Sudita Nashar

Nama :
Sudita Nashar
 
Lahir :
Jakarta, 8 Februari 1962
 
Aktifitas Lain :
Pengojek Motor
 
 
 


Pelukis
Sudita Nashar
 
 
 
Lahir di Jakarta, 8 Februari 1962. Putra kedua dari pelukis legendaris dari Jakarta, Nashar (alm). Nashar adalah pendiri Pusat Kesenian Jakarta TIM, bersama Oesman Effendy, Umar Khayam, Ayip Rosidi dan lain-lain. Sejak remaja, bersama ayahnya, ia banyak tinggal Balai Budaya di bilangan Menteng, Jakarta Pusat. Ia selalu mengamati bapaknya melukis, yang biasanya dilakukan di malam hari.
 


Matahari Tenggelam, cat minyak diatas kanvas,
140 cm x 140 cm (2011)

Pria yang selalu tampil sederhana ini, telah belajar melukis sejak tahun 1980 dari ayahnya. Selain itu atmosfer Balai Budaya dimana hampir setiap hari ada pameran lukisan, juga turut membentuk pribadinya untuk terus menggeluti dunia seni lukis. Balai Budaya juga sudah seperti sebuah akademi atau institut seni bagi dirinya, dimana ia dapat belajar selama 24 jam, tanpa ada yang menghalangi. 
 
Sering mengadakan pameran bersama sejak tahun 1982 diantaranya di Taman Ismail Marzuki, Taman Impian Jaya Ancol (Pasar Seni Jaya Ancol), Museum Keramik dan Seni Rupa (Kota Tua), DKS Dewan Kesenian Surabaya, Puri Rejeng Gianyar Bali, dan lain-lain. Tidak hanya itu, ia juga tercatat pernah mengadakan pameran tunggal, seperti di Galeri Cipta III, Taman Ismail Marzuki, pada bulan Maret 2014, dalam pameran tersebut ia mengangkat tema gitar. Sebanyak 25 lukisan yang dipamerkan mengambil unsur gitar yang ditafsirkan secara bebas, dipajang di dinding pameran untuk dinikmati.

 
Untuk menghidupi keseniannya, pelukis yang kerap mengangkat lukisan abstrak dan semi abstrak dengan paduan warna solid yang indah ini, mendapat rezeki dari menjual jasa sebagai pengojek motor. Dari hasil mengojek inilah selain untuk menghidupi keluarga ia juga menyisihkan sebagian pendapatannya untuk membeli perangkat keperluan melukisnya. 
  
(Dari Berbagai Sumber)

You may also like...

Leave a Reply