Dwi Yan

Aktor
Dwi Yan

Lahir di Jakarta, 25 Juni 1958. Pendidikannya di tempuh di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) jurusan teater. Mulai berkuliah di IKJ tahun 1978. Baru kuliah beberapa semester ia diajak main serial lepas di TVRI. Setelah itu keberuntungan kembali menyapanya pria yang kerap berpenampilan necis, dengan kumis sebagai salah satu ciri khasnya ini, ia kembali di ajak main dalam film ‘Perisai Kasih Yang Terkoyak’ (1986). Dalam film besutan Sutradara Hadi Poernomo tersebut, ia berperan sebagai Agung, seorang anak orang kaya yang mencintai seorang gadis yatim piatu bernama Bunga, yang diperankan oleh Susan Iskandar.

Penampilan di film pertamanya tersebut mampu mencuri perhatian produser kala itu. Sehingga tidak heran jika dalam waktu beberapa tahun, ia telah tampil dalam beberapa buah judul film besutan beberapa sutradara besar, antara lain ‘Keluarga Markum’ (1986) yang disutradarai oleh Chaerul Umam, ‘Kasmaran’ (1987) besutan sutradara Slamet Rahardjo Djarot, ‘Ayu dan Ayu’ (1988), arahan Sutradara Sophan Sophiaan (alm) dan ‘Putihnya Duka Kelabunya Bahagia’ (1989) besutan Sutradara Frank Rorimpandey.

Namun, meski telah bermain di beberapa film, namanya baru dikenal secara luas sesudah tampil sebagai Dokter Iman dalam serital TV ‘Dr. Sartika’ (1989-1991), dimana ia tampil bersama Dewi Yull. Bahkan bersama Dewi Yull ia juga dinobatkan sebagai pasangan yang paling serasi kala itu. Sukses dalam membintangi serial TV ‘Dr. Sartika’, kian melebarkan jalan karirnya. Tahun 1990, ketika perfilman Indonesia mulai dikuasai film-film bertemakan seks, ia memilih menolak main di film-film bertemakan seks tersebut. Oleh karenanya setelah main dalam film ‘Nanti Kapan-kapan Sayang’ (1990), ia menghilang.

Kariernya kembali berkilau setelah era sinetron. Aktor yang ikut membintangi film ‘Joshua Oh Joshua’ (2001) dan ‘Cinta 2 Hati’ (2010) ini, tercatat pernah membintangi beberapa buah judul sinetron, diantaranya ‘Masih Ada Kapal ke Padang’ (1995), ‘Bella Vista II’ (1995), ‘Jejak Sang Guru’ (1995), ‘Mertua Anak Menantu’ (1996), ‘Bella Vista II’ (1997), dll.

Di luar dunia film dan sinetron, ia pernah membuka show room mobil dan kafe serta menjadi pemain saham. Selain itu, ia juga pernah terjun ke dunia politik dengan mencalonkan diri sebagai wakil walikota Bengkulu pada tahun 2012 lewat jalur independen. Pernah menikah dengan aktris Rosdiana Dewi, namun akhirnya bercerai. Dari hasil pernikahannya tersebut, ia dikaruniai tiga orang anak ,Muhammad Sofyan Ari Saputra, Junisya Dwi Putri, dan Muhammad Febrian Tri Saputra.

(Dari berbagai Sumber)

Nama :
Dwi Yan

Lahir :
Jakarta, 25 Juni 1958

Pendidikan :
Institut Kesenian Jakarta (IKJ) jurusan teater

Filmografi :
Perisai Kasih Yang Terkoyak (1986),
Keluarga Markum (1986),
Kasmaran (1987),
Ayu dan Ayu (1988),
Putihnya Duka Kelabunya Bahagia (1989),
Nanti Kapan-kapan Sayang (1990),
Joshua oh Joshua (2001),
Cinta 2 Hati (2010),
Mengejar Malam pertama (2014)

Sinetron :
Dr. Sartika (1989-1991),
Masih Ada Kapal ke Padang (1995),
Bella Vista II (1995),
Jejak Sang Guru (1995),
Mertua Anak Menantu (1996), Bella Vista II (1997),
Senja Makin Merah,
Mawar,
Bawang Merah Bawang Putih (2005)
Bunga-Bunga Cinta,
Reuni,
Cahaya,
Arung dan Si Kaya,
UFO,
Anugerah,
Cinta Illahi

You may also like...

Leave a Reply