Subarkah Hadisarjana


Seniman Teater
Subarkah Hadisarjana
 
 
 
Bernama asli Subarkah Hadisarjana Yoeswadi. Lahir di Pare, 25 Juni 1958. Pendidikan formalnya di tempuh di SMAN 6 Surabaya, Institut Kesenian Jakarta (IKJ) (1979) Fakultas Seni Rupa dan Disain jurusan Seni Rupa Murni Studio Lukis dan pendidikan Pasca Sarjana di IKJ. Ia juga pernah belajar membuat topeng pada seniman Bali, Ida Bagus Oka di tahun 1983.
 
Meski latar belakang pendidikannya berasal dari seni rupa, namun ia yang pernah mengikuti sejumlah pameran lukisan di dalam dan luar negeri, antara lain di Jakarta, Yogyakarta, Bali, Munchen (Jerman) dan Bulgaria ini, juga kerap terlibat dalam berbagai pementasan teater, pantomin dan film, baik sebagai pemain, penata rias, penata artistik, sampai dengan penata busana.
 
Di teater, sebagai pemain ia pernah tampil bersama Teater Kecil berpentas ke Philiphina, Malaysia, Singapura untuk mementaskan Ozon dan Sumur Tanpa Dasar. Bersama group ini ia juga pernah mengikuti program KIAS (Kebudayaan Indonesia di Amerika Serikat) dengan mementaskan Sumur Tanpa Dasar di empat kota negeri Paman Sam. Ia juga terlibat sebagai pemain dalam beberapa pertunjukan Opera Anak-anak produksi Gramedia Bobo, diantaranya dalam lakon Pangeran Pollux (2006), Bobumba (2007), dan Konya-Konya Lonya (2008). Selain itu ia juga bermain dalam pementasan 1001 Malam arahan sutradara Robert Draffin asal Australia dan Slamet Rahardjo.
 
Tidak hanya mahir tampil di atas panggung teater, ia juga aktif di belakang panggung dengan menjadi penata rias di sejumlah pementasan teater, antara lain dengan Teater Kecil dalam lakon, Sumur Tanpa Dasar (1987), Ozon (1989), dan Kunjungan Nyonya Tua (1992). Untuk Teater Koma antara lain dalam pementasan Opera Primadona, Sam Pek Engtay (1988), Perkawinan Figaro (1989), OKB (1991), Tiga Dewa dan Kupu-Kupu (1992), dan Tanda Cinta (2005). Untuk Teater Lembaga, antara lain Menunggu Godot(1989). Untuk Teater Gong, antara lain Permainan Terakhir (1989). Menangani tata rias Teater Anak-anak Kucing Ningrat yang di panggungkan oleh Sanggar Shangrila. Dan pernah juga terlibat sebagai makeup artist dalam pementasan karya yang berjudul Tan Malaka yang dipentaskan di Taman Ismail Marzuki dan Teater Salihara.
 
Kiprahnya sebagai penata rias tidak hanya ia tunjukan di panggung Teater, ia juga menjadi penata rias pada sejumlah produksi film, diantaranya menangani tata rias efek film G 30 S /PKI (1982) sekaligus menangani spesial efek film Jakarta ’66 (1987), menangani tata rias dan busana untuk film Dongeng dari Dirah. Ia juga menangani Special Make up Effect dalam pembuatan film Bali Project/Bom Bali arahan sutradara asal Australia pada tahun 2005.   
 


Teater Koma DEMONSTRAN (2014)

 
Keahlian pemeran pembantu utama dalam film Kafir (2000) di bidang tata rias dan makeup ini sudah tidak di ragukan lagi, karena pada tahun 1981 ia telah menjuarai lomba Karakter Make Up Nasional yang diraihnya dua kali berturut turut. Selain itu ia juga memperdalam keahlian tata rias tiga dimensi di Jerman Barat (1987). Pada tahun 1991, ia mendapat penghargaan dalam festival Fantasi Make Up Internasional di Kuala Lumpur (Malaysia). Bahkan pada tahun 2011, ia juga sempat menjadi nara sumber dan memberikan pelatihan tatarias teater tingkat dasar di Balai Latihan Kesenian yang merupakan program pengembangan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.
 

