Sruti Respati

Nama :
Sruti Respati
 
Lahir :
Solo, Jawa Tengah,
26 September 1980
 
Pendidikan :
SMP Samaria, Kebon Jeruk, Jakarta Barat,
SMU 2 Sukoharjo,
 Jawa Tengah,
Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa di Universitas Sebelas Maret
 
Karier :
Pembawa Acara TATV Surakarta,
Pelatih Vokal di studio Erwin Gutawa Orchestra,
PNS Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kota Surakarta (2007)
 
Pencapaian :
Mewakili Indonesia, menyanyikan salah satu lagu keroncong terbaik komposer Indonesia Bengawan Solo, Gesang, bekerjasama dan berkolaborasi dengan musisi-musisi, dan penyanyi dari 11 negara ASEAN Korea,
Terpilih menjadi Ikon dan mempromosikan salah satu event International di kota Solo, Solo International Performing Art 2010 (SIPA 2010)
Mendapat predikat Ten Outstanding Young Person oleh Junior Chamber Internasional Solo,
Ikon Kartini Solo,
Ikon Putra Putri Solo
 
 
 
 
 
 


Penyanyi
    Sruti Respati
 
 
 
 
Lahir di Solo, Jawa Tengah, 26 September 1980. Sejak kecil sudah akrab dengan dunia seni pertunjukkan. Darah seni telah mengalir kental dalam dirinya, karena kedua orangtuanya di kenal sebagai pelaku seni. Ayahnya, Sri Joko Rahardjo, adalah seorang dalang dan ibunya, Sri Maryati, adalah seorang penari. Bakat menyanyinya sudah tampak saat masih berusia kanak-kanak. Kala berusia delapan tahun, ia tidak pernah lupa menyanyikan lagu-lagu Jawa dan daerah saat sedang mandi. Dari situ, karakter dan kekhasan suara (lengkingan)nya mulai terbentuk. Ia pun mulai berani tampil di depan umum seperti di acara-acara kampung semisal 17-an Agustus. Ia juga mempelajari balet dan tari Jawa.
 
kepercayaan dirinya semakin bertambah seiring bertambahnya usia dan cita-citanya untuk menjadi penyanyi profesional. Sejak tamat SMP pada tahun 1995 di Sekolah Kristen Samaria, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, niatnya menjadi penyanyi profesional kian mantap. Untuk mendukung hobi menyanyi lagu-lagu Jawa, alumni SMA 2 Sukoharjo ini, mengambil jurusan Bahasa dan Sastra Jawa di Universitas Sebelas Maret (UNS). Bahkan, untuk memperluas bakatnya, ia juga aktif mendalami seni suara serta akting di kampus. Berawal dari bangku perkuliahan, ia mulai mengenal sejumlah pekerja seni yang andal. Di situlah pembelajaran berarti tentang esensi berkesenian didapat, dan sekaligus membantunya melahirkan ide-ide kreatif.
 
Setelah menyelesaikan studi akhir di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta tahun 2007, ia bekerja sebagai presenter berita TV lokal seperti Jawa TrangSandykala, Kabar Awan, Kabar Wengi di TATV, Surakarta. Mulai berpentas di sejumlah panggung seni pertunjukan drama, baik tradisional sekelas ketoprak hingga modern. Karir musiknya sendiri dimulai sjak ia bergabung dan belajar pada dua komposer Indonesia, Darno Kartawi dan Dedek Wahyudi, hingga berlanjut berperan aktif dalam karya kreatif dua komposer ini di beberapa kesempatan. Karir bermusiknya semakin berkembang. Namanya semakin di kenal orang seletah dirinya sering tampil di salah satu stasiun televisi swasta. Karakternya yang unik dan kwalitas suara diatas rata-rata membuatnya menjadi sosok yang mudah dikenali. Oleh karena itu tak heran jika manajemen dari stasiun televisi swasta tersebut, merekrutnya sebagai salah satu talent.
 


