Usep Romli

Nama :
H. Usep Romli H.M

Lahir :
Limbangan, Garut,
Jawa Barat, 16 April 1949

Pendidikan :
Sekolah Pendidikan Guru/SPG (1966),
Jurusan bahasa Arab IKIP Bandung,
Fakultas Adab (sastra Arab) IAIN Sunan Gunung Jati Bandung

Karier :
Pegawa Negeri Sipil,
Koresponden Minguuan Fusi (1972),
Koresponden Giwangkara (1972-1976),
Koresponden harian Pelita (1977-1979),
Wartawan Pikiran Rakyat

Aktifitas Lain :
Mantan Ketua Seksi Bahasa dan Sastra Kujang Putra (1968),
Anggota dan pengurus LBSS (1988-1993)
 
Pencapaian :
Hadiah Sastra Mangle (1977),
Hadiah Sastra LBSS/Lembaga Basa jeung Sastra Sunda 1995 untuk puisi,
Hadiah Sastra LBSS 2001 untuk essay,
Hadiah Sastra LBSS 2004 untuk essay,
Hadiah Sastra LBSS 2007, untuk cerpen,
Hadiah Sastra Rancage (2010) untuk Sanggeus Umur Tunggang Gunung,
Garut Award 2010, Piagam/medali dari Pemkab Garut, sebagai penghargaan atas aktivitas seni-budaya yang mengharumkan nama Garut Hadiah Sastra Rancage 2011 untuk jasanya kepada dunia sastra Sunda
Anugerah Budaya Pemprov.Jabar kategori Seni Sastra (2012)

Karya :
Si Ujang Anak Peladang (buku anak-anak, 1973),
Pahlawan-pahlawan Hutan Jati (buku anak-anak, 1974),
Nyi Kalimar Bulan (buku anak-anak, 1982),
Oray Bedul Macok Mang Konod (buku anak-anak, 1983),
Bongbolongan Nasrudin (buku anak-anak, 1983),
Aki Dipa (buku anak-anak, 1983),
Pertaruhan Domba dan Kelinci (buku anak-anak, 1984),
Dongeng-dongeng Araheng (buku anak-anak, 1993),
Sebelas Tahun (kumpulan sajak, 1979),
Nu Lunta Jauh (kumpulan sajak, 1992),
Ceurik Santri (kumpulan cerita pendek, 1985), Nganteurkeun (kumpulan cerita pendek, 1986),
Jiad Ajengan (kumpulan cerita pendek, 1991),
Sanggeus Umur Tunggang Gunung (kumpulan cerita pendek, 2009),
Sapeuting di Cipawening (kumpulan cerita pendek, 2010),
Bentang Pasantren
(novel, 1983),
Percikan Hikmah anekdote Sufistik (buku non fiksi, 1999), Zionis Israel di Balik Serangan AS ke Irak (buku non fiksi, 2003)


Penulis
Usep Romli H.M

Sastrawan Sunda yang lahir di Limbangan, Garut, Jawa Barat, pada 16 April 1949 ini, dikenal sebagai penulis buku anak-anak dalam bahasa Indonesia dan Sunda. Pendidikannya di tempuh di Sekolah Pendidikan Guru/SPG (1966). Kemudian meneruskan pendidikan di jurusan bahasa Arab IKIP Bandung dan Fakultas Adab (sastra Arab) IAIN Sunan Gunung Jati Bandung. Saat menempuh pendidikan di Sekolah Pendidikan Guru itulah ia sudah mulai menulis, terutama dalam bahasa Sunda. Banyak sajak dan cerita pendeknya yang dimuat di majalah Kalawarta Kudjang, Mangle, Hanjuang, Giwangkara, dan Galura. Kegemarannya ini ia teruskan ketika menjadi guru SD di Kadungora, Garut, Jawa Barat.

Ketika hendak dipindahkan menjadi pegawai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di Bandung, koresponden untuk mingguan Fusi (1972), Giwangkara (1972-1976), harian Pelita (1977-1979), dan harian Sipatahunan (1979-1980) ini, ia memilih untuk melepas statusnya sebagai PNS dan bekerja penuh sebagai wartawan Pikiran Rakyat sampai pensiun.

Sebagai penulis, sejumlah karya sastra telah ia terbitkan, diantaranya karyanya berupa buku anak-anak, yakni, ‘Si Ujang Anak Peladang’ (1973) ‘Pahlawan-Pahlawan Hutan Jati’ (1974), ‘Nyi Kalimar Bulan’ (1982), ‘Oray Bedul Macok Mang Konod’ (1983), ‘Bongbolongan Nasrudin’ (1983), ‘Aki Dipa’ (1983), ‘Pertaruhan Domba dan Kelinci’ (1984) serta ‘Dongeng-Dongeng Araheng’ (1993). Lalu karyanya berupa kumpulan sajak, yakni, ‘Sebelas Tahun’ (1979), dan ‘Nu Lunta Jauh’ (1992).

Tak hanya itu, ia juga menerbitkan kumpulan cerita pendek, diantaranya, ‘Ceurik Santri’ (1985), ‘Nganteurkeun’ (1986), ‘Jiad Ajengan’ (1991), ‘Sanggeus Umur Tunggang Gunung’ (2009) dan ‘Sapeuting di Cipawening’ (2010). Ia juga membuat novel, yakni, ‘Bentang Pasantren’ (1983) dan buku non fiksi ’Percikan Hikmah anekdote Sufistik‘ (1999) dan ‘Zionis Israel di Balik Serangan AS ke Irak’ (2003).

Pria yang juga di kenal sebagai seorang Da’i ini, beberapa kali mendapat penghargaan sastra diantaranya Hadiah Sastra Mangle (1977); Hadiah Sastra LBSS (Lembaga Basa jeung Sastra Sunda) 1995, untuk puisi; Hadiah Sastra LBSS 2001, untuk essay; Hadiah Sastra LBSS 2004, untuk essay; Hadiah Sastra LBSS 2007, untuk cerpen; Hadiah Sastra Rancage (2010) untuk Sanggeus Umur Tunggang Gunung; “Garut Award 2010”, piagam/medali dari Pemkab Garut, sebagai penghargaan atas aktivitas seni-budaya yang mengharumkan nama Garut; Hadiah Sastra Rancage (2011) untuk jasanya kepada dunia sastra Sunda; Anugerah Budaya Pemprov.Jabar kategori Seni Sastra (2012).

Meski namanya tidak asing lagi di dunia sastra Sunda, namun Mantan Ketua Seksi Bahasa dan Sastra ‘Kujang Putra’ (1968) dan anggota sekaligus pengurus LBSS 1988-1993 di kenal sebagai pribadi yang memiliki keperdulian tinggi terhadap sesama, hal tersebut di buktikannya  dengan mendirikan sebuah lembaga atau yayasan di Garut yang bergerak dalam bidang Pendidikan, Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat, khususnya yang berada di wilayah Garut, tanah kelahirannya.

(Dari Berbagai Sumber)
 

You may also like...