 
Dalam beberapa pentas pertunjukan, ia juga di percaya untuk menjadi penata busana, seperti mendesain Kostum Panggung Opera Hanoman ketika pentas di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada tahun 1998, menjadi penata busana batu (patung) dalam pementasan Opera Diponegoro : Java War karya Sardono W. Kusumo di Teater Jakarta–Taman Ismail Marzuki. Ketika Teater Koma mementaskan karya Sie Jin Kwie pada tahun 2010, dan Sie Jin Kwie jilid 2 pada tahun 2011, ia di percaya sebagai konsultan artistik.
 
Namanya juga tidak asing lagi di dunia pertunjukan pantomin. Untuk Pantomim Sena dan Didi Mime, ia sering terlibat secara penuh baik sebagai pemain maupun sebagai penata rias, seperti dalam Soldat (1989), Lobi-lobi Hotel Pelangi (1991), dan Sakata Kaktus da Fulus (1992). Ia juga pernah mengikuti Gougerer Festival dan Pantomimi Total di kota Koln (Jerman Barat) pada tahun 1990. Serta mengikuti Festival Kontemporer Creative Interaction Asean di Bangkok (Thailand) pada tahun 1992.
 
Selain dikenal sebagai seniman serba bisa, ia juga mempunyai profesi lain yakni menjadi pengajar di Institut Kesenian Jakarta/IKJ dan pengajar di London School dan College of La Salle. Di IKJ, pada tahun 2002, ia menjabat sebagai Wakil Rektor III di bidang kemahasiswaan. Tahun 2008 menjabat sebagai Wakil Dekan III seni rupa IKJ dan pada tahun 2009 diangkat kembali sebagai Wakil Rektor III I dan masih tetap sebagai Dosen tetap di IKJ.
 
Dalam lingkup IKJ, Suami dari Rima Ananda Omar ini tercatat beberapa kali mengikuti kegiatan yang di adakan oleh IKJ, antara lain sebagai peserta pameran seni rupa ExploArtion dalam rangka memperingati 40 Tahun Institut Kesenian Jakarta (2010), menjadi peserta dalam rombongan studi banding dengan Fakultas Seni Rupa ke Chulalongkorn University-Thailand (2010). Ikut serta dalam rombongan Institut Kesenian Jakarta sebagai pemain, penata artistik, sekaligus supervisor dalam kegiatan kolaborasi seni dan penelitian kerja sama IKJ dengan Osaka City University di Osaka-Jepang (2011), dan sebagai penanggungjawab kegiatan kemahasiswaan dalam Kolaborasi Seni antara Institut Kesenian Jakarta dengan ISI Padangpanjang di Padangpanjang (2011).
 
Diluar lingkup akademik, peraih gelar Musik Humor di Taman Ismail Marzuki (1979) ini, pernah mengikuti program Metro TV Camera Café (2008) dan menjadi nara sumber dalam persiapan perhelatan nasional Sea Games 2011 di Jakarta.
 
(Dari Berbagai sumber)

Nama :
Subarkah
Hadisarjana Yoeswadi
 
Lahir :
Pare, 25 Juni 1958
 
Pendidikan Formal:
SMAN 6 Surabaya,
Institut Kesenian Jakarta (1979),
 Fakultas Seni Rupa dan Disain jurusan Seni Rupa Murni Studio Lukis IKJ,
Pendidikan Pasca Sarjana IKJ,
Belajar keahlian tata rias Tiga dimensi di Jerman Barat (1987)
 
Aktifitas Lain :
Pengajar di Institut Kesenian Jakarta (IKJ),
Pengajar di London School dan College of La Salle.
Wakil Rektor III di bidang kemahasiswaan IKJ (2002),
Wakil Dekan III seni rupa IKJ (2008),
Wakil Rektor III IKJ (2009)
 
Pencapaian :
Meraih gelar Musik Humor di Taman Ismail Marzuki (1979),
Juara lomba Karakter Make Up Nasional dua kali berturut turut (1981 & 1982),
Penghargaan dalam festival Fantasi Make Up Internasional di Kuala Lumpur-Malaysia (1991)
 
Filmografi :
G30S/PKI
(1982, tata arias efek film),
Jakarta ’66
(1987, special efek),
Dongeng dari Dirah
(tata arias dan busana),
Kafir (2000, Pemeran Pembantu Utama),
Bali Project/Bom Bali
(2005, special make up effect)
 

You may also like...