Indonesia Kita MATINYA SANG MAESTRO (2014)

Sebagai penyanyi profesional, tercatat ia pernah tampil di sejumlah acara, diantaranya tampil dalam pentas Sruti Respati dan teman di Bentara Budaya Jakarta (2010), tampil dalam pembukaan SEA Games 2011, tampil dalam konser A Masterpiece of Erwin Gutawa, di Jakarta, dimana ia berduet bersama penyanyi keroncong senior Waldjinah, lalu tampil dalam peringatan Earth Hour di kawasan Ngarsapura, Solo, Jawa Tengah, dimana selain sebagai Duta Earth Hour Solo, kehadirannya juga untuk menyumbang suara dengan melantunkan lagu Begawan Solo yang merupakan salah satu lagu keroncong terbaik komposer Indonesia, Gesang (2012).
 
 

 
Selain itu, ia juga tampil bersama Emerald band dalam Solo City Jazz 2012, tampil dalam konser amal World Wide Fund for Nature/WWF di Jakarta (2012), tampil dalam perayaan Natal Nasional di Jakarta (2012), tampil berkolaborasi bersama Dewa Budjana dengan format kuartet akustik bersama ketiga musisi lainnya dalam panggung Salihara Jazz Buzz 2012, tampil di panggung Java Jazz 2012 yang di gelar di Jakarta, serta tampil ambil bagian dalam Opera Jawa berjudul Selendang Merah yang disutradarai oleh Garin Nugroho dengan komposer Rahayu Supanggah, yang digelar di Solo, 7 April 2013 dan Jakarta, 13-14 April 2013.
 
Adik dari penyanyi Endah Laras ini juga telah membantu beberapa project dari beberapa komposer kenamaan Indonesia, diantaranya adalah I Wayan Sadra (Suluk Hijau, berkolaborasi dengan WS Rendra (alm), Sujiwo Tejo (Pengakuan Rahwana-Drama Musikal, Bengawan Solo-Tolu One mini album), Slamet Gundono (alm- Wayang Suket), dan Danis Sugiyanto (keroncong Swastika).
 
Atas peran aktifnya yang besar terhadap dunia seni, tercatat sederet prestasi telah ia peroleh, diantaranya terpilih mewakili Indonesia, menyanyikan salah satu lagu keroncong terbaik komposer Indonesia Bengawan Solo, Gesang, bekerjasama dan berkolaborasi dengan musisi-musisi, dan penyanyi dari 11 negara ASEAN Korea, dan 2 tahun berturut-turut dalam perhelatan konser musik se ASEAN Korea- AKTO (ASEAN Korea Traditional Orchestra) di Seoul-Jeju Island-GwangJu. Tahun 2010 terpilih menjadi Ikon dan mempromosikan salah satu event International di kota Solo, Solo International Performing Art 2010 (SIPA 2010), bergabung bersama musisi vokal Drama Wayang Swargaloka di bawah bimbingan Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia. Mendapat predikat Ten Outstanding Young Person oleh Junior Chamber Internasional di Solo, Icon Kartini Solo dan Icon Putra Putri Solo.
 
Meski di kenal sebagai penyanyi yang mampu mempertemukan musik dan cengkok Jawa dengan musik modern, terutama genre jazz, namun ia tetap ingin di kenal sebagai seorang pesinden. Ia bangga menjadi pesinden sebagai pilihan hidupnya Menikah dengan Wahyu Wijayanto, seorang pengusaha bisnis ekspor mebel yang juga seorang pembalap grasstrack motocross. Menetap di Jl Masella II no 87, Kepatihan Kulon, Surakarta, dikaruniai seorang anak Dimas Pratama.
 
Selain tampil dari panggung ke panggung, ia juga bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kota Surakarta, dan menjadi pelatih Vokal di studio Erwin Gutawa Orchestra.
 
(Dari Berbagai sumber)
 

You may also like...

Leave a Reply