Soerip


Seniman Film
Soerip
 
 
 
Lahir di Banyuwangi, Jawa Timur, 22 Oktober 1921. Pendidikannya hanya sampai SD. Di masa sebelum kemerdekaan, ia di kenal sebagai seorang penyanyi keroncong. Sehingga sebagaimana lazimnya waktu itu, namanya kemudian ditempeli gelar Miss. Namun, karena gerak mata yang lincah jika menyanyi, ia lebih dikenal dengan julukan Soerip ‘Si Mata Roda’.
 
Pertama kali main film dalam Zoebaida (1940) yang disutradarai oleh Njoo Cheong Seng, dengan bintang utama Fifi Young. Dalam film-film selanjutnya ia kerap kebagian peran sebagai pemeran pembantu, seperti dalam film-film hasil besutan sutradara Njoo Cheong Seng yang lain yang pernah ia bintangi diantaranya ketika tampil dalam film Pantjawarna (1941) yang di bintangi oleh Fifi Young, Dhalia, serta Mochtar Widjaja. Film Pantjawarna (1941) bahkan dianggap sebagai film musikal pertama di negeri ini dengan diiringi 12 lagu keroncong yang sedang hits saat itu. Selanjutnya ia bermain dalam film Air Mata Iboe (1941), yang dibintangi pula oleh Fifi Young, Rd Ismail, A. Sarosa, dan Ali Yugo. Tampil dalam film Djantoeng Hati (1941) bersama A Sarosa, Rr Anggraini, dan Ariati.
 
Pada tahun yang sama ia kembali bermain dalam film Panggilan Darah, besutan sutradara Sutan Usman Karim. Film ini mengisahkan tentang kakak beradik yatim piatu yang berusaha bertahan hidup di ibu kota kolonial Batavia (sekarang Jakarta). Dalam penayangannya film Panggilan Darah lumayan sukses di tanah air dan sempat pula ditayangkan di Hindia Belanda dan Singapura. Ia juga bermain dalam film Keseberang (1944) dan Djatoeh Berkait (1944).
 
Ketika dunia perfilman di tanah air beralih dari film hitam putih menjadi film berwarna, ia tampil kembali dalam film Sopir Taxi (1973) besutan sutradara Bambang Irawan, Fajar Menyingsing (1975) besutan sutradara Marhadi JF, Anak Emas (1976) besutan sutradara Lilik Sudjio, Dua Kribo (1977) besutan sutradara Edward Sirait, dll. Ia juga pernah tampil mengesankan dalam film besutan sutradara Slamet Rahardjo Rembulan dan Matahari (1978). Setelah itu ia tercatat bermain dalam beberapa judul film seperti Perempuan Dalam Pasungan (1980), Seputih Hatinya Semerah Bibirnya (1981), Tirai Malam Pengantin (1983), Beri Aku Waktu (1986), Aku Benci Kamu (1989) dan Sesaat Dalam Pelukan (1989). Film Cintaku di Way Kambas (1990) merupakan film terakhir yang dibintanginya.
 
Aktris Film yang pernah mendapat penghargaan Kesetiaan Profesi dari Dewan Film Nasional (1990) ini, juga pernah membintangi sinetron Bayang-Bayang, yang diproduksi pada tahun 1990. Wafat di Jakarta 7 Mei 1992.
 
(Dari Berbagai Sumber)
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Nama :
Soerip
 
Lahir :
Banyuwangi, Jawa Timur,
 22 Oktober 1921
 
Wafat :
Jakarta 7 Mei 1992
 
Pendidikan :
SD (tidak sampai tamat)
 
Penghargaan :
penghargaan Kesetiaan Profesi dari Dewan Film Nasional (1990)
 
Filmografi :
Zoebaida (1940),
Pantjawarna (1941),
Air Mata Iboe (1941),
Djantoeng Hati (1941),
Pantja Warna (1941),
Keseberang (1944),
Belas Kasih (1973),
Fajar Menyingsing (1975),
Anak Emas (1976),
Dua Kribo (1977),
Akulah Vivian (1977),
November 1828 (1978),
Rembulan & Matahari (1979),
Perempuan Dalam Pasungan (1980),
Seputih Hatinya Semerah Bibirnya (1981),
Tirai Malam Pengantin (1983),
Beri Aku Waktu (1986),
Aku Benci Kamu (1989),
Sesaat Dalam Pelukan (1989),
Cintaku di Way Kambas (1990)
 
Sinetron :
Bayang-Bayang (1990)

You may also like...

Leave a Reply