Yannus Sufandi

Nama :
Yannus Sufandi

Lahir :
Yogyakarta, 2 Januari 1980

Pendidikan :
SD Tarakanita (Yogyakarta),
Lucas Heights (Singapura),
Chatswood
The Groundlings Theatre & School Improv
(Los Angeles, Amerika Serikat)
Actors Centre Power Of Acting (Sydney, Australia),
National Institute
Of Dramatic Arts Short Courses
(Sydney, Australia)
Broadway Dance Centre
(New York, Amerika Serikat)

Filmografi :
The Hotel

Penari
Yannus Sufandi

Anak bungsu dari pasangan Tirto Subiarto dan Mety Liliana ini, lahir di Yogyakarta, 2 Januari 1980. Sempat mengenyam pendidikan dasar di kota Pelajar, Yogyakarta, pernah menjadi atlet renang yang meraih juara di beberapa kompetisi kawasan Asia, Pasifik, hingga Australia untuk Indonesia. Di usia 12 tahun, ia harus meninggalkan negeri kelahirannya karena kedua orangtuanya berpisah. Sempat bersekolah di Singapura, ia kemudian pindah ke Australia mengikuti sang ibu. Tak hanya domisili, bersama sang ibu, ia juga berganti kewarganegaraan menjadi warga negara Australia.

Di negeri barunya tersebut, ia mencoba mewujudkan impiannya sejak kecil yakni menjadi seorang penari. Selain belajar menari modern di sekolah formal, pria yang mengidolakan Michael Jackson ini juga belajar menari secara otodidak. Sambil sekolah, ia juga membuat kelas tari mulai tahun 1997. Ia pernah menjadi penari latar dan koreografer sejumlah penyanyi Australia. Tidak hanya menari, ia juga merambah dunia model dan bintang iklan. Dunia olahraga juga tidak ditinggalkannya begitu saja. Ia pernah menjadi salah satu anggota tim basket negara bagian New South Wales, Australia.

Makin yakin dengan dunia tari dan modeling, ia kemudian memutuskan hijrah ke Amerika Serikat setelah menamatkan kursus singkat seni peran di National Institute of Dramatic Arts/NIDA)di Sydney, Australia. Usianya kala itu baru 19 tahun. Tujuannya kota megapolitan New York dan Los Angeles. Dengan berbekal uang hasil jerih payahnya bekerja di dunia seni, ia mulai mencari pekerjaan sambil sekolah tari. Pertama kali datang ke Amerika, selama enam bulan ia menganggur tanpa pekerjaan.

Namun semua itu tidak mematahkan semangatnya. Kemampuan menarinya diasah kembali dengan masuk ke Broadway Dance Center, New York. Seperti di Australia, ia pun membuka kelas kecil bagi siapa saja yang ingin menari. Supaya bisa lebih dikenal, ia pun sering mengikuti audisi penari untuk penyanyi-penyanyi terkenal. Sebagai penari baru di Amerika Serikat, terpilih menjadi salah satu penari untuk penyanyi papan atas dunia menjadi kebanggan tersendiri.

Keberuntungan pun akhirnya berpihak kepadanya, ketika pada tahun 2010, ia mengikuti audisi untuk penyanyi Pink. Ketika itu ia terpilih menjadi salah satu penari dari sekitar 600 orang yang mengikuti audisi. Di ajang Amerika Music Award 2010 ia mengiringi penampilan Pink. Perjalanan kariernya pun semakin menanjak. Tahun 2011, ia menjadi salah satu anggota tim penari utama Jennifer Lopez, akan tetapi ia memilih mundur menolak tawaran untuk ikut tur keliling bersama JLo. Menurutnya ia tidak begitu suka ikut tur karena nantinya bisa menimbulkan kebosanan akibat penampilannya yang hanya yang itu-itu saja.

Sementara itu karirnya di dunia hiburan Amerika Serikat juga semakin cemerlang. Ia tidak hanya banyak mendapat pekerjaan sebagai model iklan produk-produk berkelas, ia pun laris tampil di majalah dan catwalk. Sebagai koreografer, ia juga telah dipercaya menangani koreografi acara-acara ‘Nickelodeon Kids Choice Awards Australia’, ‘So You Think You Can Dance Australia’ dan Malaysia, ‘The X Factor’ Amerika Serikat, dan ‘The Voice’ di NBC. Tidak hanya itu, tahun 2011, ia juga membintangi film ‘The Hotel’, berperan sebagai penari.

Meski mimpinya sudah menjadi kenyataan dan juga telah memiliki reputasi internasional, bahkan di beberapa bidang sekaligus. Namun ternyata ia selalu menyimpan kerinduan pada negeri kelahirannya. Meskipun bukan lagi WNI, ia ingin berbagi pengalaman dan inspirasi pada masyarakat Indonesia. Didorong keinginan itulah ia kemudian mencari cara untuk bekerja di Indonesia. Akhirnya jalan itu terbuka saat ia bekerja di Malaysia. Salah satu koleganya memperkenalkannya dengan pihak Freemantle Media Indonesia. Tidak menyia-nyiakan kesempatan, ia langsung menawarkan diri sebagai creative director. Ia kemudian dipercaya sebagai creative director di acara ‘Indonesia Got Talent 2014’ yang ditayangkan di salah satu televisi swasta di Indonesia.

(Dari Berbagai Sumber)

You may also like...