), Conference On Traditional Art di Rennes, Perancis (1976), International Musicological Congress (1977), Seminar On Southeast Asian Aesthetics di Ann Arbor, Michigan, Amerika Serikat (1977), Seminar On Dance di Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat (1978) dan Seminar On Documentation For Visual And Performing Arts di Jakarta (1976).
 
Adapun karya-karya tulisnya adalah antara lain: ‘Jawa dan Bali: Dua Pusat Perkembangan Drama Tari Tradisionil di Indonesia’ (1972); ’Dances in Indonesia’ (1974); ‘Beberapa Catatan Seni Pertunjukan Indonesia’ (1974); ‘Mengenal Tari-tarian Rakyat di DIY’ (editor, 1976); ‘Tari-tarian Indonesia I’ (1977), ‘Dance in Africa, Asia and the Pacific’ (co-author, 1977); ‘Kamus Istilah Tari dan Karawitan Jawa: Dance of Central Java’ (dalam Grove’s Dictionary of Music); dan ‘The Aesthetic Concept Of The Javanese Dance Yogyakarta Style’ (Library Museum of Performing Arts, New York, Amerika Serikat). Ia pernah menyusun sendratari, ‘Gajah Mada’ (1970) dan ‘Raramendut-Pranacitra’ (1972).

Menikah dengan Sri Soenarti, dan memiliki dua anak, bersama keluarga ia tinggal di Desa Pendem, Pengasih, Kulon Progo, Yogyakarta.
 
(Dari Berbagai Sumber)

You may also like...

Leave a Reply